← Beranda
Toni Firmansyah dan Mikael Tata Absen Lawan Arema FC, Kesempatan Pemain Muda Persebaya Surabaya Unjuk Gigi
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 19 November 2025 | 23.04 WIB
Toni Firmansyah tugas negara bersama Timnas Indonesia dan absen bela Persebaya Surabaya hadapi Arema FC. (I.League)

JawaPos.com — Kans pemain muda Persebaya Surabaya unjuk gigi makin besar setelah Toni Firmansyah dan Mikael Tata dipastikan absen di Derbi Jawa Timur melawan Arema FC. Kondisi ini membuka peluang bagi talenta pelapis untuk mencuri panggung di laga sarat gengsi di Stadion Gelora Bung Tomo akhir pekan ini.

Persiapan Persebaya Surabaya terus dimatangkan melalui latihan intens di Lapangan ABC Kompleks GBT pada Selasa sore. Intensitas latihan tetap terjaga meski beberapa pemain penting tidak ambil bagian.

Toni dan Mikael tidak hadir karena sedang memperkuat Timnas Indonesia U-22. Dua pemain muda tersebut sebelumnya sering menjadi opsi utama di sektor sayap dan lini tengah berkat performanya yang konsisten.

Absennya keduanya membuat tim pelatih mematangkan alternatif komposisi untuk menutup celah yang ditinggalkan.

Pergerakan cepat yang biasa dihasilkan Toni maupun Mikael kini harus digantikan pemain lain yang tampil stabil sepanjang pekan latihan.

Di sektor belakang, Risto Mitrevski juga belum bisa bermain karena masih menjalani pemulihan cedera. Situasi ini membuat lini pertahanan Green Force harus disesuaikan dengan kondisi fisik pemain yang tersedia.

Meski begitu skema permainan Persebaya Surabaya tetap diperdalam untuk mengantisipasi gaya bermain Arema. Tim pelatih terlihat fokus pada pengembangan build-up cepat dan transisi yang rapi.

Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, menyebut laga derbi selalu menghadirkan tekanan tersendiri untuk seluruh pemain. “Ini adalah derbi, pertandingan besar, dan kami bekerja keras untuk hasil terbaik,” ujar Edu.

Eduardo memahami sorotan besar tertuju pada Dalberto, striker Arema yang sedang memimpin daftar top skor Super League. Meski begitu ia menegaskan fokus timnya tidak boleh hanya tertuju pada satu pemain.

“Semua tahu Dalberto adalah top skor liga, tapi fokus kami bukan hanya satu pemain,” ucapnya tegas.

Ia menambahkan Arema memiliki skuad bagus dan pelatih berpengalaman sehingga tidak bisa dihadapi dengan strategi setengah matang.

Karena itu latihan Persebaya Surabaya diarahkan untuk merespons berbagai skenario yang mungkin muncul selama 90 menit pertandingan.

Eduardo ingin para pemain menjaga konsentrasi sejak awal dan tidak terpancing tensi panas derbi Jawa Timur.

“Kami terus melanjutkan persiapan untuk pertandingan melawan Arema,” kata Eduardo saat memimpin latihan. Ia menekankan semua pemain harus memahami rencana permainan agar tetap solid dalam tekanan.

Absennya Toni dan Mikael memang menjadi kehilangan, tetapi sekaligus membuka ruang bagi pemain muda lain.

Eduardo disebut-sebut ingin memberi menit bermain kepada pemain pelapis yang menunjukkan progres terbaik selama latihan.

Situasi ini memunculkan warna human interest karena para pemain muda tampak berlatih lebih agresif demi mendapatkan kesempatan tampil.

Kesempatan tampil di depan Bonek menjadi motivasi tambahan bagi mereka yang sebelumnya jarang mendapat menit bermain.

Persebaya Surabaya saat ini berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 15 poin dari 10 pertandingan. Arema FC menempel ketat di peringkat sembilan dengan poin sama, namun dari 11 laga.

Derbi akhir pekan ini otomatis menjadi penentu posisi kedua tim di papan tengah klasemen. Kemenangan akan membuat salah satu dari mereka menyalip pesaing terdekat dan menjaga momentum positif.

Bagi Persebaya Surabaya, laga ini juga menjadi kesempatan menjaga tren tidak pernah kalah dari Arema dalam beberapa pertemuan terakhir.

Dukungan penuh Bonek diprediksi memberi dorongan besar bagi Green Force untuk tampil lebih agresif.

Eduardo tidak menganggap absennya pemain sebagai beban, melainkan tantangan untuk menguji kedalaman tim. Ia percaya para pemain pelapis siap menjawab kesempatan ini.

Peluang munculnya kejutan dari pemain muda Persebaya Surabaya menjadi narasi menarik yang patut ditunggu.

Ketika Toni dan Mikael absen, sorotan otomatis tertuju pada siapa yang mampu mengisi celah tersebut dengan maksimal.

Derbi panas ini bukan hanya soal gengsi dua tim besar Jawa Timur, tetapi juga momen pembuktian pemain muda yang ingin naik kelas.

Persebaya Surabaya menatap duel dengan optimisme tinggi seiring persiapan matang yang mereka lakukan sepanjang pekan.

Publik GBT berharap kerja keras Eduardo Perez di sesi latihan berbuah kemenangan penting di hadapan pendukung sendiri.

Kans pemain muda unjuk gigi kini terbuka lebar, dan duel melawan Arema bisa menjadi panggung terbesar mereka musim ini.

EDITOR: Banu Adikara