← Beranda

2 Senjata Rahasia Persela Lamongan Siap Meledak! Tornado FC Tak Bisa Bermain dengan Nyaman di Surajaya

Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 16 November 2025 | 17.22 WIB
Esteban Vizcarra (kiri) siap bantu Persela Lamongan lumat Tornado FC di Championship 2025/2026. (Instagram @jonathanezequielbustos94)
 

JawaPos.com — Dua senjata rahasia Persela Lamongan akhirnya siap meledak di Stadion Surajaya dan membuat Kendal Tornado FC mustahil bermain dengan nyaman. Rafiud Drajat dan Esteban Vizcarra yang baru saja terbebas dari hukuman larangan bermain empat laga kembali menjadi harapan utama Laskar Joko Tingkir.

Kehadiran dua pemain inti ini membuat kepercayaan diri Persela meningkat tajam menjelang duel Minggu (16/11) malam yang sangat menentukan.

Mereka dipercaya bisa mengembalikan agresivitas dan kreativitas permainan Persela yang sempat berkurang selama keduanya absen.

Asisten Pelatih Persela, Ragil Sudirman, menegaskan optimisme tinggi atas kembalinya dua pemain tersebut ke dalam skuat. “Semoga kita bisa melanjutkan tren positif ini untuk memperbaiki klasemen,” ujarnya.

Persela langsung kembali berlatih sehari setelah kemenangan penting di kandang Deltras FC dan ingin mempertahankan momentum tersebut.

Skuad biru muda menggelar persiapan Kamis (13/11) sore dan berfokus menjaga kondisi fisik serta transisi permainan.

Persaingan di grup 2 Liga 2 Championship saat ini sangat ketat dan tidak memberi ruang untuk kesalahan kecil sekalipun.

Setiap klub hanya terpaut beberapa poin sehingga satu kemenangan atau satu kekalahan dapat mengubah peta klasemen secara drastis.

Persela sempat merasakan kembali posisi puncak setelah menaklukkan Deltras dan mengoleksi 20 poin. Namun, posisi itu langsung berubah karena PSS Sleman yang kini mengemas 23 poin berhasil mengambil alih singgasana grup 2.

Barito Putera yang memiliki 22 poin menempel ketat di posisi kedua dan terus menjaga tekanan bagi tim-tim di bawahnya.

Persipura berada di peringkat ketiga dengan 20 poin dan hanya unggul tipis dari Persela yang mengoleksi jumlah poin sama.

Deltras FC bertahan di posisi kelima dengan 17 poin, sementara Tornado FC berada di peringkat keenam dengan 14 poin. Situasi ini membuat duel Persela kontra Tornado FC menjadi laga krusial karena selisih poin antartim sangat rapat.

Ragil Sudirman menegaskan seluruh pertandingan di sisa fase grup tidak boleh dianggap enteng oleh siapa pun dalam tim. Ia mengingatkan pemain untuk tetap tenang di tengah tekanan klasemen yang terus bergerak setiap pekan.

Menurut regulasi, hanya juara grup yang berhak lolos otomatis ke Super League dan itu membuat persaingan semakin sengit.

Runner-up pun masih harus melalui babak play-off sehingga jalan menuju promosi tidak mudah dan membutuhkan konsistensi panjang.

Karena itu, kemenangan di Surajaya menjadi target tak bisa ditawar bagi Persela demi menjaga peluang tetap terbuka.

Ragil bahkan menegaskan standar permainan Persela harus selalu tinggi di kandang maupun tandang tanpa pengecualian.

“Sebenarnya home maupun away kita harus all-out, tapi kalau di kandang memang wajib menang,” tegas pelatih kelahiran 8 Juli 1965 itu. Ucapannya menjadi dorongan agar pemain tampil lebih agresif sejak awal pertandingan.

Rafiud Drajat yang dikenal memiliki mobilitas serta agresivitas tinggi diproyeksikan langsung menjadi ancaman utama bagi Tornado FC.

Keberadaannya di lini depan memberi Persela opsi menyerang yang lebih bervariasi dan tajam.

Sementara Esteban Vizcarra siap menjadi otak permainan di lini tengah berkat visi bermain dan pengalaman panjangnya.

Pergerakan serta umpannya diharapkan bisa membantu memecah kebuntuan ketika Persela menghadapi pressing lawan.

Dua pemain ini tak hanya menambah kekuatan teknis, tetapi juga memberikan efek psikologis positif bagi seluruh tim.

Skuad menjadi lebih percaya diri karena kembali lengkap dan memiliki pemain-pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan.

Pendukung Persela pun menaruh harapan besar pada kombinasi keduanya untuk menghidupkan kembali dinamika serangan yang sempat meredup.

Suasana Surajaya juga diyakini akan memberikan tekanan besar bagi Tornado FC yang harus tampil di tengah sorakan suporter Laskar Joko Tingkir.

Atmosfer Surajaya terkenal tidak ramah bagi tim tamu dan sering membuat permainan lawan sulit berkembang. Dukungan ribuan suporter biasanya menjadi energi tambahan yang membuat tempo permainan Persela meningkat drastis.

Ragil meminta para pemain menjaga fokus sejak menit pertama agar tekanan kandang bisa dimaksimalkan. Ia ingin tim tampil tanpa kompromi karena tiga poin dalam pertandingan ini sangat berpengaruh terhadap perjalanan di Grup 2.

Jika Persela mampu mengalahkan Tornado FC, peluang untuk kembali naik ke papan atas klasemen semakin terbuka. Keberadaan dua senjata rahasia yang sudah pulih membuat kepercayaan diri tersebut terasa wajar.

Duel Minggu (16/11) malam ini menjadi kesempatan bagi Persela untuk mengirim pesan tegas kepada para pesaing mereka masih sangat siap bersaing memperebutkan tiket promosi.

Laskar Joko Tingkir ingin membuktikan kekuatan penuh mereka di hadapan publik sendiri.

Dengan kekuatan yang kembali utuh, Persela siap menjadikan laga di Surajaya sebagai panggung ledakan dua pemain pentingnya.

Tornado FC pun diprediksi tidak akan bisa bermain nyaman karena tekanan besar dari stadion dan kualitas pemain Persela yang kembali lengkap.

EDITOR: Edi Yulianto