JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, terang-terangan menyesalkan keributan antara pemain timnya dan Arema FC di menit-menit akhir pertandingan tersebut.
Saking kesalnya, ia sampai murka dan meminta jika pertengkaran pemain berlangsung, mendingan jangan di lapangan, yang notabene menjadi wadah untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas.
"Kalau bertengkar jangan di dalam lapangan. Saya tidak ingin ada situasi seperti tadi," tuturnya seperti dikutip dari Antara.
Terlepas dari insiden kericuhan antar pemain tersebut, pelatih asal Brasil itu menilai kemenangan 1-2 Persija atas Singo Edan diraih berkat permainan klinis skuadnya di babak kedua.
"Di babak kedua kami lebih bagus dan bisa tampil klinis, sehingga menang," ujarnya lagi.
Souza tak menampik bahwa pada babak pertama para pemainnya mengalami kesulitan menembus pertahan Arema FC karena terlambat panas.
Padahal, di lini belakang tuan rumah sebenarnya banyak ruang yang bisa dibongkar habis-habisan oleh lini serangnya, tetapi hal tersebut tidak dilakukan karena terlalu fokus memainkan skema bola pendek.
Akibatnya, Arema FC justru mencuri gol terlebih dahulu lewat Valdeci Moreira pada menit ke-12, sedangkan Macan Kemayoran malah gagal memanfaatkan beberapa peluang.
Beruntung, perubahan yang dilakukan Souza dalam skema permainan di babak kedua membuat mereka sukses mencetak dua gol dan comeback untuk memenangkan pertandingan.
Di sisi lain, pelatih Arema FC, Marcos Santos, menilai kekalahan timnya dari Persija antara lain disebabkan kelelahan para pemainnya.
"Pertandingan ini sulit, waktu kami untuk persiapan tidak banyak karena setelah pulang dari Padang banyak pemain yang tidak 100 persen (mengalami kelelahan)," pungkas Marcos.