JawaPos.com — Persebaya Surabaya menatap laga panas Derbi Jawa Timur dengan gengsi yang tidak bisa ditawar. Dalam sembilan pertemuan terakhir di kompetisi kasta tertinggi, Green Force tak sekalipun merasakan kekalahan dari Arema FC dan tren ini menjadi beban tersendiri bagi pelatih kepala Eduardo Perez.
Catatan impresif itu bukan sekadar angka di kertas, tetapi sudah menjadi bagian dari harga diri Bonek.
Setiap pertemuan dengan Arema selalu memunculkan tensi tinggi, suara tribun yang menggetarkan, dan narasi kebanggaan yang dipertaruhkan.
Kini, misi untuk menjaga rekor itu terasa semakin berat setelah Persebaya Surabaya hanya mampu membawa pulang satu poin dari markas Persik Kediri.
Pertandingan pekan ke-12 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Jumat (7/11/2025) malam, berakhir dengan skor 1-1 dan meninggalkan pekerjaan rumah di banyak sektor permainan.
Hasil imbang itu menempatkan Persebaya Surabaya di posisi ke-9 klasemen sementara dengan 15 poin.
Situasi ini membuat laga melawan Arema FC bukan sekadar duel gengsi, tetapi juga peluang konkret untuk kembali mendongkrak kepercayaan diri tim.
Pertandingan derbi Jawa Timur itu dijadwalkan berlangsung Sabtu (22/11/2025) di Stadion Gelora Bung Tomo. Atmosfer diprediksi membara, terlebih rekor tak terkalahkan selama sembilan pertemuan terakhir menjadi garis pertahanan yang tidak boleh sampai terputus.
Dari sembilan laga tersebut, Persebaya mencatat tujuh kemenangan dan dua kali imbang.
Mulai dari skor 4-1 pada Desember 2019, kemenangan 1-0 pada Februari 2022, hingga comeback dramatis 3-2 pada Oktober 2022, semua menjadi momen yang terus terpatri di ingatan pendukung.
Pada 23 Februari 2022 di Gelora Bung Tomo, Persebaya menang tipis 1-0 dalam laga bernuansa tensi tinggi yang menegaskan soliditas tim di bawah tekanan.
Lalu pada 1 Oktober 2022, mereka berhasil mencuri kemenangan 3-2 di kandang Arema dalam laga penuh determinasi dan mental baja.
Momentum positif berlanjut pada 11 April 2023 saat Persebaya kembali menang 1-0 di kandang sendiri.
Kemudian pada 23 September 2023, Green Force tampil meyakinkan dengan kemenangan 3-1, memperkuat dominasi mereka dalam derbi era baru ini.
Pada 27 Maret 2024, Persebaya Surabaya mencatatkan kemenangan 1-0 di kandang Arema, sebuah hasil yang kembali menegaskan mental tandang yang tak gentar.
Terakhir, pada 7 Desember 2024, Persebaya Surabaya mengamankan kemenangan 3-2 yang menjadi salah satu duel paling emosional dalam sejarah terbaru kedua tim.
Sementara dua hasil imbang terjadi pada 6 November 2021 dengan skor 2-2, serta 28 April 2025 saat kedua tim bermain sama kuat 1-1.
Kedua hasil itu menjadi pengingat Arema tetap punya kemampuan untuk memberi tekanan dan tidak pernah datang dalam kondisi menyerah.
Kini, Eduardo Perez memikul tanggung jawab besar untuk menjaga tren ini tetap hidup.
Pelatih asal Spanyol tersebut sadar betul betapa pentingnya derbi dalam kultur sepak bola Surabaya, bukan hanya untuk tiga poin, tetapi untuk rasa bangga di dada pendukung.
“Kami akan bekerja keras dan menyiapkan tim untuk meraih tiga poin di pertandingan berikutnya,” ujar Eduardo seusai laga kontra Persik.
Kalimat singkat itu menandai shift fokus tim sepenuhnya ke derbi, meninggalkan hasil imbang yang belum memuaskan.
Derbi kali ini juga dapat menjadi titik balik setelah performa Persebaya Surabaya yang masih angin-anginan sepanjang musim.
Kemenangan atas rival abadi selalu punya efek psikologis berlapis, mampu mengangkat energi, moral, dan keyakinan skuat dalam waktu instan.
Di sisi lain, Arema dipastikan datang dengan motivasi tinggi untuk memutus rekor buruk dalam sembilan pertemuan terakhir.
Situasi ini membuat laga nanti diprediksi berlangsung dengan intensitas dan tensi yang lebih tinggi dibanding pertemuan sebelumnya.
Green Force bukan hanya bertanding untuk posisi klasemen atau tiga angka, tetapi juga mempertahankan narasi dominasi yang selama ini menjadi bahan kebanggaan Bonek.
Ketika seluruh mata tertuju pada Stadion Gelora Bung Tomo, semua energi akan saling bertabrakan, dan margin kemenangan mungkin ditentukan oleh detail kecil.
Pertanyaannya kini sederhana tetapi penuh tekanan: mampukah Eduardo Perez melanjutkan warisan rekam jejak gemilang tersebut.
Jawabannya akan terungkap saat peluit pertama berbunyi dalam salah satu derbi paling ditunggu musim ini.