← Beranda
Mentalitas Paul Munster dan Aji Santoso Jadi Teladan Lawan Arema! Eduardo Perez Wajib Menangkan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 9 November 2025 | 19.41 WIB
Paul Munster saat masih tangani Persebaya Surabaya di Super League 2024/2025. (Persebaya Surabaya)
 

JawaPos.com — Mentalitas Paul Munster dan Aji Santoso ketika menghadapi Arema FC pernah menjadi standar tinggi di Persebaya Surabaya, dan tekanan itu kini berada di pundak Eduardo Perez.

Persebaya Surabaya wajib menang di Derbi Jatim pekan ke-13 Super League 2025/2026 jika tak ingin kepercayaan diri tim merosot lebih dalam.

Hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Persik Kediri membuat Green Force hanya membawa pulang satu poin dari laga yang seharusnya bisa dimenangkan.

Tambahan satu angka tersebut menempatkan Persebaya Surabaya di posisi ke-9 klasemen sementara dengan 15 poin, situasi yang belum sepenuhnya aman untuk tim sebesar Persebaya Surabaya.

Laga kontra Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (22/11/2025), menjadi ujian besar bukan hanya soal gengsi, tapi juga nasib perjalanan musim Eduardo Perez.

Derbi ini selalu punya tensi tinggi, atmosfer besar, dan sorotan publik yang tak pernah mengecil dari tahun ke tahun.

Persebaya Surabaya punya rekor impresif menghadapi Arema FC dalam beberapa pertemuan terakhir, tak sekalipun menelan kekalahan.

Green Force mencatatkan tujuh kemenangan dan dua hasil imbang dalam sembilan pertemuan terakhir yang tercatat dalam memori Bonek.

Rekor itu menjadi modal sekaligus tekanan buat Eduardo Perez karena publik menilai kemenangan atas Arema bukan sekadar target, tapi sebuah keharusan.

Posisi pelatih Persebaya selalu diukur dari keberhasilan menjaga harga diri dalam derbi Jatim, dan sejarah telah membuktikannya.

Di sinilah mentalitas pelatih sebelumnya menjadi pembelajaran penting.

Paul Munster dikenal menanamkan pertahanan kuat sambil memaksimalkan serangan balik cepat untuk mengamankan hasil akhir, pendekatan yang sering sukses meredam tensi dan tekanan laga-laga besar.

Sementara Aji Santoso menekankan permainan berani, cepat, dan hidup melalui pola 1-2 sentuhan antar pemain.

Gaya Aji selalu mengedepankan percaya diri, bekerja dengan ritme, serta keyakinan penuh dominasi permainan bisa menciptakan kemenangan.

Identitas permainan itu pernah menjadi kebanggaan Bonek karena membuat Persebaya Surabaya tampil berani tanpa kehilangan ketenangan.

Permainan yang tegas, simpel, tapi efektif membuat lawan sering tertekan terlepas dari kondisi pertandingan.

Kini, Eduardo Perez dituntut menemukan keseimbangan dua mentalitas besar tersebut. Ia harus mampu membangun tim yang solid dalam bertahan, agresif saat menyerang, dan tetap tenang dalam tekanan stadion penuh emosi.

Eduardo mengakui laga kontra Arema jadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri skuad asuhannya.

Ia menegaskan seluruh persiapan akan difokuskan untuk meraih tiga poin di hadapan publik sendiri yang sudah menunggu kemenangan dalam derbi.

“Kami akan bekerja keras dan menyiapkan tim untuk meraih tiga poin di pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Green Force perlu menjaga organisasi lini belakang agar tidak mudah ditembus, sambil menyiapkan transisi cepat ketika mendapatkan kesempatan menyerang.

Dalam laga dengan atmosfer seketat derbi Jatim, keputusan tepat dalam hitungan detik bisa menjadi pembeda.

Kemenangan dalam derbi bukan hanya memperbaiki posisi di klasemen, tapi juga menjadi energi berlipat untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.

Sebaliknya, hasil buruk bisa membuat situasi makin sulit di ruang ganti dan di tribun.

Bonek tentu mengharapkan Persebaya Surabaya menunjukkan karakter menekan, berani duel, dan tidak ragu memainkan bola.

Sorotan besar akan tertuju pada bagaimana Eduardo mengombinasikan visi taktik miliknya dengan spirit khas Surabaya yang tak pernah mau kalah, terutama di kandang sendiri.

Derbi bukan sekadar pertandingan biasa bagi warga Surabaya. Ini soal identitas, harga diri, kebanggaan, serta panggilan jiwa untuk menjaga kejayaan warna hijau tetap berdiri tegak di depan rival satu provinsi.

Persebaya Surabaya punya modal rekor, dukungan stadion penuh, serta sejarah panjang mentalitas pemenang menghadapi Arema FC.

Yang tersisa tinggal keberanian di lapangan dan ketepatan strategi dari Eduardo Perez agar derbi kali ini tetap menjadi milik Green Force.

Kini, waktunya untuk membuktikan diri. Derbi Jatim tidak menunggu siapa yang siap, ia justru memaksa setiap pemain, pelatih, dan suporter untuk hadir dengan seluruh jiwa dan keyakinan memenangkan Surabaya.

EDITOR: Edi Yulianto