← Beranda
Misi Gali Freitas Tundukkan Arema FC! Persebaya Surabaya Siap Permalukan Singo Edan di GBT
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 9 November 2025 | 18.58 WIB
Gali Freitas saat membela Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)
 

JawaPos.com — Misi besar kembali diemban Persebaya Surabaya jelang laga panas kontra Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Gali Freitas menyatakan kesiapannya membawa Green Force menundukkan Singo Edan di hadapan Bonek, sekaligus mempertahankan rekor tak tersentuh dari Arema dalam beberapa pertemuan terakhir.

Persebaya Surabaya baru saja membawa pulang satu poin dari lawatan ke markas Persik Kediri di pekan ke-12 Super League 2025/2026.

Bermain di Stadion Gelora Joko Samudro, Jumat (7/11/2025) malam, skor 1-1 menjadi akhir laga yang berlangsung ketat hingga peluit panjang berbunyi.

Tambahan satu poin menempatkan Persebaya Surabaya di posisi ke-9 klasemen sementara dengan koleksi 15 poin.

Situasi ini membuat pertandingan berikutnya melawan Arema menjadi sangat krusial bagi Green Force untuk kembali merangkak naik.

Laga bertajuk Derbi Jatim itu akan digelar Sabtu (22/11/2025) di GBT, kandang yang selalu menghadirkan euforia besar suporter. Tekanan besar sekaligus energi tambahan dipastikan hadir ketika ribuan Bonek memadati tribun.

Secara rekor, Persebaya Surabaya punya modal kepercayaan diri tinggi. Dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Arema FC, Green Force tidak pernah merasakan kekalahan dengan catatan tujuh kemenangan dan dua kali imbang.

Catatan tersebut menjadi salah satu rekor membanggakan yang wajib dijaga pelatih Eduardo Perez.

Sebab rekor pertemuan derbi selalu menjadi memori emosional bagi pendukung, dan kegagalan mempertahankannya sering dianggap sebagai noda besar.

Gali Freitas menjadi salah satu pemain yang paling disorot jelang duel panas ini. Pemain sayap asal Timor Leste itu tampil berperan besar sebagai motor serangan di lini depan Persebaya Surabaya musim ini.

Saat menghadapi Persik, Gali menilai permainan kedua tim berlangsung ketat dan penuh intensitas. Ia menyebut Persebaya Surabaya telah berusaha mempertahankan keunggulan sebelum kebobolan di babak kedua.

“Pertandingan hari ini sangat menarik bagi kami. Kami tahu Persik punya potensi besar, tapi kami tetap fokus pada tim sendiri,” ucap Gali usai pertandingan.

Ia menekankan seluruh pemain tetap berusaha disiplin hingga menit terakhir. Meskipun sempat melakukan beberapa kesalahan, Gali menilai mental tim tetap terjaga.

“Kami tetap fokus, dan setelah ini kami akan berdiskusi dengan pelatih untuk persiapan pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Ucapan ini menjadi sinyal kesiapan Persebaya Surabaya menghadapi duel berlevel emosi tinggi melawan Arema.

Bagi Gali, pertandingan kontra Singo Edan bukan sekadar laga biasa. Status Derbi Jatim membuat setiap sentuhan, tekanan, dan gol terasa jauh lebih berharga dibanding laga lainnya.

Gali sendiri memiliki karakter permainan cepat, agresif, dan eksplosif di sisi sayap kiri.

Posturnya yang 1,65 meter tidak menjadi hambatan, justru membuatnya lincah dalam melakukan penetrasi dan menembus pertahanan lawan.

Ia terdaftar di Persebaya Surabaya sejak 1 Juli 2025 dan menjadi salah satu pemain muda potensial dengan nilai pasar mencapai 3,48 miliar rupiah.

Dengan dominan kaki kiri, ia juga mampu bermain sebagai sayap kanan hingga gelandang serang.

Kehadirannya sangat penting dalam transisi permainan Persebaya Surabaya yang mengutamakan kecepatan saat menyerang.

Hal ini diyakini bisa menjadi senjata berbahaya bagi Arema FC yang kerap kerepotan menghadapi skema serangan sayap cepat.

Atmosfer pertandingan nanti diprediksi akan sangat panas mengingat rivalitas sejarah kedua klub. Bonek akan menjadi tenaga tambahan yang bisa mengangkat mental bertanding para pemain Green Force.

Di sisi lain, Arema tentu ingin memutus rekor buruk pertemuan mereka. Namun GBT bukan tempat yang mudah bagi siapa pun untuk mencuri poin, terlebih ketika tensi derby menyala.

Persebaya Surabaya harus memanfaatkan keunggulan mental dan dukungan penuh stadion untuk menekan Arema sejak awal laga. Jika Gali dan sektor sayap Persebaya Surabaya mampu tampil maksimal, peluang tiga poin terbuka lebar.

Misi Gali Freitas jelas. Ia ingin memastikan Singo Edan pulang dari GBT dengan kepala tertunduk.

Derby Jatim kembali menyala, dan Persebaya Surabaya bersiap menjadikan GBT sebagai kandang yang angker bagi Arema FC. Bonek sudah menunggu, dan kemenangan menjadi harga mati.

EDITOR: Edi Yulianto