JawaPos.com — Arema FC tengah berada dalam situasi sulit setelah menelan empat kekalahan beruntun di Stadion Kanjuruhan pada gelaran Super League 2025/2026. Rentetan hasil buruk itu membuat Persebaya Surabaya kini melihat peluang besar untuk mempermalukan sang rival dalam Derbi Jawa Timur di Stadion Gelora Bung Tomo pada 22 November 2025.
Kekalahan terbaru Arema terjadi saat mereka dipaksa menyerah 1-2 oleh Persija Jakarta di hadapan pendukung sendiri pada Sabtu, 8 November 2025.
Bermain di Stadion Kanjuruhan yang berkapasitas 21.603 penonton, Singo Edan tak mampu mempertahankan keunggulan meski sempat unggul lebih dulu.
Gol Arema dicetak Valdeci Moreira pada menit ke-12, yang sempat membuat atmosfer stadion menggelegak.
Namun Persija membalikkan keadaan lewat dua gol Eksel Runtukahu di babak kedua yang meruntuhkan konsentrasi barisan pertahanan tuan rumah.
Kekalahan kontra Persija memperpanjang tren negatif Arema saat bermain di Kanjuruhan musim ini.
Sebelumnya, Arema kalah 1-2 dari Dewa United pada 13 September, lalu takluk 1-2 dari Persib Bandung pada 22 September, dan dihajar Borneo FC 1-3 pada 26 Oktober.
Situasi ini membuat tekanan mulai mengarah pada pelatih Marcos Santos yang datang dengan ekspektasi besar.
Namun Marcos menyebut kelelahan dan pemulihan fisik pemain yang belum optimal menjadi penyebab performa tim menurun.
Menurut Marcos, skuatnya baru kembali dari laga tandang ke Padang sebelum menghadapi Persija sehingga banyak pemain tidak berada dalam kebugaran terbaik.
Ia menilai dua gol cepat Persija terjadi akibat turunnya konsentrasi pemain Arema di babak kedua.
Meski demikian, Marcos tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang sudah berjuang selama 90 menit penuh. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Aremania dan Aremanita atas hasil yang mengecewakan di kandang.
"Pertandingan ini sulit dan kami tidak memiliki banyak waktu untuk pemulihan," ujar Marcos usai laga. Ia menekankan timnya akan mencoba bangkit dan memperbaiki mental sebelum laga berikutnya.
Pemain Arema, Salim Tuharea, turut menyuarakan tekad serupa untuk memperbaiki hasil. Menurutnya, kekalahan ini menjadi pelajaran penting agar tim bisa kembali menunjukkan karakter Singo Edan di pertandingan selanjutnya.
Salim menegaskan tidak ada pemain yang bermain tanpa semangat di kandang sendiri. Ia menuturkan seluruh pemain selalu berusaha memberikan kemenangan sebagai hadiah untuk Aremania yang terus memberikan dukungan.
Namun tren tanpa kemenangan di kandang ternyata turut memengaruhi posisi Arema di tabel klasemen Super League.
Singo Edan kini turun ke peringkat sembilan dengan 15 poin hasil dari empat kali menang, tiga imbang, dan empat kali kalah.
Situasi ini membuat Arema berada dalam tekanan besar jelang pertandingan sarat gengsi melawan Persebaya Surabaya.
Derbi Jawa Timur selalu menghadirkan tensi tinggi, dan kali ini Persebaya Surabaya berada dalam posisi yang lebih diuntungkan karena bermain di kandang sendiri.
Stadion Gelora Bung Tomo yang akan menjadi arena duel pada 22 November 2025 selalu menghadirkan atmosfer panas saat derbi digelar.
Persebaya Surabaya tentu melihat kondisi Arema sebagai peluang untuk meraih kemenangan penting di hadapan Bonek.
Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa bagi kedua tim dan suporternya. Reputasi dan harga diri sebagai klub terbesar Jawa Timur ikut dipertaruhkan dalam setiap pertemuan mereka.
Persebaya Surabaya diyakini akan tampil agresif karena momentum dan tekanan pertandingan berada di pihak Arema.
Sementara Arema harus menemukan solusi cepat untuk mengatasi masalah konsentrasi dan kebugaran agar tidak kembali tumbang.
Jika Arema kembali gagal meraih kemenangan, tren negatif bisa semakin dalam dan memicu tekanan lebih besar terhadap pelatih serta pemain.
Sebaliknya, hasil positif akan menjadi titik balik penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim.
Derbi ini juga akan menjadi ujian mental bagi para pemain muda Arema yang belum banyak merasakan atmosfer pertandingan penuh rivalitas.
Mereka perlu tampil matang dan tidak terpancing emosi agar bisa tetap fokus menjalankan instruksi pelatih.
Persebaya Surabaya sendiri tentu tak ingin menyia-nyiakan momentum bermain di Gelora Bung Tomo. Dukungan penuh Bonek bisa menjadi bahan bakar tambahan untuk menekan Arema sejak awal laga.
Laga Persebaya Surabaya vs Arema FC pada Sabtu, 22 November 2025 pukul 15.30 WIB diyakini akan berlangsung sengit dan penuh tensi.
Semua mata akan tertuju ke Gelora Bung Tomo untuk menyaksikan siapa yang lebih layak disebut penguasa Jawa Timur musim ini.