← Beranda
Eduardo Perez Kecewa Berat! Soroti VAR Usai Persebaya Surabaya Dihukum Kartu Merah Lawan Persik Kediri
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 8 November 2025 | 18.54 WIB
Persebaya Surabaya tahan imbang Persik Kediri dengan 10 pemain, Jumat (7/11/2025). (Persebaya Surabaya)
 

JawaPos.com — Eduardo Perez angkat suara soal keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang kembali merugikan Persebaya Surabaya saat ditahan imbang 1-1 oleh Persik Kediri. Pelatih asal Spanyol itu menilai penerapan VAR terlalu sensitif hingga berdampak langsung pada jalannya pertandingan, termasuk keluarnya kartu merah untuk pemain Green Force.

Ia menyebut keputusan melalui tayangan ulang kerap menampilkan insiden dalam gerak lambat yang membuat kontak normal tampak seperti pelanggaran berat.

Menurutnya hal tersebut mengubah esensi permainan yang seharusnya memberi ruang bagi duel fisik wajar.

Eduardo menyampaikan kekecewaannya pada sesi konferensi pers setelah laga di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik.

Ia secara terbuka menilai teknologi yang seharusnya membantu justru memberi tekanan tambahan bagi timnya dalam beberapa pertandingan terakhir.

“Saya rasa musim ini VAR belum adil terhadap kami,” ujarnya lugas. Ia menyebut situasi seperti itu sudah terjadi berulang sejak awal kompetisi bergulir.

Eduardo menilai VAR idealnya digunakan untuk membantu wasit mengoreksi kesalahan besar, bukan memperbesar kontak kecil dalam duel.

Ketika tayangan diperlambat, situasi normal terlihat seolah pelanggaran keras dan langsung memicu hukuman berat.

Ia meminta perangkat pertandingan lebih berhati-hati dalam menilai momen krusial. Teknologi menurutnya bukan untuk menghilangkan dinamika fisik dalam sepak bola.

Meski kecewa, Eduardo menegaskan dirinya tidak ingin menyalahkan wasit yang memimpin laga. Fokus kritiknya tertuju pada sensitivitas VAR yang dianggap terlalu berlebihan dalam menilai kontak di lapangan.

“Dalam sepak bola selalu ada kontak, tapi kalau dilihat dalam gerak lambat, seolah jadi pelanggaran besar,” katanya. Eduardo merasa intensitas pertandingan justru berkurang karena pemain jadi takut melakukan duel.

Ia menilai situasi tersebut membuat timnya kehilangan keseimbangan permainan. Beberapa keputusan penting membuat pemain harus mengubah pendekatan ketika bertarung merebut bola.

Terlepas dari protesnya, Eduardo tetap memuji semangat para pemain yang telah berjuang hingga akhir laga. Meski hasilnya hanya imbang, ia mengapresiasi usaha tim untuk mempertahankan ritme permainan.

Persebaya Surabaya sempat unggul sebelum Persik menyamakan kedudukan di babak kedua. Situasi menjadi lebih sulit setelah kartu merah membuat mereka harus bermain dengan sepuluh pemain.

Eduardo menyadari pertandingan ini memiliki arti penting mengingat situasi klasemen dan tekanan dari suporter. Namun ia memilih tetap tenang dan fokus pada perbaikan.

“Saya tidak ingin membahas wasit hari ini, tapi VAR terlalu sensitif terhadap kontak kecil,” tuturnya.

Menanggapi seruan sebagian suporter yang meminta dirinya mundur, Eduardo tetap menunjukkan sikap profesional. Ia menghargai kritik dan menganggapnya sebagai bagian dari perjalanan tim.

“Saya menghormati semua pendapat. Sekarang saya lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya penuh keyakinan.

Ia menilai kritikan justru bisa menjadi energi untuk memperkuat karakter tim. Menurutnya perjalanan musim masih panjang dan Persebaya Surabaya perlu menjaga semangat bersama.

Setelah laga ini, Persebaya Surabaya langsung mengalihkan fokus ke duel penting melawan Arema FC. Derbi Jawa Timur tersebut menjadi momentum besar untuk memulihkan kepercayaan diri.

Eduardo menegaskan timnya akan bekerja keras menyiapkan strategi terbaik. Target mereka jelas, yakni meraih tiga poin untuk kembali ke jalur positif.

“Kami akan bekerja keras dan menyiapkan tim untuk meraih tiga poin di pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, winger Persebaya Surabaya Gali Freitas juga menilai laga melawan Persik berlangsung ketat dan penuh intensitas. Pemain asal Timor Leste itu mengaku seluruh pemain sudah berusaha mempertahankan keunggulan.

Gali menilai Persik memiliki potensi serangan yang tidak bisa disepelekan. Namun Persebaya Surabaya tetap fokus pada rencana permainan yang disusun pelatih.

Ia mengakui ada beberapa kesalahan yang mempengaruhi hasil akhir. Namun semangat tim untuk tampil disiplin tidak pernah luntur hingga peluit panjang berbunyi.

“Pertandingan hari ini sangat menarik bagi kami. Kami tahu Persik punya potensi besar, tapi kami tetap fokus pada tim sendiri,” ujarnya.

Gali menyebut evaluasi akan dilakukan bersama pelatih untuk mempersiapkan laga berikutnya. Ia berharap tim bisa tampil lebih baik dan tuntas dalam memanfaatkan peluang.

Hasil imbang kontra Persik memang meninggalkan rasa kecewa untuk Persebaya Surabaya dan pendukungnya. Namun Eduardo menegaskan perjalanan masih jauh dan tim tidak boleh larut dalam kekecewaan.

Dengan derbi Jawa Timur menanti, atmosfer latihan dipastikan berjalan intens. Persebaya Surabaya harus menjaga mental agar tidak terganggu polemik terkait VAR.

Eduardo ingin timnya menjadikan situasi ini sebagai tantangan untuk bangkit. Baginya respons dari tekanan jauh lebih penting daripada sekadar mengeluh.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen membawa Persebaya Surabaya kembali ke performa terbaiknya.

“Kami tetap fokus, dan setelah ini kami akan berdiskusi dengan pelatih untuk persiapan pertandingan berikutnya,” tegasnya.

Kini semua mata tertuju pada duel kontra Arema yang bisa menjadi titik balik. Persebaya Surabaya akan datang dengan tekad penuh meski sorotan VAR masih membayangi.

EDITOR: Edi Yulianto