← Beranda

Cuma Buat Persikmania! 2.500 Tiket Persik Kediri vs Persebaya Surabaya Sudah Ludes

Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 7 November 2025 | 14.57 WIB
Persikmania ketika mendukung Persik Kediri di Stadion Brawijaya lawan PSM Makassar, Sabtu (25/10/2025). (Persik Kediri)

JawaPos.com — Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri hanya diizinkan menjual 2.500 lembar tiket bagi pendukung Persik Kediri. Seluruhnya telah terjual habis dalam waktu singkat.

Tiket ini hanya diperuntukkan bagi pemegang KTP Kabupaten atau Kota Kediri, sementara laga Derbi Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu, Bonek dan Bonita, sesuai kesepakatan keamanan.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena antusiasme Derbi Jatim selalu tinggi, terlebih bagi dua basis suporter besar di Jawa Timur.

Meski begitu, pembatasan jumlah tiket dianggap perlu untuk menjaga kondusivitas suasana pertandingan yang kerap sarat gengsi dan tekanan.

Persik Kediri terpaksa menjadi tim musafir saat menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-12 Super League.

Klub berjulukan Macan Putih itu dipastikan tidak bisa menggunakan Stadion Brawijaya karena venue kebanggaan publik Kediri tersebut masih dalam tahap akhir renovasi.

Kondisi stadion yang dinilai belum layak dipakai pertandingan resmi membuat panpel harus mencari alternatif lokasi lain.

Dampaknya, Persik harus melakukan perjalanan lebih jauh untuk menjalani laga kandang penting melawan rival klasiknya.

Stadion Gelora Joko Samudro di Kabupaten Gresik akhirnya dipilih sebagai venue pelaksanaan pertandingan.

Keputusan ini diambil lantaran stadion tersebut dianggap lebih siap dan memenuhi standar keamanan pertandingan besar.

Namun jarak lebih dari 120 kilometer antara Kediri dan Gresik membuat sebagian pendukung Macan Putih harus mempertimbangkan ulang rencana keberangkatan.

Dengan kuota terbatas, tidak semua Persikmania bisa hadir langsung memberikan dukungan di tribun.

Tri Widodo, Panitia Pelaksana Pertandingan Persik Kediri, menegaskan keputusan memindahkan laga dilakukan agar pertandingan tetap berlangsung sesuai jadwal resmi liga.

Ia menyebut pilihan yang tersedia sangat terbatas sehingga solusi terbaik adalah meminjam stadion yang siap pakai.

“Kami tidak punya banyak pilihan selain meminjam Stadion Gelora Joko Samudro agar laga tetap bisa digelar sesuai jadwal,” jelas Tri Widodo.

Menurutnya, aspek keamanan dan kelancaran pertandingan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan.

Ia menambahkan Persik berusaha patuh terhadap seluruh arahan dari penyelenggara kompetisi dan pihak keamanan.

“Meski kondisi ini cukup memberatkan klub, kami berusaha tetap mematuhi seluruh aturan demi kelancaran pertandingan,” imbuhnya.

Pembatasan kuota 2.500 tiket hanya untuk warga ber-KTP Kediri dilakukan demi memastikan identitas suporter yang hadir lebih mudah terverifikasi.

Hal ini sekaligus untuk mengurangi potensi gesekan dengan kelompok suporter dari luar daerah.

Absennya suporter Persebaya Surabaya, Bonek dan Bonita, juga merupakan bagian dari kesepakatan keamanan. Derbi penuh tensi ini kerap membutuhkan pengawalan ekstra agar tidak terjadi mobilisasi suporter dalam jumlah masif.

Panpel bersama aparat keamanan telah menyiapkan rute perjalanan khusus bagi rombongan Persikmania menuju Gresik. Pengaturan teknis ini dilakukan guna menghindari penumpukan massa dan memastikan perjalanan tetap kondusif.

Di beberapa titik, pihak keamanan akan melakukan penyekatan serta pemeriksaan sebagai upaya mencegah masuknya suporter tamu yang tidak diperbolehkan hadir.

Hal ini bukan untuk membatasi ruang gerak, melainkan menjaga agar atmosfer pertandingan berlangsung aman dan terkendali.

Persikmania dari berbagai komunitas disebut telah memahami situasi yang ada dan siap mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

Koordinasi internal juga terus dilakukan demi memastikan dukungan tetap maksimal meskipun dari jarak yang tidak dekat.

Pertandingan ini tetap memiliki arti besar bagi Persik maupun Persebaya Surabaya, kendati atmosfer tribun tidak seutuh biasanya.

Derbi Jatim selalu menyimpan cerita rivalitas panjang, kebanggaan daerah, dan euforia emosional yang sulit dipisahkan dari kultur sepak bola Jawa Timur.

Meski kondisi kurang ideal, Persik bertekad memberikan penampilan terbaik di kandang pinjaman tersebut.

Semangat dukungan penuh dari 2.500 Persikmania yang berhasil mengantongi tiket diharapkan mampu menjadi energi tambahan di tribun.

Di sisi lain, absennya suporter Persebaya Surabaya diprediksi akan mengubah dinamika pertandingan dari sisi atmosfer. Namun intensitas persaingan di lapangan tetap diyakini tidak akan berkurang sedikit pun.

Pertandingan Persik vs Persebaya Surabaya ini bukan sekadar laga biasa, melainkan pertemuan penuh gengsi yang melibatkan harga diri klub dan loyalitas pendukungnya.

Meski dibatasi, gairah Derbi Jawa Timur diyakini tetap membara di Gelora Joko Samudro.

Dengan seluruh tiket sudah habis, perjalanan suporter yang terpilih akan menjadi bagian penting dari cerita pertandingan ini.

Publik Kediri dan Gresik kini tinggal menunggu momen kick-off yang dipastikan berlangsung panas namun tetap dalam koridor sportif.

EDITOR: Banu Adikara