← Beranda
Senjata Rahasia Eduardo Perez di Persebaya Surabaya! Punya Pemain Muda Andalan Jelang Lawan Persik Kediri
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 6 November 2025 | 16.11 WIB
Pemain muda Persebaya Surabaya terus berlatih keras jelang hadapi Persik Kediri, Jumat (7/11/2025). (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya punya senjata yang mulai menarik perhatian memasuki pekan ke-12 Super League 2025/2026 musim ini. Bukan soal strategi atau formasi unik, melainkan keberanian Eduardo Perez mempercayakan tempat di tim utama kepada para pemain muda jebolan akademi sendiri jelang menghadapi Persik Kediri dalam Derbi Jatim.

Dua nama yang mencuri sorotan adalah Sadida Nugraha dan Ichas Baihaqi yang tampil saat Persebaya Surabaya menang 2-1 atas Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo.

Keduanya tampil tanpa rasa canggung meski baru berusia 17 tahun dan menjalani atmosfer kompetisi tertinggi untuk pertama kalinya.

Eduardo menilai kehadiran Sadida dan Ichas tidak hanya menambah kedalaman skuad.

Energi muda keduanya memberi dinamika berbeda di lapangan, terutama dalam momentum pertandingan yang membutuhkan kecepatan transisi dan agresivitas.

Pelatih asal Spanyol tersebut mengungkap pihaknya memang sedang menjalankan proyek regenerasi tim yang dilakukan secara bertahap.

Ia ingin memberikan ruang tumbuh kepada para pemain muda tanpa menempatkan mereka dalam tekanan yang berlebihan.

“Mereka pemain muda yang baik, apalagi berasal dari internal Persebaya. Mereka baru berusia 17 tahun tapi memiliki kualitas,” ujar Eduardo usai laga.

Baginya, memberi kesempatan bermain bukan sekadar simbol pembinaan.

Ia ingin melihat bagaimana mental dan karakter mereka saat menghadapi pertandingan yang penuh tensi dan ekspektasi dari ribuan pendukung Green Force.

“Apa salahnya saya mencoba menurunkan mereka untuk melihat bagaimana permainan mereka,” imbuh Eduardo Perez.

“Kami akan memainkan empat pemain dari akademi ke tim utama, tetapi harus dilakukan bertahap karena tidak mudah bermain di sini dengan tekanan dan segalanya.”

Eduardo mengatakan empat pemain akademi telah disiapkan untuk masuk ke tim utama musim ini.

Namun prosesnya tidak bisa dilakukan sekaligus karena setiap pemain butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan intensitas liga profesional.

Persebaya Surabaya sendiri musim ini mempromosikan lima nama muda dari program Elite Pro Academy.

Mereka adalah Sadida Nugraha Putra, Ichas Baihaqi, Dimas Wicaksono, Sheva Kardanu, dan M. Ilham Al Arif yang diharapkan menjadi tulang punggung masa depan klub.

Manajemen memberi ruang luas agar para pemain muda tersebut berkembang di lingkungan kompetitif.

Kepercayaan ini menjadi bukti komitmen Persebaya Surabaya untuk tetap mempertahankan DNA pembinaan internal yang sudah dikenal kuat sejak era dahulu.

Munculnya talenta muda juga memberi angin segar di tengah kalender kompetisi yang padat. Eduard menyadari satu musim penuh tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemain inti tanpa rotasi.

Sadida misalnya menunjukkan keberanian dalam duel satu lawan satu dan mobilitas tinggi di sisi lapangan. Sementara Ichas tampil tenang dalam mengalirkan bola dan cerdas membaca situasi permainan.

Performa tersebut memberi sinyal positif jelang laga kontra Persik Kediri yang akan berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (7/11/2025) malam.

Persebaya Surabaya membutuhkan kedalaman dan variasi karena Persik dikenal punya permainan cepat dan agresif terutama saat bermain dalam atmosfer Derbi Jatim.

Meskipun pertandingan digelar di Gresik, tensi tetap dipastikan tinggi karena kedua klub membawa rivalitas sejarah yang panjang.

Eduardo tampaknya akan kembali memberi menit bermain kepada pemain muda tergantung kebutuhan laga.

Keberanian memainkan talenta akademi bukan hanya soal taktikal, tetapi juga pesan emosional bagi publik Surabaya.

Persebaya Surabaya ingin menunjukkan identitasnya sebagai klub yang memberi ruang tumbuh bagi anak-anak daerah sendiri.

Semangat regenerasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk masa depan Green Force. Dengan kompetisi yang semakin kompetitif, ketersediaan pemain muda berkualitas menjadi nilai strategis jangka panjang.

Kini publik menantikan apakah Sadida, Ichas, atau nama muda lain akan kembali mendapat kesempatan di laga melawan Persik. Jika diberi kepercayaan lagi, bukan tidak mungkin keduanya menjadi kejutan menyenangkan di Derbi Jatim.

Eduardo memegang kunci penting dalam menyatukan pemain senior dan junior dalam satu harmoni.

Ia ingin para pemain muda belajar dari para pemain yang lebih berpengalaman, tapi tetap memiliki ruang berekspresi sesuai karakter permainan mereka.

Persebaya Surabaya memasuki laga ini dengan modal kemenangan dan kepercayaan diri yang meningkat. Energi muda yang muncul menjadi tambahan amunisi yang tidak dimiliki banyak tim lain di liga saat ini.

Senjata rahasia tersebut kini tinggal menunggu momen untuk meledak sepenuhnya. Dan Derbi Jatim bisa menjadi panggung terbaik bagi para anak muda Green Force menunjukkan jati diri mereka.

EDITOR: Banu Adikara