← Beranda
Persebaya Surabaya Kembali Menang, Namun Kehilangan Leo Lelis Jelang Duel Kontra Arema FC
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 6 November 2025 | 03.42 WIB
Leo Lelis saat membela Persebaya Surabaya, dia diperkirakan absen lawan Arema FC di pekan ke-13. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com—Persebaya Surabaya baru saja memutus tren tanpa kemenangan. Tapi kabar kurang sedap langsung menyertai momentum kebangkitan itu.

Green Force ketiban apes jelang duel panas kontra Arema FC di pekan ke-13 usai lawan Persik Kediri di pekan ke-12. Satu pilar di lini belakang, Leo Lelis, diperkirakan harus menepi lebih lama. 

Dalam pertandingan pekan ke-11 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11) malam, Persebaya mengamankan kemenangan 2-1 atas Persis Solo.

Hasil tersebut sangat berarti karena tiga laga sebelumnya Green Force tak pernah meraih tiga poin. Persis sempat memimpin lebih dulu melalui lesakan Kodai Tanaka pada menit ke-15.

Namun, Persebaya mampu bangkit melalui gol Mihailo Perovic di akhir babak pertama dan sontekan Francisco Rivera pada menit ke-52. Kemenangan ini memberi angin segar bagi Persebaya yang masih terus mencari konsistensi permainan.

Secara performa kolektif, Eduardo Perez menilai timnya masih bekerja keras untuk tampil lebih atraktif dan efektif di setiap lini. Dia mengapresiasi kerja keras para pemain yang tetap berupaya membalikkan keadaan hingga peluit akhir.

“Kami tahu laga ini sulit dan penuh tekanan,” ujar Eduardo Perez. 

Bruno Moreira turut merasa lega dengan kemenangan penting ini. Meski begitu, gelandang asal Brasil tersebut menegaskan tim masih lapar dan bertekad terus mengumpulkan poin pada laga-laga berikutnya.

Tambahan tiga poin membuat Persebaya naik ke peringkat 9 klasemen sementara dengan total 14 poin. Persebaya kini bersiap menghadapi laga tandang kontra Persik Kediri pada Jumat (7/11).

Namun, di tengah persiapan tersebut, Persebaya justru kehilangan salah satu pemain kuncinya di sektor pertahanan. Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi tambahan kepada Leo Lelis setelah kartu merah yang diterima saat melawan PSBS Biak pada 24 Oktober 2025.

Dalam hasil sidang Komdis PSSI tertanggal 30 Oktober 2025, Lelis dinilai melakukan pelanggaran serius. Dia dianggap bertindak kasar lewat tekel keras hingga harus meninggalkan lapangan dengan kartu merah langsung.

Komdis menjatuhkan tambahan larangan bermain selama dua pertandingan serta denda Rp 10.000.000. Jika dihitung berurutan, Lelis sudah absen saat Persebaya menghadapi Persis Solo dan juga dipastikan tidak bisa tampil kontra Persik Kediri.

Artinya, larangan ini pun berimbas pada laga penuh gengsi berikutnya di pekan ke-13. Lelis juga dipastikan absen dalam duel klasik penuh rivalitas kontra Arema FC.

Situasi ini terasa ironis karena laga melawan Arema FC selalu menjadi salah satu pertandingan paling krusial bagi Persebaya. Kehilangan pemimpin lini belakang tentu bukan kabar yang ingin didengar pendukung Green Force dalam situasi tim yang masih mencari stabilitas.

Fanbase Bonek di media sosial juga langsung menyoroti hukuman tersebut. Akun @onlinepersebaya menegaskan Lelis harus menepi di tiga laga beruntun lawan Persis Solo, Persik Kediri, dan Arema FC.

“Diganjar kartu merah langsung saat melawan PSBS Biak, Leo Lelis mendapatkan hukuman tambahan dari Komdis PSSI yakni larangan bermain sebanyak 2 pertandingan dan denda Rp 10.000.000,” tulis @onlinepersebaya.

“Artinya Leo Lelis total absen sebanyak 3 pertandingan saat Persebaya berhadapan dengan Persis Solo, Persik Kediri, dan Arema FC,” lanjutnya.

Kondisi ini membuat Eduardo Perez harus memutar otak untuk menambal sektor pertahanan. Absennya Lelis bukan hanya soal kekuatan fisik dan duel udara, tetapi juga soal ketenangan dan pengalaman dalam membaca arus serangan lawan.

Persebaya masih memiliki opsi rotasi pemain belakang, tetapi karakter kepemimpinan Lelis sulit tergantikan dalam waktu singkat. Kecermatan pemilihan komposisi tim menjadi pekerjaan penting jelang laga-laga ketat ke depan.

Sementara itu, bagi Lelis, momen ini menjadi konsekuensi yang harus diterimanya. Dia harus menepi dan menunggu hingga masa sanksi selesai untuk kembali memperkuat Green Force.

Persebaya kini tidak hanya fokus menjaga momentum kemenangan, tetapi juga memastikan stabilitas mental dan organisasi permainan tanpa Lelis. Laga kontra Persik dan Arema FC akan menjadi ujian besar kedalaman skuad Eduardo Perez.

Jika Persebaya mampu melewati periode ini dengan baik, momentum kebangkitan bisa berlanjut dan meningkatkan kepercayaan diri tim. Namun, jika tidak, absennya Lelis bisa terasa sangat krusial di fase kompetisi yang semakin ketat.

Persebaya kini harus membuktikan mereka tidak bergantung pada satu pemain. Kompetisi panjang menuntut adaptasi cepat, kontinuitas, dan konsistensi kerja keras dalam setiap pertandingan.

Sementara para pendukung hanya bisa berharap, situasi ini menjadi pemicu naiknya motivasi seluruh skuad. Persebaya wajib tampil efektif, terencana, dan lebih solid untuk menjaga momentum.

Absennya Leo Lelis mungkin terasa sangat berat, tetapi justru inilah momen karakter tim diuji. Ketika satu pemain jatuh, tim harus berdiri lebih tinggi.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah