JawaPos.com — Persik Kediri mempersiapkan laga panas dengan ambisi besar untuk menjegal kekuatan Persebaya Surabaya di kandang sendiri. Ong Kim Swee menegaskan partai lanjutan Super League 2025/2026 ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momen penting untuk memperbaiki posisi tim yang belum ideal.
Kondisi Persik sedang tidak dalam situasi terbaik setelah menelan kekalahan saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan yang terasa, apalagi disertai insiden kartu merah yang membuat permainan tak berkembang sesuai rencana.
Ong meminta para pemainnya bangkit, lebih disiplin, dan tidak mengulang kesalahan serupa.
Ia menilai hal terpenting adalah menghindari kebobolan lebih dulu karena hal tersebut akan memberikan tekanan psikologis dan memengaruhi ritme permainan tim.
“Apa yang terjadi di Jogja harus jadi pelajaran, terutama soal kartu merah. Kita harus lebih fokus sejak, terutama di babak kedua, sejak menit pertama hingga menit akhir,” tegasnya, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, pengalaman di Jogja harus menjadi bahan evaluasi mendalam, terutama soal kontrol emosi dan fokus permainan di setiap menit.
Babak kedua menjadi titik sorotan karena di momen itulah sering terjadi hilangnya konsentrasi yang merugikan tim.
Pelatih asal Malaysia tersebut menekankan pentingnya determinasi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
Persik harus menunjukkan intensitas, keberanian, dan tekanan agresif agar Persebaya Surabaya tidak memiliki ruang untuk mengontrol laga.
Situasi klasemen membuat pertandingan ini semakin krusial bagi Macan Putih.
Posisi mereka di liga belum sesuai ekspektasi pendukung, klub, maupun dirinya sebagai pelatih yang datang dengan misi membawa stabilitas dan progres permainan.
Ong tak ingin timnya hanya bermain aman dan menunggu. Ia meminta para pemain tampil proaktif, percaya diri, dan tetap mengusung permainan menyerang namun terorganisasi.
Meski harus menghadapi Persebaya Surabaya yang sedang dalam tren positif, Ong menegaskan sikap optimistis tetap harus dipelihara.
Ia percaya setiap pertandingan dimulai dengan peluang yang sama, tergantung bagaimana tim mempersiapkan mental dan eksekusi taktik.
“Pemain harus bangkit kembali setelah kekalahan dari PSIM. Kita tidak boleh kebobolan terlebih dahulu karena hal itu akan memberikan tekanan besar bagi tim” ujarnya.
Baginya, mental juang adalah fondasi utama sebelum bicara soal strategi atau skema permainan.
Persik juga diharapkan mampu memaksimalkan dukungan publik Kediri yang selalu menjadi energi tambahan.
Bermain di rumah sendiri memberi momentum untuk menekan lawan sejak awal, memaksa Persebaya Surabaya berada dalam situasi tertekan.
Laga ini sekaligus menjadi adu strategi dua pelatih dengan pendekatan berbeda.
Ong Kim Swee dikenal dengan struktur permainan terukur dan kontrol ritme, sementara Eduardo Perez membawa Persebaya Surabaya tampil lepas dengan intensitas tinggi.
Bagi Ong, kunci pertandingan terletak pada keseimbangan antara disiplin bertahan dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
Ia ingin pertahanan Persik tidak mudah ditembus, sekaligus barisan serang mampu memaksimalkan setiap momen kecil yang menentukan hasil.
Satu kesalahan kecil bisa menjadi titik balik dalam laga sebesar ini. Karena itu, konsentrasi penuh sejak menit pertama hingga peluit akhir menjadi syarat mutlak yang tak bisa ditawar.
Persik telah menghabiskan sesi latihan dengan fokus pada transisi cepat, pola pressing, dan peningkatan komunikasi antar lini.
Ong juga memberi perhatian khusus pada mentalitas pemain agar tidak panik ketika menghadapi tekanan lawan.
“Posisi kita di Liga sekarang bukanlah posisi yang bagus. Kita harus mulai mendapatkan poin-poin penting,” ungkapnya.
“Kita tidak boleh kehilangan keyakinan. Kita harus memberikan tekanan kepada mereka sejak awal,” pungkasnya.
Dukungan suporter akan menjadi nyawa tim di pertandingan ini, dan atmosfer stadion diprediksi membara sejak tim memasuki lapangan.
Persik ingin memastikan kandang tetap menjadi benteng yang sulit ditembus siapa pun, termasuk Persebaya Surabaya yang sedang percaya diri.
Ong menyadari pertandingan ini tidak hanya soal tiga poin, melainkan juga soal cara tim menunjukkan identitas dan keberanian.
Ia ingin publik Kediri melihat Persik masih punya daya saing dan tidak mudah menyerah dalam situasi sulit.
Dengan kerja keras, disiplin, dan keyakinan, Persik ingin menjadikan laga ini titik balik menuju hasil-hasil positif berikutnya. Persebaya Surabaya mungkin sedang on fire, namun Persik pun datang dengan tekad kuat untuk membalik keadaan.
Kini tinggal bagaimana implementasi di lapangan berjalan sesuai arahan sang pelatih. Laga nanti akan menjadi pembuktian apakah misi besar itu mampu terwujud atau hanya berhenti sebagai harapan.