JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menunjukkan mental baja di bawah asuhan Eduardo Perez. Kemenangan 2-1 atas Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025) malam, menjadi bukti Green Force mulai menemukan ritme permainan yang stabil dan produktif.
Meski sempat tertinggal lebih dulu, Persebaya Surabaya mampu membalikkan keadaan dengan dua gol cantik dari Mihailo Perovic dan Francisco Rivera.
Hasil ini bukan hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga mengukuhkan peran penting lima pemain yang jadi motor assist di era Perez musim ini.
Green Force kini menempati posisi kedelapan klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 14 poin.
Perjalanan panjang masih menanti, tetapi performa kolektif tim yang mulai padu membuat harapan Bonek untuk melihat tim kesayangan mereka bersaing di papan atas kembali menyala.
Dari balik kemenangan ini, muncul lima nama yang berperan besar lewat kontribusi assist mereka.
Mereka adalah Francisco Rivera, Gali Freitas, Arief Catur, Bruno Moreira, dan Malik Risaldi — lima pemain yang tak hanya jadi pilihan utama Perez, tapi juga penentu alur serangan Persebaya Surabaya.
Francisco Rivera menempati posisi teratas sebagai penyumbang assist terbanyak sejauh ini dengan tiga umpan berbuah gol.
Gelandang serang asal Meksiko itu menjadi otak permainan di lini tengah dan terus membuktikan diri sebagai pemain yang tak tergantikan.
Rivera tak hanya kreatif mengatur tempo, tapi juga lihai membaca celah di lini belakang lawan. Umpan-umpan terukurnya kerap membuka ruang bagi Perovic dan rekan-rekan untuk menciptakan peluang berbahaya.
Eduardo Perez tampak memberi kebebasan penuh pada Rivera untuk berkreasi di area sepertiga akhir lapangan. Hasilnya terlihat jelas, Persebaya Surabaya jauh lebih hidup ketika Rivera berada di lapangan dibanding saat ia absen.
Selain Rivera, ada Gali Freitas yang tampil konsisten di sisi kiri serangan. Pemain asal Timor Leste itu sudah mengoleksi dua assist dan menjadi senjata andalan Green Force dalam melakukan penetrasi dari sayap.
Gali dikenal punya kecepatan dan keberanian dalam menantang bek lawan satu lawan satu. Aksi-aksinya kerap membuat pertahanan lawan kerepotan, sementara umpan silangnya sering jadi kunci terciptanya peluang emas.
Di sisi kanan, ada Arief Catur yang tampil impresif meski berposisi sebagai bek. Dua assist yang dicatatkannya membuktikan peran penting fullback modern dalam pola permainan ofensif Perez.
Arief tak hanya kuat bertahan, tapi juga rajin membantu serangan lewat overlap cepat yang menambah variasi permainan. Kontribusinya membuat lini serang Persebaya Surabaya lebih dinamis dan sulit ditebak.
Sementara itu, Bruno Moreira juga mencatatkan satu assist penting musim ini. Pemain sayap kiri ini dikenal memiliki visi bermain yang tajam dan kemampuan menempatkan bola di area berbahaya dengan presisi tinggi.
Bruno kerap jadi pengganti Gali Freitas atau tandem fleksibel di sisi kiri, tergantung kebutuhan taktik.
Meski baru menyumbang satu assist, kehadirannya memberi kedalaman skuad yang dibutuhkan Persebaya Surabaya dalam jadwal padat Super League.
Nama terakhir dalam daftar lima raja assist adalah Malik Risaldi. Pemain sayap kanan yang enerjik ini menjadi salah satu motor kecepatan Green Force saat melakukan serangan balik cepat.
Malik dikenal punya determinasi tinggi dan keberanian menusuk ke kotak penalti lawan. Meski baru menyumbang satu assist, kontribusinya di sisi kanan membuat Persebaya Surabaya memiliki keseimbangan serangan dari dua sayap.
Performa kelima pemain ini memperlihatkan bagaimana Persebaya Surabaya di era Eduardo Perez tampil lebih kolektif dan terorganisir.
Tak ada lagi ketergantungan pada satu pemain, karena setiap lini mampu menciptakan peluang dan membangun serangan dengan efektif.
Perez tampak sukses membangun harmoni di antara para pemainnya melalui kombinasi pengalaman dan kecepatan.
Pola permainan berbasis penguasaan bola dengan transisi cepat menjadi ciri khas yang mulai melekat di Green Force musim ini.
Kemenangan atas Persis Solo pun menjadi bukti nyata efektivitas sistem tersebut.
Ketika Rivera mengatur irama, Gali dan Malik menyerang lewat sisi sayap, sementara Arief dan Bruno memberi dukungan ekstra dari lini belakang, Persebaya Surabaya tampil lebih menekan dan berani mengambil risiko.
Bagi Bonek, melihat lima pemain ini tampil kompak tentu jadi harapan besar untuk sisa musim. Mereka bukan hanya raja assist, tapi juga simbol kreativitas dan kerja keras tim yang tengah bangkit dari masa sulit.
Musim masih panjang, namun jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Persebaya Surabaya kembali menjadi ancaman serius di papan atas Super League 2025/2026.
Di tengah permainan yang terus berkembang, satu hal jelas: Francisco Rivera tetap tak tergantikan di lapangan.