JawaPos.com — Bruno Moreira menorehkan tonggak bersejarah dalam perjalanan kariernya bersama Persebaya Surabaya. Kapten asal Brasil itu resmi mencatatkan laga ke-100 saat Green Force menumbangkan Persis Solo 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu malam, sekaligus mempertegas statusnya sebagai ikon baru tim kebanggaan Bonek dan Bonita.
Momen spesial itu menjadi bukti konsistensi Bruno sejak pertama kali mengenakan seragam hijau Persebaya Surabaya.
Dalam empat musim terakhir, ia selalu tampil dengan determinasi tinggi, menjadi motor serangan sekaligus inspirasi bagi rekan setim di lapangan.
Bruno mengaku bangga bisa mencapai angka 100 bersama klub yang telah memberinya ruang besar untuk berkembang. Ia menyebut pencapaian ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru kariernya di Surabaya.
“Saya berharap bisa menjadi legenda, tapi itu bukan tujuan utama saya. Hal itu akan datang sendiri jika saya melakukan hal yang benar di dalam dan di luar lapangan,” ujar Bruno usai pertandingan penuh emosi tersebut.
Ucapan itu mencerminkan karakter pemimpin sejati yang tak hanya mengejar pencapaian pribadi. Bagi Bruno, loyalitas dan kerja keras demi crest di dada jauh lebih penting dari sekadar statistik.
Sejak datang pada pertengahan 2023, Bruno langsung menjadi figur sentral dalam skuad Green Force. Dengan kemampuan bermain di sayap kiri, kanan, hingga posisi gelandang serang, ia dikenal serba bisa dan selalu tampil militan.
Hingga pekan ke-11 musim 2025/2026, pemain berusia 26 tahun ini sudah mengoleksi tiga gol dan sejumlah assist penting.
Perannya kerap menentukan hasil akhir pertandingan, termasuk saat Persebaya Surabaya mencuri poin dari laga-laga berat.
Data mencatat, Bruno telah tampil 100 kali di semua ajang sejak debutnya pada musim 2021/2022. Dalam periode tersebut, ia menyumbang total 30 gol dan 11 assist, catatan impresif untuk pemain yang tak selalu bermain sebagai striker murni.
Pada musim perdananya, Bruno tampil 29 kali dan mencetak tujuh gol dengan tiga assist. Ia juga mencatat satu kartu merah yang menjadi pelajaran penting dalam proses adaptasi bersama tim.
Musim 2023/2024 menjadi salah satu puncak performanya bersama Persebaya. Ia tampil 31 kali, mengemas 10 gol dan empat assist, serta menjadi tumpuan utama di lini depan Green Force.
Bruno mempertahankan konsistensi itu pada musim berikutnya dengan jumlah gol serupa.
Bedanya, ia menunjukkan kedewasaan bermain yang lebih matang, meski sempat mengoleksi beberapa kartu kuning karena gaya mainnya yang agresif.
Musim ini, ia masih jadi pemain kunci dengan delapan penampilan dan tiga gol hingga pekan ke-11. Catatan tersebut membuatnya terus mendekati posisi legenda-legenda Persebaya terdahulu yang dikenal loyal dan berkarakter.
Bruno tak hanya dikenal lewat kontribusi di lapangan, tetapi juga lewat sikap rendah hati di luar pertandingan. Ia selalu menekankan pentingnya kerja tim dan dukungan suporter sebagai energi utama dalam setiap laga.
“Semoga prestasi Persebaya akan jauh lebih baik dari sebelumnya,” ucapnya dengan mata berbinar.
Momen pertama tampil di depan puluhan ribu Bonek disebut Bruno sebagai pengalaman yang tak akan pernah ia lupakan. Sorak dan nyanyian dari tribun membuatnya jatuh cinta pada atmosfer sepak bola Surabaya.
Bruno pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan kariernya di Indonesia. Ia menegaskan, tanpa bantuan rekan setim dan staf pelatih, pencapaian 100 laga tak akan pernah tercapai.
Pernyataan itu menegaskan visi Bruno yang lebih besar dari sekadar ambisi pribadi. Ia ingin menjadi bagian dari sejarah panjang klub dan membawa Persebaya Surabaya kembali ke papan atas Liga Indonesia.
Dengan torehan statistik dan loyalitas yang ia tunjukkan, Bonek kini punya alasan kuat menaruh harapan besar padanya.
Di usia muda dan dengan performa yang terus meningkat, Bruno berpotensi menorehkan rekor-rekor baru di masa depan.
Laga ke-100 bukan sekadar angka bagi Bruno Moreira. Itu simbol dedikasi, kerja keras, dan kecintaan pada Persebaya Surabaya yang tak bisa diukur dengan statistik semata.
Kini, Bonek boleh bermimpi memiliki legenda baru di Stadion Gelora Bung Tomo. Seorang kapten yang tak hanya mencetak gol, tapi juga menanamkan semangat juang dan cinta tanpa syarat untuk Green Force.