← Beranda

Misi Besar Sang Kapten Muda, Bruno Moreira: Pimpin Kebangkitan Persebaya Lawan Persis!

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 1 November 2025 | 20.49 WIB
Gol kapten Persebaya Surabaya Bruno Moreira bikin Dewa United tak pernah rasakan clean sheet. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com-Bruno Moreira kini berdiri di barisan terdepan Persebaya Surabaya, bukan hanya sebagai pemain asing andalan, tapi juga pemimpin di lapangan. Perjalanan kariernya di Green Force berubah drastis, dari sosok yang dulu banyak belajar dan butuh arahan, kini menjadi panutan bagi rekan-rekan setimnya.

Status kapten yang kini disandang Bruno bukan hadiah instan, melainkan hasil dari proses panjang dan pembuktian diri di setiap laga.

Ia bukan hanya diharapkan jadi motor serangan, tetapi juga menjadi figur yang menenangkan ruang ganti di tengah tekanan berat yang sedang melanda tim.

Tiga laga tanpa kemenangan membuat atmosfer Persebaya Surabaya terasa tegang jelang laga kontra Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025).

Tim kebanggaan Kota Pahlawan itu belum mampu menunjukkan konsistensi yang diharapkan Bonek dalam lanjutan Super League 2025/2026.

Dalam tiga pertandingan terakhir, Persebaya Surabaya hanya mampu memetik dua hasil imbang dan satu kekalahan.

Mereka bermain 1-1 di markas Dewa United (26 September 2025), kalah 1-3 dari Persija Jakarta di kandang sendiri (18 Oktober 2025), lalu ditahan imbang 0-0 oleh PSBS Biak (24 Oktober 2025).

Rangkaian hasil tersebut membuat Green Force terperosok ke peringkat ke-10 klasemen sementara dengan koleksi 11 poin dari delapan laga.

Situasi ini jelas menambah tekanan bagi tim sekaligus menjadi ujian berat bagi Bruno dalam perannya sebagai kapten.

Namun, pemain asal Brasil itu memilih menghadapi situasi sulit ini dengan sikap dewasa dan tenang.

Ia memahami betul arti tanggung jawab yang kini diembannya, apalagi dengan statusnya sebagai salah satu pemain senior di skuad asuhan Eduardo Perez itu.

“Ya, sangat spesial, karena ketika saya masih muda, saya melihat kapten selalu sebagai contoh,” ucap Bruno, Sabtu (1/11/2025).

“Dan ini yang saya coba lakukan di sini (ketika ditunjuk sebagai kapten), terutama bagi pemain muda, bukan dengan berbicara, tapi dengan memberikan contoh yang baik, itulah yang coba saya lakukan.”

Kalimat sederhana itu menggambarkan filosofi kepemimpinan yang ia pegang. Bruno tak ingin menjadi sosok vokal yang hanya memberi instruksi, melainkan pemimpin yang menginspirasi lewat tindakan di lapangan.

Baginya, jabatan kapten bukan sekadar ban di lengan. Lebih dari itu, menjadi kapten berarti menjaga semangat tim, menyatukan ruang ganti, dan memastikan setiap pemain berjuang untuk lambang di dada mereka.

Bruno juga tak menutupi peran ini memberinya tekanan tambahan. Namun, ia justru menjadikan tanggung jawab itu sebagai motivasi untuk tampil lebih baik dan menularkan energi positif kepada rekan-rekan setimnya.

“Tentu saja kadang-kadang saya membuat kesalahan, tapi itu normal, dan ya, ini adalah pertandingan istimewa bagi saya, sebagai kapten juga, dan seperti yang saya katakan, saya harap kita bisa mendapatkan 3 poin,” lanjutnya dengan nada optimistis.

Perkataan itu mencerminkan kedewasaan seorang pemain yang sudah melewati fase jatuh bangun dalam kariernya.

Bruno tahu betul bagaimana rasanya menjadi pemain muda yang haus bimbingan, dan kini ia berada di posisi untuk memberi hal yang sama kepada generasi berikutnya.

Sikapnya di lapangan sering jadi contoh bagi pemain muda seperti Andre Oktaviansyah dan Riswan Lauhim.

Saat tim kehilangan fokus, Bruno menjadi sosok pertama yang menenangkan dan membangkitkan semangat mereka agar tetap percaya diri.

Di tengah tekanan hasil buruk, sosok seperti Bruno sangat dibutuhkan.

Ia tak hanya mengandalkan kemampuan teknik tinggi, tapi juga kepribadian yang matang dan komitmen kuat untuk membawa Persebaya Surabaya kembali ke jalur kemenangan.

Bonek pun menaruh harapan besar padanya untuk menjadi simbol kebangkitan Green Force.

Dukungan suporter fanatik di Gelora Bung Tomo bisa menjadi energi tambahan bagi Bruno dan rekan-rekannya untuk memutus tren tanpa kemenangan.

Sementara itu, Persis Solo yang akan menjadi lawan datang dengan misi memperbaiki performa.

Dalam dua laga terakhir, Laskar Sambernyawa gagal meraih kemenangan setelah imbang melawan Malut United dan kalah dari Persib Bandung.

Meski begitu, Persebaya Surabaya tak ingin terlalu memikirkan lawan. Fokus mereka jelas: bangkit di depan publik sendiri dan mengembalikan kepercayaan diri yang sempat goyah.

Bruno Moreira paham, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah momentum pembuktian, baik bagi dirinya sebagai kapten baru, maupun bagi tim yang ingin kembali disegani di Super League 2025/2026.

Perjuangan Bruno dari pemain pendatang menjadi pemimpin tim menggambarkan semangat sejati seorang pejuang.

Dulu ia butuh bimbingan, kini justru menjadi teladan, sosok yang memikul tanggung jawab besar demi warna hijau yang dicintainya.

Jika Persebaya Surabaya mampu bangkit melawan Persis Solo, kemenangan itu akan terasa lebih manis bukan hanya karena tiga poin, tetapi juga karena lahirnya pemimpin sejati di tengah badai.

Seorang Bruno Moreira yang dulu belajar dari kapten lain, kini berdiri tegak sebagai inspirasi baru di ruang ganti Green Force.

EDITOR: Dinarsa Kurniawan