← Beranda
5 Fakta Persebaya Surabaya vs Persis Solo! 2 Pemain Inti Absen karena Kartu Merah, Lini Belakang Keropos
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 29 Oktober 2025 | 15.16 WIB
Persebaya Surabaya siap hadapi perlawanan Persis Solo di Gelora Bung Tomo. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persis Solo dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025). Laga ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan demi memperbaiki posisi di klasemen.

Bagi Green Force, pertandingan ini bukan sekadar laga kandang biasa. Ini adalah momen untuk bangkit setelah hasil minor di dua laga terakhir yang membuat kepercayaan diri tim sempat goyah.

Absennya 2 Pilar Lini Belakang

Namun, misi kebangkitan itu tidak akan mudah diwujudkan. Dua pemain andalan Persebaya Surabaya, Leo Lelis dan Mikel Tata, harus absen akibat kartu merah yang diterima dalam duel melawan PSBS Biak pekan lalu.

Absennya dua bek utama membuat lini pertahanan Persebaya Surabaya dalam kondisi darurat.

Pelatih Eduardo Perez kini dipaksa memutar otak untuk menambal kekosongan di jantung pertahanan agar tidak kembali kebobolan dengan mudah.

Selain dua pemain tersebut, Risto Mitrevski juga belum bisa tampil karena masih menjalani pemulihan cedera bahu.

Kondisi ini membuat lini belakang Green Force kehilangan hampir seluruh komponen utamanya menjelang laga penting kontra Persis Solo.

Tak Kehilangan Api Semangat

Eduardo Perez mengakui situasi ini cukup menantang bagi timnya.

Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu menegaskan tidak ingin menjadikan absennya para pemain inti sebagai alasan untuk tampil melempem di hadapan publik sendiri.

“Kami tahu di liga ini semua pertandingan sangat sulit. Setiap minggu, semua tim bisa saling mengalahkan,” ucap Eduardo dengan nada optimistis menjelang laga.

Eduardo memastikan sudah menyiapkan beberapa alternatif pemain untuk mengisi lini belakang yang ditinggal dua pilar pentingnya.

Ia menilai semangat para pemain pelapis tidak kalah besar untuk membuktikan diri di pertandingan penting ini.

“Meskipun dengan skuad terbatas, semangat para pemain tetap tinggi. Kami akan berjuang keras untuk mendapatkan tiga poin,” tegasnya.

Bangkit di Kandang Sendiri

Bermain di kandang sendiri menjadi modal besar bagi Persebaya Surabaya. Dukungan penuh Bonek di Gelora Bung Tomo diyakini bisa memompa semangat pemain untuk tampil agresif sejak menit pertama.

Eduardo menyadari tekanan di laga ini cukup besar setelah kekalahan 1–3 dari Persija Jakarta di kandang sebelumnya. Ia menilai kemenangan atas Persis bisa menjadi titik balik untuk mengembalikan moral tim yang sempat menurun.

“Kami ingin memberikan hasil terbaik untuk Bonek. Dukungan mereka selalu menjadi motivasi besar bagi kami,” ujar sang pelatih yang dikenal memiliki pendekatan emosional terhadap pemainnya itu.

Unggul Rekor Pertemuan

Secara statistik, Persebaya Surabaya memiliki catatan lebih baik dari Persis Solo. Dari lima pertemuan terakhir, Green Force mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali kalah.

Catatan itu tentu menjadi modal psikologis tersendiri bagi tim tuan rumah. Meski dalam kondisi pincang, rekor pertemuan tersebut bisa menjadi bahan motivasi tambahan agar tampil tanpa rasa gentar.

Fokus Taktik

Persis Solo dikenal memiliki permainan rapi dengan penguasaan bola tinggi. Tim asuhan Peter de Roo itu sering memanfaatkan celah dari pressing lawan untuk melancarkan serangan cepat dari sisi sayap.

Kelemahan di lini belakang Persebaya Surabaya menjadi celah yang bisa dieksploitasi oleh Persis. Karena itu, Eduardo dituntut cermat menyiapkan taktik agar tidak mudah terbuka saat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan.

Dengan keterbatasan skuad, Persebaya Surabaya kemungkinan tampil lebih fleksibel dalam formasi.

Kecepatan pemain sayap dan kemampuan transisi cepat dari lini tengah akan menjadi kunci untuk menciptakan peluang berbahaya.

Konsentrasi dan disiplin di setiap lini menjadi faktor penentu. Jika para pemain bisa menjaga fokus selama 90 menit penuh, peluang Persebaya Surabaya untuk mengamankan tiga poin di kandang terbuka lebar.

Bagi Bonek, laga ini lebih dari sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian kesetiaan dan semangat untuk terus mendukung tim kebanggaan mereka dalam kondisi apapun.

Atmosfer GBT diyakini akan menjadi lautan hijau penuh sorakan dukungan sejak menit pertama. Sorakan “Satu Nyali, Wani!” akan menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain muda yang diberi kesempatan tampil.

Meskipun kehilangan dua pemain inti karena kartu merah, semangat juang Persebaya Surabaya tidak surut.

Justru kondisi ini menjadi ajang pembuktian bagi skuad muda Green Force untuk menunjukkan karakter pantang menyerah di hadapan Bonek.

Jika mampu menaklukkan Persis Solo, kemenangan ini akan terasa lebih spesial.

Selain menjadi pelipur lara setelah kekalahan dari Persija, tiga poin di GBT bisa menjadi awal kebangkitan Persebaya Surabaya di paruh musim Super League 2025/2026.

Laga ini bukan hanya tentang strategi dan statistik, tetapi tentang mental dan semangat juang.

Dengan dukungan penuh ribuan Bonek, Persebaya Surabaya berpeluang menjadikan malam Minggu di Gelora Bung Tomo sebagai saksi kebangkitan Green Force.

EDITOR: Banu Adikara