← Beranda

Bonek Sambut Jakmania di Stasiun! Gaungkan Persaudaraan Suporter di Indonesia

Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 17 Oktober 2025 | 23.04 WIB
Bonek dan Jakmania saling merangkul di tribune menonton laga Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta. (Media Persija)
 

JawaPos.com — Suasana berbeda terlihat di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Kamis (16/10/2025) jelang laga panas antara Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta di pekan ke-9 Super League 2025/2026.

Bukannya ketegangan, justru kehangatan dan semangat persaudaraan terpancar saat Bonek menyambut kedatangan rombongan Jakmania yang datang untuk mendukung tim kesayangannya.

Pemandangan ini sontak menarik perhatian warganet. Di tengah rivalitas panjang antara dua tim besar itu, para suporter justru menampilkan sikap dewasa dan saling menghargai.

Tidak ada ejekan atau provokasi, hanya sambutan ramah dan pesan damai dari para Bonek untuk saudara mereka dari Jakarta.

Salah satu capo Bonek, @agus_bimbim_slengean yang akrab disapa Cak Tessy, menulis pesan penuh makna di media sosialnya.

“Jangan halangi Bonek The Jak bersaudara dulur mohon maaf. Biarkan semua suporter Indonesia mau bersaudara sama siapa aja bebas. Ingat musuhmu bukan musuhku dan musuhku bukan musuhmu,” tulisnya dengan emotikon hati hijau dan oranye yang melambangkan kedua kubu suporter.

Cak Tessy menegaskan sepak bola seharusnya menjadi wadah pemersatu, bukan alasan untuk bermusuhan.

Ia mengingatkan agar tidak ada lagi korban jiwa hanya karena fanatisme berlebihan di lapangan hijau.

“Sepak bola menyatukan kita semua dan jangan sampai kehilangan nyawa gara-gara sepak bola Indonesia. Matur suwon,” lanjutnya.

Tak hanya menyerukan damai, Cak Tessy juga tetap menunjukkan semangat mendukung tim kebanggaannya.

“Ayo ayo ayo PERSEBAYA bikin malu PERSIJA, pyswar tipis-tipis dulu gak usah baper. Tetap dijaga persaudaraan, kalah menang udah biasa, persaudaraan luar biasa,” ujarnya menegaskan persahabatan tak menghapus rivalitas sehat di atas lapangan.

Ia pun menutup pesannya dengan ajakan hangat untuk bertemu langsung dengan Jakmania.

“Sampai ketemu besok malam di stasiun dulur-dulur Bonek The Jak. Salam satu nyali wani dukung Persebaya jadi juara,” tulisnya disambut ribuan komentar positif dari warganet.

Unggahan itu menjadi simbol baru hubungan antara dua kelompok suporter besar di Tanah Air.

Dari yang dulu dikenal keras dan penuh rivalitas, kini berubah menjadi contoh kedewasaan dan solidaritas sesama pecinta sepak bola Indonesia.

Beragam komentar dari Bonek lain membanjiri unggahan tersebut.

Seorang suporter menulis penuh harap, “Kapan semuanya bisa saling damai, seluruh suporter Indonesia. Enak saling away, saling menghormati, saling damai, dan jangan ada benci lagi.”

Pesan itu menggambarkan kerinduan besar suporter akan sepak bola yang aman dan menyenangkan.

Komentar lain tak kalah antusias menyuarakan semangat persatuan.

“Hanya satu tujuan, bersatulah suporter Indonesia. Yang baper minggir dulu aja,” tulis seorang Bonek disertai deretan emotikon api dan hati. Energi positif itu menggambarkan semangat baru yang mulai tumbuh di kalangan suporter muda.

Tak sedikit pula yang merasa bangga melihat momen ini terjadi di Surabaya.

“Bangga… Semoga perdamaian ini tidak menghujat suporter lain ya,” tulis seorang warganet dengan emotikon doa. Sementara yang lain menambahkan, “Adem banget, ini baru suporter terbaik di dunia.”

Kehangatan itu bahkan digambarkan dengan sederhana oleh salah satu komentar, “MAKIN MESRA GINI CAK.”

Singkat, tapi penuh makna tentang bagaimana warna hijau dan oranye kini bisa berdampingan tanpa rasa curiga.

Momen ini terasa istimewa mengingat sejarah panjang rivalitas antara Bonek dan Jakmania.

Dua kelompok besar yang kerap disorot karena gesekan di masa lalu, kini justru memberi contoh bagaimana sportivitas dan saling menghormati bisa menjadi budaya baru di dunia suporter Indonesia.

Langkah Bonek menyambut Jakmania di stasiun menjadi sinyal positif untuk seluruh komunitas suporter di Tanah Air.

Ketika dua basis besar bisa duduk bersama, bercanda, dan saling menghormati, maka jalan menuju perdamaian antar suporter semakin terbuka lebar.

Bonek dan Jakmania kini bukan lagi sekadar dua kelompok pendukung tim besar, tapi simbol perubahan dalam wajah sepak bola nasional.

Mereka membuktikan cinta terhadap klub tak harus dibayar dengan kebencian terhadap lawan.

Momen di Stasiun Pasar Turi ini pun menjadi bukti fanatisme bisa tetap hangat tanpa harus memanas.

Persaudaraan di antara Bonek dan Jakmania menjadi oase di tengah panasnya kompetisi Super League, mengingatkan semua sepak bola sejatinya adalah hiburan dan ruang silaturahmi.

“Salam satu nyali, wani!” kini tak hanya berarti keberanian mendukung Persebaya Surabaya, tapi juga keberanian menjaga persaudaraan.

Dari Surabaya, pesan damai ini menggaung ke seluruh penjuru negeri, mengajak seluruh suporter Indonesia bersatu dalam semangat yang sama, mencintai sepak bola dengan hati yang lapang.

EDITOR: Edi Yulianto