← Beranda

Pernah di Persija Jakarta! Robertino Pugliara Kini Mengabdi di Persebaya Academy

Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 17 Oktober 2025 | 19.42 WIB
CEO Persebaya Azrul Ananda (ketiga kiri) bersama Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi (kanan) dan Football Director Persebaya Academy Robertino Pugliara (kedua kanan).
 

JawaPos.com — Nama Robertino Pugliara kembali jadi sorotan publik sepak bola Indonesia. Mantan gelandang elegan asal Argentina itu kini resmi bergabung dengan Persebaya Academy sebagai Football Director.

Kabar ini diumumkan langsung lewat akun resmi Instagram Persebaya Academy.

“Persebaya Academy proudly welcomes our new Football Director, Coach Robertino Pugliara,” tulis pihak akademi dalam unggahan yang langsung diserbu komentar Bonek.

Langkah ini menjadi sinyal kuat keseriusan Persebaya Surabaya dalam membangun fondasi pembinaan usia muda.

Sosok Robertino dinilai memiliki pengalaman dan visi yang selaras dengan semangat Green Force dalam membentuk pemain berbakat sejak dini.

Papito, sapaan akrab Robertino, menegaskan pendekatan akademi ini berfokus pada pembelajaran yang menyenangkan. Ia percaya anak-anak akan mencintai sepak bola jika mereka belajar dengan gembira, bukan dengan tekanan.

“Kami ingin anak-anak belajar sepak bola dengan cara yang menyenangkan, bukan dengan paksaan,” ujar Robertino.

“Mereka harus enjoy, karena dari situ muncul semangat dan cinta terhadap permainan ini,” tambahnya penuh semangat.

Konsep pembinaan yang diusung Persebaya Academy juga mengedepankan kurikulum yang komprehensif.

Selain teknik dasar dan pengambilan keputusan, para peserta juga mendapat pelatihan terkait situasi permainan yang realistis di lapangan.

Robertino menjelaskan, aspek non-teknis juga mendapat porsi besar dalam program akademi ini.

Setiap pemain muda diajarkan pentingnya nutrisi, kesehatan atlet, serta manajemen diri agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan disiplin.

Bagi Robertino, sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan media pembentukan karakter. Ia ingin akademi ini menjadi tempat anak-anak belajar nilai-nilai seperti tanggung jawab, kerja sama, dan disiplin.

“Kami ingin anak-anak belajar menjadi manusia yang lebih baik, bukan hanya pemain bola. “Di sini mereka belajar tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama,” ujarnya lugas,” sambung mantan pemain Persebaya Surabaya itu.

Langkah Persebaya Surabaya mendatangkan Robertino mendapat sambutan hangat dari Bonek. Banyak yang menyebut keputusan ini sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam pembinaan usia muda.

“Wani amigo @robertino_rp10,” tulis salah satu Bonek dengan penuh semangat. “Papitooooo, home sweet home,” tambah lainnya yang terlihat antusias menyambut kembalinya sang idola.

Tak sedikit pula yang memuji loyalitas Robertino terhadap Persebaya Surabaya. Meski lama tak berseragam hijau, profil Instagram-nya masih mengenakan jersey Persebaya Surabaya, bukti kecintaannya yang tak lekang waktu.

Langkah Persebaya Surabaya merekrut kembali eks pemain ini dinilai sangat tepat. Selain memiliki pengalaman di berbagai klub top, Robertino juga dikenal punya pemahaman mendalam tentang kultur sepak bola Indonesia.

Sebelum bergabung dengan Persebaya Academy, karier Robertino begitu berwarna di level profesional.

Ia sempat membela sejumlah klub besar seperti Argentinos Junior, Boca Juniors, San Lorenzo, dan Talleres de Córdoba di Argentina.

Namanya mulai dikenal luas di Indonesia saat memperkuat Persija Jakarta pada 2007–2009, lalu kembali pada periode 2011–2013. Di antara dua periode itu, ia sempat membela Persiba Balikpapan dan menjadi motor serangan tim.

Setelahnya, Robertino sempat berseragam PSM Makassar, Persipura Jayapura, hingga Persib Bandung. Kariernya berlanjut ke India bersama Pune City sebelum akhirnya menutup masa bermain di Persebaya Surabaya pada 2018.

Pasca gantung sepatu, ia menapaki jalur kepelatihan dan sempat menjadi asisten pelatih di PSBS Biak.

Pengalaman itu memperkuat pemahamannya dalam membina pemain muda dan memahami kebutuhan perkembangan mereka.

Kini, Robertino hadir bukan sekadar untuk mengajarkan teknik bermain bola. Ia datang membawa visi besar: menanamkan nilai kehidupan dan cinta terhadap permainan sejak usia dini.

Persebaya Academy pun menjadi wadah ideal untuk mewujudkan cita-cita itu. Dengan pengalaman panjangnya di berbagai klub dan budaya sepak bola berbeda, Robertino diharapkan bisa melahirkan generasi emas Green Force.

Kembalinya Robertino ke Surabaya seakan melengkapi kisah indah yang pernah ia tulis bersama Persebaya Surabaya. Dari pemain yang dicintai suporter, kini ia menjadi pembimbing bagi talenta-talenta muda penerusnya.

Di mata Bonek, ini bukan sekadar perekrutan, melainkan kepulangan seorang keluarga. Sosok yang pernah memberi warna di lapangan kini dipercaya mengawal masa depan sepak bola Surabaya.

Dengan semangat “enjoy football”, Robertino Pugliara bertekad mencetak bukan hanya pemain berbakat, tapi juga pribadi tangguh dan berkarakter.

Sebuah langkah berani dari Persebaya Surabaya yang paham, masa depan klub besar dimulai dari pembinaan usia muda.

EDITOR: Edi Yulianto