← Beranda

Persebaya Surabaya Paling Buncit! Hanya Catat 54 Tembakan Jelang Jamu Persija Jakarta

Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 15 Oktober 2025 | 15.30 WIB
Tugas berat Mihailo Perovic di Lini depan Persebaya Surabaya saat hadapi Persija Jakarta. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah berada dalam sorotan jelang laga krusial melawan Persija Jakarta pada pekan ke-9 Super League 2025/2026. Tim berjuluk Green Force itu mencatat statistik paling buncit dalam urusan menciptakan peluang, hanya melepaskan 54 tembakan sepanjang delapan pertandingan.

Angka itu menjadi yang terendah di antara seluruh peserta liga dan berbanding terbalik dengan reputasi Persebaya Surabaya sebagai tim besar dengan dukungan suporter fanatik.

Minimnya jumlah tembakan otomatis berimbas pada produktivitas gol mereka yang baru mencapai delapan sejauh ini.

Padahal, Persebaya Surabaya dikenal memiliki dua pemain asing dengan kualitas di atas rata-rata, Bruno Moreira dan Francisco Rivera.

Keduanya menjadi tumpuan utama dalam urusan mencetak gol, dengan kontribusi total lima dari delapan gol tim sejauh ini.

Bruno Moreira telah mencetak tiga gol dan menjadi top skor sementara Persebaya Surabaya. Sedangkan Rivera menyumbang dua gol penting yang sebagian besar lahir dari skema bola mati dan serangan cepat.

Namun, produktivitas lini depan Persebaya Surabaya masih jauh dari kata tajam jika dibandingkan dengan tim-tim papan atas.

Bandingkan saja dengan Persija Jakarta yang telah mengoleksi 13 gol dari delapan laga dan menjadi salah satu tim tertajam bersama Malut United FC.

Menariknya, Persija juga bukan tanpa celah di lini pertahanan. Tim asuhan Mauricio Souza itu sudah kebobolan delapan gol, salah satu catatan tertinggi di antara tim-tim papan atas liga.

Data ini menunjukkan pertahanan Persija cukup rentan saat menghadapi serangan balik cepat, yang bisa menjadi celah bagi Persebaya Surabaya untuk memanfaatkan keunggulan kandang.

Namun dengan jumlah tembakan paling sedikit di liga, Persebaya Surabaya harus menemukan cara untuk lebih berani menekan sejak menit awal.

Eduardo Perez menyadari tantangan berat yang menanti anak asuhnya di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (18/10/2025) malam WIB.

Meski begitu, pelatih asal Spanyol itu tetap optimistis timnya bisa tampil menawan di depan publik sendiri.

“Kami akan menyuguhkan pertandingan yang menarik di depan para pendukung kami. Oleh karena itu, kami berharap dapat memberikan penampilan hebat dan menunjukkan kemampuan terbaik kami,” ujar Eduardo Perez penuh keyakinan.

Kepercayaan diri Eduardo Perez beralasan, karena meski minim gol dan peluang, pertahanan Persebaya Surabaya justru menjadi salah satu yang terbaik di liga.

Green Force hanya kebobolan lima kali, sama seperti Bhayangkara Presisi Lampung FC dan PSM Makassar, serta hanya kalah dari Borneo FC Samarinda yang baru kemasukan tiga gol.

Kokohnya lini belakang menjadi pondasi penting yang menjaga Persebaya Surabaya tetap kompetitif meski lini serang belum maksimal.

Namun dalam sepak bola modern, keseimbangan antara menyerang dan bertahan tetap menjadi kunci untuk meraih hasil positif.

Persija datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah tampil tajam di awal musim. Striker mereka, Maxwell, memimpin daftar pencetak gol klub dengan empat gol, diikuti Allano yang mencetak tiga gol dan satu assist.

Ketajaman lini depan Persija juga ditopang kontribusi pemain tengah dan belakang yang produktif.

Sousa, Gustavo Franca, Rizky Ridho, dan Bruno Tubarao masing-masing menambah satu gol, menunjukkan betapa meratanya potensi ancaman dari semua lini.

Dari sisi agresivitas, Persija menduduki posisi kedua dalam jumlah tembakan dengan total 110, hanya kalah tipis dari Persijap Jepara yang mencatat 112.

Catatan itu menunjukkan gaya menyerang mereka sangat eksplosif, sesuatu yang wajib diwaspadai Persebaya Surabaya.

Dengan perbedaan statistik yang kontras, laga ini berpotensi menghadirkan kejutan di Stadion Gelora Bung Tomo.

Persebaya Surabaya tentu ingin membuktikan mereka bisa bangkit dan mematahkan label sebagai tim paling buncit dalam hal menciptakan peluang.

Apalagi dalam sejarah pertemuan kedua tim, duel Persebaya Surabaya kontra Persija selalu menghadirkan drama dan gol-gol menarik.

Dari 12 pertemuan terakhir, hanya dua kali pertandingan menghasilkan tiga gol atau lebih, yakni pada 2018 saat Persebaya Surabaya menang 3-0, dan pada 2022 ketika kedua tim bermain imbang 3-3.

Fakta itu memperlihatkan betapa panas dan tak terduganya laga klasik ini. Kedua tim sama-sama punya sejarah panjang, suporter besar, dan motivasi kuat untuk menegaskan dominasi di papan klasemen.

Bagi Persebaya Surabaya, laga ini bukan sekadar duel gengsi melawan rival tradisional. Pertandingan ini adalah ujian mental sekaligus momentum untuk mengembalikan tajamnya lini depan yang selama ini tumpul.

Jika Bruno Moreira dan Francisco Rivera kembali menemukan sentuhan terbaik, bukan tak mungkin Persebaya Surabaya bisa menembus pertahanan rapuh Persija.

Namun jika masih kesulitan menciptakan peluang, Green Force berisiko kembali kehilangan poin berharga di kandang sendiri.

Dengan semua catatan itu, laga Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta diprediksi berlangsung sengit dan penuh emosi.

Publik Gelora Bung Tomo tentu berharap tim kesayangan mereka tak lagi jadi tim paling buncit dalam urusan tembakan, melainkan tampil trengginas dan mengguncang lawan di depan ribuan Bonek yang memadati stadion.

EDITOR: Banu Adikara