← Beranda
3 Fakta Menarik Jelang Bentrok Panas Persebaya Surabaya Lawan Persija Jakarta di Gelora Bung Tomo
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 15 Oktober 2025 | 15.22 WIB
Arief Catur jadi bagian penting Persebaya Surabaya yang superior saat hadapi Persija Jakarta. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali jadi sorotan jelang duel panas kontra Persija Jakarta pada pekan ke-9 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (18/10/2025) malam WIB. Laga ini tak hanya soal gengsi dua tim besar, tetapi juga menjadi ajang pembuktian superioritas Green Force di depan pendukung sendiri.

Persija datang ke Surabaya dengan beban berat setelah menelan dua kekalahan beruntun di laga tandang.

Macan Kemayoran gagal tampil konsisten dan kini mencoba bangkit di hadapan atmosfer menakutkan Gelora Bung Tomo yang selalu jadi mimpi buruk bagi tim tamu.

Persebaya Surabaya justru tampil lebih percaya diri meski di laga terakhir hanya bermain imbang kontra Dewa United Banten FC.

Anak asuh Eduardo Perez mulai menemukan ritme terbaiknya dengan permainan yang solid dan agresif di setiap lini.

“Kami akan menyuguhkan sebuah pertandingan yang sangat menarik di depan para pendukung kami,” ujar Eduardo Perez, penuh optimisme.

“Oleh karena itu, kami berharap dapat memberikan penampilan yang hebat dan menunjukkan kemampuan terbaik kami.”

Sementara di kubu lawan, Persija masih berusaha memperbaiki performa usai rentetan hasil mengecewakan di bulan September.

Manajer tim, Ardhi Tjahjoko, menegaskan empat laga tandang beruntun menjadi ujian berat bagi karakter Macan Kemayoran.

“Empat laga tandang beruntun ini jelas bukan hal yang ringan. Namun, kami harus menjadikannya sebagai motivasi untuk menunjukkan karakter sejati Persija,” ucap Ardhi menegaskan.

“Kami tidak boleh lagi mengulang kesalahan yang sama seperti di dua laga tandang sebelumnya.”

Fakta pertama yang menarik, dari sisi performa terkini, Persebaya Surabaya lebih unggul secara meyakinkan dibanding Persija. Dalam lima laga terakhir, Green Force mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah.

Sebaliknya, Persija justru menurun drastis.

Setelah menang 3-1 atas Dewa United, tim ibu kota hanya meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan menyakitkan dari PSM Makassar serta Borneo FC Samarinda dengan agregat kebobolan lima gol.

Kondisi ini membuat kepercayaan diri pemain Persija sedikit terganggu jelang bentrokan di GBT. Sementara Persebaya Surabaya yang tengah on fire siap memanfaatkan momentum untuk terus menempel papan atas klasemen.

Fakta kedua memperlihatkan dominasi Persebaya Surabaya dalam rekor pertemuan melawan Persija. Dari 12 pertemuan terakhir di ajang liga, Green Force sukses mengantongi empat kemenangan.

Persija hanya mampu mencatat dua kemenangan sejak 2018, sedangkan enam laga lainnya berakhir imbang.

Catatan ini menegaskan betapa sulitnya Persija menaklukkan Persebaya Surabaya, terutama saat tampil di Surabaya yang dikenal memiliki atmosfer luar biasa.

Superioritas Persebaya Surabaya bukan hanya terlihat dari hasil, tetapi juga dari mentalitas bermain mereka setiap kali menghadapi Persija.

Bruno Moreira dan kawan-kawan selalu tampil dengan determinasi tinggi seolah membawa semangat Arek Suroboyo ke atas lapangan.

Fakta ketiga datang dari “noda” kecil yang masih membekas bagi publik Surabaya. Persija memang punya satu kemenangan manis ketika melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Joko Samudro (GJS) pada 5 April 2023.

Saat itu, gol tunggal Witan Sulaeman membungkam puluhan ribu suporter tuan rumah dan membawa tiga poin ke ibu kota.

Momen tersebut menjadi satu-satunya kemenangan tandang Persija atas Persebaya Surabaya dalam enam tahun terakhir.

Namun kondisi kali ini berbeda. Persebaya Surabaya kini tampil jauh lebih matang, solid, dan punya kedalaman skuad yang mumpuni di semua lini.

Dukungan penuh Bonek di GBT juga diyakini akan jadi faktor pembeda yang sulit ditandingi tim tamu.

Selain faktor teknis, keunggulan emosional dan semangat kolektif juga jadi senjata utama Persebaya Surabaya.

Mental bermain di bawah tekanan publik sendiri justru membuat para pemain tampil lebih berani dan berambisi memuaskan ribuan pasang mata di tribun.

Sementara itu, Persija harus bekerja ekstra keras agar tak kembali pulang dengan tangan hampa. Empat laga tandang beruntun yang dijalani pasukan Mauricio Souza musim ini menjadi ujian paling berat sejak awal kompetisi.

Dua kekalahan terakhir membuktikan rapuhnya lini belakang Persija yang kerap kehilangan konsentrasi di menit-menit krusial. Situasi tersebut bisa menjadi celah bagi lini depan Persebaya Surabaya yang tengah tajam dan produktif.

Laga Persebaya Surabaya kontra Persija selalu punya tensi tinggi dan sarat emosi.

Setiap bentrokan kedua tim seolah menjadi lebih dari sekadar pertandingan, melainkan pertaruhan harga diri dua klub besar dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia.

Bagi Bonek, kemenangan atas Persija bukan hanya tiga poin, tetapi simbol kebanggaan.

Sementara bagi Persija, mencuri poin di GBT akan jadi pembuktian karakter sejati Macan Kemayoran di tengah badai kritik dari pendukungnya sendiri.

Dengan segala catatan di atas, duel panas di Gelora Bung Tomo Sabtu malam nanti dipastikan akan berlangsung sengit dan penuh gengsi.

Persebaya Surabaya berada di atas angin secara performa dan rekor, sedangkan Persija berusaha keras untuk menghentikan tren negatifnya.

Apapun hasil akhirnya, laga ini akan menjadi sorotan utama pekan ini di Super League 2025/2026. Superioritas Persebaya Surabaya diuji, sementara harga diri Persija dipertaruhkan di kandang yang tak pernah ramah bagi tim tamu.

EDITOR: Banu Adikara