JawaPos.com — Sosok Nendi Rohaendi, wasit VAR asal Bandung, menjadi sorotan dalam laga pekan ke-6 Super League 2025/2026. Ia dipercaya mengawasi duel Persebaya Surabaya melawan Semen Padang yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (19/9/2025) pukul 19.00 WIB.
Pertandingan ini dipastikan menjadi salah satu laga krusial yang akan menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Apalagi, kedua tim sama-sama membawa misi penting dalam perebutan posisi di papan klasemen sementara.
Nendi Rohaendi tidak akan turun langsung di lapangan sebagai wasit utama. Ia ditugaskan mengawasi jalannya pertandingan dari ruang VAR untuk memastikan keputusan-keputusan krusial berjalan adil dan tepat.
Dalam tugasnya malam ini, Nendi tidak bekerja sendirian. Ia akan ditemani oleh Galuh Jamal Panuntun yang bertugas sebagai asisten wasit VAR.
Kehadiran Nendi di laga ini menambah bobot tersendiri karena ia dikenal sebagai sosok wasit yang tegas. Namun, ia juga jarang membuat keputusan kontroversial sepanjang kariernya.
Rekam jejak Nendi di kancah sepak bola nasional memang cukup panjang. Ia telah memimpin banyak pertandingan penting di level tertinggi kompetisi Indonesia.
Jika merunut track recordnya sebagai wasit utama di Super League, Nendi sudah memimpin 63 pertandingan. Dari jumlah itu, ia mengeluarkan 259 kartu kuning, 8 kartu kuning kedua, 4 kartu merah, dan 18 penalti.
Selain di Super League, Nendi juga pernah mendapat kepercayaan di ajang Piala Presiden. Dalam 2 pertandingan yang ia pimpin, tercatat ada 4 kartu kuning dan 2 penalti tanpa ada kartu merah.
Pengalaman lain datang dari Piala Menpora. Meski hanya memimpin 1 laga, ia tetap tegas dengan memberikan 6 kartu kuning dan 1 kartu kuning kedua.
Tidak berhenti di situ, Nendi juga pernah dipercaya memimpin laga di Piala Indonesia. Uniknya, dalam pertandingan tersebut ia sama sekali tidak mengeluarkan kartu maupun memberikan penalti.
Konsistensi dan ketenangan dalam mengambil keputusan membuat Nendi banyak dipercaya memimpin laga-laga besar. Karakter inilah yang membuat namanya kerap dipilih ketika pertandingan memasuki situasi krusial.
Dalam beberapa musim terakhir, ia semakin akrab dengan peran di ruang VAR. Dengan pengalaman panjang di lapangan, keputusannya di balik layar dianggap lebih matang dan mampu menjaga keadilan pertandingan.
Bagi Persebaya Surabaya, laga melawan Semen Padang di kandang sendiri adalah kesempatan emas untuk mengamankan poin penuh.
Dukungan penuh Bonek juga dipastikan membuat atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo begitu panas.
Sementara Semen Padang datang dengan motivasi besar untuk mencuri poin di Surabaya. Mereka tentu berharap tidak ada keputusan yang merugikan dalam laga yang penuh gengsi ini.
Di sinilah peran Nendi Rohaendi menjadi vital. Setiap momen krusial seperti gol, penalti, atau potensi pelanggaran keras akan berada di bawah pengawasan ketatnya.
VAR sendiri dalam beberapa musim terakhir menjadi bagian penting di Super League. Teknologi ini tidak hanya membantu wasit utama, tetapi juga memberi rasa keadilan lebih tinggi bagi kedua tim.
Dengan nama besar Persebaya Surabaya dan Semen Padang yang berhadapan, sorotan terhadap wasit VAR tentu semakin tajam. Kesalahan kecil bisa berdampak besar pada hasil akhir pertandingan.
Namun, Nendi dikenal jarang membuat keputusan gegabah. Keahliannya dalam membaca situasi di lapangan menjadi modal utama dalam menekan potensi kontroversi.
Ketenangan Nendi dalam setiap laga sebelumnya bisa menjadi kunci. Apalagi, laga ini diprediksi berlangsung keras dengan tensi tinggi sejak menit awal.
Meski tekanan dari publik tuan rumah begitu besar, kehadiran Nendi di ruang VAR diharapkan mampu menjaga jalannya laga tetap fair play. Hal ini sejalan dengan semangat federasi untuk meningkatkan kualitas kompetisi di Indonesia.
Jejak panjang Nendi Rohaendi membuktikan ia bukan wasit sembarangan. Keputusan-keputusannya selama ini jarang menuai protes berlebihan dari pemain maupun pelatih.
Dengan reputasi itu, laga Persebaya Surabaya melawan Semen Padang diprediksi akan berjalan lebih tertib. Setiap keputusan yang diambil dari ruang VAR akan memiliki bobot dan pengaruh besar.
Kehadiran Nendi juga memberikan pesan federasi serius menghadirkan wasit-wasit berkualitas di pertandingan penting. Kepercayaan publik pada sistem VAR diharapkan semakin meningkat.
Duel Persebaya Surabaya kontra Semen Padang ini dipastikan tidak hanya menarik dari segi permainan. Namun juga dari sisi bagaimana wasit VAR berperan menjaga sportivitas sepanjang laga.
Bagi Nendi, tugas malam ini bukan sekadar menjalankan kewajiban. Ia membawa harapan besar agar sepak bola Indonesia semakin bersih dan minim kontroversi.
Jejak panjangnya sebagai pengadil lapangan kini diuji di ruang VAR. Semua mata akan tertuju pada keputusannya dalam laga penuh gengsi di Gelora Bung Tomo.
Dengan segala pengalamannya, publik sepak bola tentu menunggu bagaimana ketegasan dan ketelitiannya bekerja. Laga ini bisa menjadi salah satu momen penting yang semakin mengukuhkan reputasinya di dunia perwasitan Indonesia.