← Beranda

4 Fakta Bonek Wajib Tahu! Persebaya Surabaya Tak Boleh Kalah dari Semen Padang di Gelora Bung Tomo

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 18 September 2025 | 15.18 WIB
Persebaya Surabaya tak boleh kalah dari Semen Padang jika ingin bersaing di papan atas Super League 2025/2026. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan melakoni laga penting pada pekan ke-6 Super League 2025/2026. Green Force akan menjamu Semen Padang FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (19/9/2025) pukul 19.00 WIB.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim punya sejarah pertemuan yang cukup ketat. Bonek tentu menuntut kemenangan, apalagi bermain di kandang sendiri tak boleh ternodai dengan hasil mengecewakan.

Ada empat fakta menarik yang wajib diketahui Bonek menjelang laga ini. Fakta-fakta ini membuat Persebaya Surabaya seolah tak punya pilihan selain menang atas Semen Padang.

Fakta pertama adalah rekor pertemuan kedua tim yang tidak menguntungkan Persebaya Surabaya.

Dari sembilan kali bentrok, Green Force hanya mampu meraih dua kemenangan, sedangkan Semen Padang menang tiga kali dan empat laga lain berakhir imbang.

Dominasi Kabau Sirah dalam catatan tersebut jelas menjadi tantangan besar bagi Persebaya Surabaya. Apalagi tren pertemuan terakhir memperlihatkan betapa sulitnya Green Force menaklukkan Semen Padang.

Dalam lima duel terakhir, empat di antaranya berakhir imbang. Bahkan skor yang tercipta mayoritas minim gol, menunjukkan betapa kedua tim selalu tampil hati-hati saat bertemu.

Terakhir kali Persebaya Surabaya bisa menang atas Semen Padang terjadi pada Januari 2015. Setelah itu, empat pertemuan beruntun hanya berakhir sama kuat tanpa ada pihak yang benar-benar mendominasi.

Fakta kedua adalah kondisi Persebaya Surabaya saat ini yang berada dalam tekanan untuk bangkit. Tim asuhan Eduardo Perez baru mengoleksi enam poin dari empat pertandingan dengan catatan dua kali menang dan dua kali kalah.

Pada pekan lalu, Green Force harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor tipis 0-1. Kekalahan itu membuat posisi Persebaya Surabaya di papan klasemen belum aman, yakni hanya di urutan kedelapan sementara.

Pelatih Eduardo Perez menegaskan timnya harus segera memperbaiki hasil buruk tersebut. Menurutnya, jeda satu minggu cukup untuk menyiapkan tim tampil maksimal di depan publik sendiri.

“Kita punya waktu satu minggu untuk pertandingan selanjutnya dan kami akan melakukan yang terbaik,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

Motivasi tambahan tentu datang dari dukungan penuh Bonek yang selalu memadati Gelora Bung Tomo. Kemenangan menjadi harga mati jika Persebaya Surabaya ingin tetap bersaing di papan atas Super League.

Fakta ketiga adalah kondisi lawan, Semen Padang FC, yang juga sedang tidak konsisten. Kabau Sirah masih tertahan di posisi ke-14 klasemen sementara dengan empat poin dari empat laga.

Skuad asuhan Eduardo Almeida baru sekali menang, sekali imbang, dan sudah dua kali menelan kekalahan. Hasil itu menunjukkan Semen Padang belum menemukan ritme terbaik mereka musim ini.

“Sepak bola adalah tentang hasil, dan kami akan belajar dari kekalahan ini untuk kemudian bangkit di laga berikutnya,” ungkap Almeida.

Pada pekan sebelumnya, Semen Padang harus kalah 1-2 dari PSBS Biak. Kekalahan tersebut membuat tim semakin tertekan, meski Almeida menegaskan anak asuhnya akan belajar dari kesalahan.

Kondisi ini bisa jadi peluang besar bagi Persebaya Surabaya untuk menekan sejak awal. Jika mampu memanfaatkan kelemahan Kabau Sirah, Green Force punya kans besar meraih tiga poin penuh.

Fakta keempat adalah faktor kandang yang seharusnya jadi keuntungan besar bagi Persebaya Surabaya. Bermain di Gelora Bung Tomo selalu memberikan energi tambahan berkat dukungan luar biasa Bonek.

GBT terkenal sebagai stadion angker bagi tim tamu karena atmosfernya yang menggetarkan. Tidak heran bila banyak laga krusial Persebaya Surabaya mampu dimenangkan berkat dorongan mental dari tribun.

Bagi Bonek, laga melawan Semen Padang bukan sekadar pertandingan biasa. Ini soal harga diri dan pembuktian Green Force masih layak disegani di Super League.

Dengan tren imbang dalam empat pertemuan terakhir, pertandingan ini memang rawan kembali berakhir sama kuat. Namun faktor kandang bisa jadi pembeda yang membuat Persebaya Surabaya wajib keluar sebagai pemenang.

Kemenangan atas Semen Padang akan sangat berarti bagi Persebaya Surabaya. Selain memperbaiki posisi klasemen, hasil itu juga bisa mengangkat mental tim setelah kekalahan dari Persib.

Jika gagal meraih kemenangan, Persebaya Surabaya berpotensi semakin tertekan. Hal itu jelas bukan kabar baik untuk Eduardo Perez dan pasukannya yang dituntut konsisten musim ini.

Empat fakta tersebut membuat laga melawan Semen Padang punya arti lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Bagi Persebaya Surabaya, ini adalah momen pembuktian sekaligus kesempatan untuk menghapus catatan kurang meyakinkan.

Bonek tentu menunggu aksi terbaik tim kebanggaannya di Gelora Bung Tomo. Tidak ada alasan lain selain menang agar Persebaya Surabaya tetap diperhitungkan di persaingan kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

EDITOR: Banu Adikara