JawaPos.com — Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit jelang FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Pemain muda Los Angeles FC, Adrian Wibowo, dipastikan belum bisa memperkuat Garuda pada laga uji coba internasional tersebut.
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, mengonfirmasi proses administrasi pemain keturunan itu belum rampung.
Meski sudah ditunggu-tunggu publik, namanya tidak masuk dalam daftar pemain yang siap turun melawan China Taipei dan Lebanon.
Menurut Sumardji, kasus Adrian mirip dengan Elkan Baggott saat pertama kali akan membela Garuda. Salah satu orang tua Adrian masih berstatus WNI sehingga peluang untuk memperkuat Timnas terbuka lebar.
Namun, masalahnya, paspor yang dimiliki pemain 19 tahun itu sudah kedaluwarsa. Alhasil, proses untuk mengaktifkan kembali dokumen resmi tersebut menjadi syarat mutlak sebelum resmi berstatus warga negara Indonesia.
“Belum, Adrian belum,” kata Sumardji dikutip dari Antara, Kamis (4/9/2025).
Ia menegaskan setelah paspor kembali aktif, otomatis Adrian bisa tercatat sebagai WNI. Langkah itu akan membuka pintu baginya untuk berseragam merah putih di ajang internasional berikutnya.
“Sehingga proses menghidupkan paspor itu dulu setelah itu baru secara otomatis dia bisa menjadi warga negara Indonesia,” imbuh Sumardji.
Sayangnya, publik harus bersabar karena Adrian dipastikan absen di Garuda Championship Series melawan China Taipei dan Lebanon. Dua pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Sebagai gantinya, dua pemain naturalisasi baru sudah siap tampil. Mereka adalah Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans yang proses naturalisasinya sudah rampung lebih dulu.
“Nanti kita lihat pada saat official training ini, karena berkaitan dengan siapa-siapa yang akan di line up kan tentu belum sekarang, besok baru keluar,” tambah Sumardji.
Saat ini, total 24 pemain sudah bergabung dengan skuad Garuda di Surabaya. Secara regulasi, seluruhnya bisa dimainkan sesuai kebutuhan pelatih.
Namun, soal siapa yang akan turun sebagai starter masih menunggu keputusan akhir Patrick Kluivert. Sang pelatih baru akan menentukan line up setelah official training.
Timnas Indonesia akan menghadapi China Taipei lebih dulu sebelum bersua Lebanon. Kedua laga berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo yang dipadati ribuan suporter setia Garuda.
Pertandingan ini sekaligus menjadi ujian penting bagi Patrick Kluivert untuk meracik formasi terbaik. Sebab, lawan yang lebih berat sudah menanti pada Oktober mendatang di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Garuda dijadwalkan bertemu Arab Saudi dan Irak yang dikenal memiliki kualitas tinggi. Tanpa persiapan matang, langkah Indonesia di kualifikasi bisa sangat berat.
Kehadiran pemain muda keturunan seperti Adrian sejatinya sangat ditunggu. Dengan pengalaman berkarier di Amerika Serikat bersama LAFC, kualitasnya dianggap mampu memberi warna baru bagi lini serang Garuda.
Sayangnya, faktor administratif kembali jadi penghalang. Hal ini pernah terjadi pada beberapa pemain naturalisasi sebelumnya sehingga membuat publik kecewa.
Meski begitu, optimisme tetap terjaga. Publik berharap proses Adrian bisa segera rampung sehingga dapat dimainkan pada agenda resmi berikutnya.
Suporter menilai tambahan tenaga dari pemain diaspora akan memperkuat kedalaman skuad. Apalagi Timnas membutuhkan banyak opsi menghadapi jadwal padat di level Asia.
Momen FIFA Matchday kali ini tetap penting bagi Garuda. Selain mengukur kekuatan tim, laga melawan China Taipei dan Lebanon juga menjadi ajang uji strategi sebelum menghadapi lawan kelas dunia.
Para pemain muda yang sudah resmi WNI mendapat kesempatan emas. Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans akan jadi sorotan karena menjalani debut bersama Timnas.
Di sisi lain, absennya Adrian juga menjadi pelajaran berharga bagi federasi. Proses administrasi harus dipercepat agar tidak menghambat regenerasi pemain diaspora.
Patrick Kluivert sendiri sudah menegaskan ingin memadukan pemain lokal dan keturunan. Komposisi seimbang diyakini mampu meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.
Saat ini, fokus utama adalah meraih kemenangan di Surabaya. Dukungan suporter Garuda di GBT diyakini akan menjadi energi tambahan bagi para pemain.
Meski tanpa Adrian, publik diminta tidak berkecil hati. Sebab, masih banyak pemain potensial yang siap membuktikan kualitasnya di lapangan.
Apalagi laga ini juga menjadi ajang untuk memperbaiki peringkat FIFA Indonesia. Setiap kemenangan di FIFA Matchday sangat berarti untuk meningkatkan posisi di ranking dunia.
Dengan begitu, peluang mendapat lawan lebih ringan di drawing turnamen internasional akan semakin terbuka. Hal ini tentu penting untuk memperbesar kans Garuda melangkah lebih jauh.
Kini semua mata tertuju pada laga melawan China Taipei dan Lebanon. Hasil di Surabaya akan jadi cermin kesiapan Timnas menuju tantangan yang lebih besar di babak kualifikasi.
Meski apes karena kehilangan Adrian Wibowo, skuad Garuda tetap bertekad tampil maksimal. Harapan besar suporter tetap sama: kemenangan dan performa membanggakan di tanah sendiri.