JawaPos.com — Persik Kediri mengambil langkah strategis dengan meminjamkan dua pemain mudanya ke klub peserta Championship 2025/2026. Kedua pemain tersebut adalah Zikri Ferdiansyah dan Aulia Ramadhani yang kini resmi merapat ke PSMS Medan dan Persikad Depok.
Langkah ini dilakukan agar keduanya bisa mendapatkan menit bermain lebih banyak di klub barunya.
Persik Kediri berharap pengalaman di kompetisi Championship bisa menambah jam terbang sekaligus mengasah kemampuan kedua penggawa muda tersebut.
Manajer Tim Persik Kediri, Muhammad Syahid Nur Ichsan, menegaskan keputusan peminjaman sudah melalui pertimbangan matang.
Persik Kediri ingin kedua pemain berkembang lewat pengalaman kompetisi yang ketat dan penuh persaingan.
“Ada tawaran peminjaman untuk kedua pemain tersebut. Kami terima, sampai akhir musim kompetisi Championship,” ujar Syahid dikutip dari I.League, Rabu (20/8/2025).
“Peminjaman sudah kita pertimbangkan. Kita pinjamkan agar pemain tersebut bisa mendapatkan jam bermain yang lebih banyak.”
Zikri Ferdiansyah menjadi pemain pertama yang dilepas ke PSMS Medan. Pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini akan berkostum Ayam Kinantan hingga akhir kompetisi Championship 2025/2026.
Zikri yang masih berusia 21 tahun lahir di Aceh Besar pada 20 Desember 2003. Ia memiliki tinggi 171 cm dengan kaki dominan kanan dan saat ini tercatat sebagai pemain dengan nilai pasar 434,54 juta rupiah.
Bek muda ini sebenarnya baru bergabung dengan Persik Kediri pada musim 2024/2025 setelah didatangkan dari Persiraja Banda Aceh.
Namun kini ia dipinjamkan untuk menambah pengalaman sekaligus mengisi kebutuhan lini belakang PSMS Medan.
Menurut catatan, kontrak Zikri di Persik Kediri masih berlaku hingga 31 Mei 2026. Namun sepanjang musim ini ia akan difokuskan membela PSMS yang tengah berjuang di kasta Championship.
Sementara itu, Aulia Ramadhani menjadi nama berikutnya yang dipinjamkan. Pemain asal Medan ini resmi memperkuat Persikad Depok mulai 19 Agustus 2025.
Aulia menempati posisi gelandang bertahan dengan fleksibilitas bermain juga sebagai gelandang tengah. Dengan tinggi 165 cm, pemain berusia 21 tahun itu dikenal punya visi permainan bagus dan distribusi bola yang rapi.
Nilai pasar Aulia saat ini mencapai 869,08 juta rupiah, jauh lebih tinggi dibandingkan Zikri. Ia merupakan rekrutan anyar Persik Kediri dari PSPS Pekanbaru pada bursa transfer awal musim 2025.
Peminjaman ke Persikad Depok diharapkan bisa memberi kesempatan bermain reguler bagi Aulia. Apalagi kompetisi Championship menjadi ajang ideal untuk menguji konsistensi dan mentalitas pemain muda.
Persik Kediri menyebut kebijakan ini bukan sekadar melepas pemain, melainkan bagian dari strategi pengembangan talenta muda.
Klub berjuluk Macan Putih ingin para pemain U-23 mendapatkan pengalaman nyata di lapangan kompetitif.
Baik Zikri maupun Aulia sama-sama masuk dalam kategori pemain U-23. Hal ini sejalan dengan program regenerasi Persik Kediri yang menyiapkan skuad masa depan dari pemain-pemain muda berbakat.
Kompetisi Championship musim 2025/2026 sendiri dijadwalkan bergulir mulai September mendatang. Dengan demikian, keduanya masih punya waktu adaptasi di klub barunya sebelum liga resmi dimulai.
PSMS Medan jelas membutuhkan tambahan tenaga di lini belakang, dan Zikri dianggap bisa menjadi solusi. Sementara Persikad Depok tengah membangun kekuatan baru di lini tengah sehingga kehadiran Aulia menjadi opsi penting.
Manajemen Persik Kediri menilai menit bermain adalah kunci perkembangan pemain muda. Jika hanya duduk di bangku cadangan, talenta sulit berkembang dan akhirnya stagnan.
Karena itu, peminjaman menjadi pilihan yang win-win solution. Klub peminjam mendapat tambahan amunisi, sementara pemain mendapat kesempatan berharga.
Dengan usia yang masih 21 tahun, baik Zikri maupun Aulia diyakini punya masa depan cerah. Persik Kediri pun tetap memantau perkembangan mereka selama masa peminjaman.
Di satu sisi, ini juga menjadi sinyal kuat Persik Kediri serius menjaga keberlangsungan regenerasi. Talenta muda tidak hanya direkrut, tapi juga diberi ruang untuk berkembang di klub lain.
Jika berhasil tampil konsisten di Championship, peluang keduanya untuk kembali ke Persik Kediri dengan status pemain inti sangat terbuka. Bukan tidak mungkin musim depan mereka menjadi bagian penting Macan Putih.
Para suporter Persik Kediri tentu berharap keduanya bisa bersinar selama masa peminjaman. Kesempatan di klub lain akan menjadi pembuktian mereka layak bersaing di level atas.
Zikri dan Aulia kini tinggal fokus menunjukkan kualitas di lapangan. Hanya performa dan kerja keras yang bisa menjawab kepercayaan yang sudah diberikan Persik Kediri.
Keputusan Persik Kediri menyekolahkan pemain mudanya ini dipandang sebagai langkah cerdas. Klub tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tapi juga membangun fondasi jangka panjang.
Dengan strategi peminjaman ini, Persik Kediri berharap melahirkan pemain muda berkualitas yang siap bersaing di level tertinggi. Zikri Ferdiansyah dan Aulia Ramadhani pun kini mengemban misi penting di klub barunya.
Mereka bukan hanya membawa nama pribadi, tapi juga membawa semangat Macan Putih di lapangan Championship. Kini publik menantikan bagaimana keduanya menjawab tantangan itu dengan penampilan gemilang.