← Beranda

Ezequiel Vidal Cetak Gol Indah di Gelora Bung Tomo Bawa PSIM Jogjakarta Permalukan Persebaya Surabaya

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 9 Agustus 2025 | 04.47 WIB
Ezequiel Vidal sukses cetak gol indah ke gawang Persebaya Surabaya. (Media PSIM)

JawaPos.com—Norberto Ezequiel “Pulga” Vidal mencuri perhatian di pekan perdana Super League 2025/2026. Gol tunggalnya di masa injury time membawa PSIM Jogjakarta mempermalukan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (8/8).

Pemain asal Argentina itu menjadi pahlawan Laskar Mataram berkat tembakan indah pada menit ke-90+2’. Berawal dari umpan terukur Dede Sapari, Vidal sukses melepaskan sepakan yang tak mampu dihalau kiper Persebaya Surabaya.

Kemenangan 1-0 ini terasa spesial bagi PSIM yang baru promosi dari Championship musim lalu. Selain meraih tiga poin pertama, mereka melakukannya di kandang salah satu tim besar Indonesia.

Vidal datang ke Jogjakarta sebagai salah satu rekrutan paling bergengsi di Super League musim ini. Nilai pasarnya mencapai Rp 7,82 miliar, langsung menempatkannya di daftar 10 pemain termahal kompetisi.

Sebelum memperkuat PSIM, Vidal pernah dua musim membela Persita Tangerang. Dalam 63 pertandingan, dia mencetak 17 gol dan 14 assist yang membuktikan kontribusi besarnya.

Performa gemilang itu membuatnya sempat direkrut Punjab FC di Indian Super League musim lalu. Meski hanya semusim di India, pengalamannya di luar negeri semakin mengasah kualitas permainannya.

PSIM bergerak cepat meminang Vidal untuk memperkuat lini serang mereka di musim debut Super League. Harapannya jelas, Vidal menjadi motor permainan sekaligus pengangkat daya gedor tim.

Pelatih Jean-Paul van Gastel punya banyak opsi memanfaatkan kemampuan Vidal. Dia bisa dimainkan sebagai gelandang serang, winger, bahkan second striker.

Vidal dikenal memiliki kelincahan, kreativitas, dan visi bermain tajam. Keunggulannya dalam membuka ruang membuatnya sulit dijaga lawan.

Fleksibilitas posisi menjadi nilai tambah yang membuat Vidal begitu berharga. Dia mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan taktik dalam berbagai situasi.

Pengalamannya di Liga Indonesia sebelumnya menjadi keuntungan besar bagi PSIM. Adaptasinya terhadap ritme permainan lokal diyakini tak memerlukan waktu lama.

Nilai pasar yang tinggi bukan sekadar angka bagi Vidal. Itu adalah cerminan ekspektasi besar yang dibebankan kepadanya musim ini.

Vidal masuk jajaran elite bersama nama besar seperti Alexis Messidoro dan Rizky Ridho di Super League 2025/2026. Status ini otomatis membuat sorotan media dan publik mengarah kepadanya.

Bagi PSIM, Vidal adalah aset strategis. Dia bukan hanya pemain asing biasa, tapi sosok pembeda yang diharapkan menjaga tim tetap kompetitif.

Dari sisi teknis, Vidal menawarkan kombinasi determinasi, teknik tinggi, dan kecerdasan bermain. Jarang ada pemain asing yang memiliki paket lengkap seperti ini.

Kehadirannya juga memberi efek psikologis positif bagi skuad. Para pemain muda PSIM punya figur berpengalaman untuk dijadikan panutan.

Bagi suporter, Vidal menjadi simbol ambisi klub yang ingin berkembang di kasta tertinggi. Nama Pulga mulai sering terdengar dalam chant oleh pendukung Laskar Mataram.

Gaya khas Amerika Latin yang atraktif membuat laga PSIM diprediksi akan lebih menghibur musim ini. Tidak menutup kemungkinan, stadion akan lebih ramai hanya untuk melihat aksinya.

Secara taktik, Van Gastel bisa memaksimalkan Vidal dalam berbagai skema. Baik sebagai playmaker murni maupun inverted winger, dia bisa menjadi kunci pembuka pertahanan lawan.

Musim 2025/2026 menjadi panggung baru bagi Vidal membuktikan kelasnya. Jika sukses membawa PSIM menembus papan tengah, namanya bisa sejajar dengan legenda asing Super League.

Gol ke gawang Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo menjadi sinyal awal kapasitasnya. Dengan satu sentuhan, dia mampu mengubah hasil pertandingan besar.

Momentum ini akan membangun kepercayaan diri Vidal dan tim. Apalagi, kemenangan di laga tandang perdana memberikan modal berharga untuk menatap pekan-pekan selanjutnya.

Bagi Persebaya Surabaya, gol di menit akhir itu menjadi pukulan telak. Sementara bagi PSIM, itu adalah pernyataan mereka bukan sekadar tim promosi.

Vidal akan terus jadi sorotan publik di setiap pertandingan. Konsistensinya akan menentukan apakah ia layak disebut ikon baru Super League musim ini.

Dengan kualitas dan mental juara yang dimiliki, peluang itu terbuka lebar. Kini, semua mata akan tertuju pada langkah-langkah kecil Pulga yang bisa menghasilkan dampak besar di lapangan.

Jika Vidal mampu menjaga performa hingga akhir musim, namanya akan terpatri di hati suporter PSIM. Dan gol indahnya di Gelora Bung Tomo akan selalu diingat sebagai awal dari perjalanan gemilangnya di Jogjakarta.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah