← Beranda

Profil Allano Lima: Winger Baru Persija Jakarta yang Ditebus dari Klub Brasil, Pernah Bikin Legenda Real Madrid Mati Kutu!

Dimas Ramadhan WicaksanaSabtu, 26 Juli 2025 | 19.15 WIB
Allano Lima resmi duperkenalkan sebagai pemain baru Persija Jakarta. (Dok: Persija)
 

JawaPos.com - Allano Lima resmi menjadi pemain baru Persija Jakarta untuk Super League 2025/2026. Winger asal Brasil itu punya rekam jejak cukup menarik, termasuk pernah membuat salah satu legenda Real Madrid mati kutu.

Allano Lima diperkenalkan sebagai penggawa anyar Macan Kemayoran pada Sabtu (26/7) pagi. Dia jadi rekrutan asing kelima Persija, setelah Van Basty Sousa, Fabio Calonego, Gustavo Franca, dan Alan Cardoso.

Pemain berusia 30 tahun itu datang dari Operario Ferroviario, klub Serie B yang merupakan kompetisi kasta kedua di Liga Brasil. Allano Lima direkrut dengan skema transfer.

Sebab, Allano sebelumnya masih terikat kontrak dengan klub lamanya hingga 30 November 2025. Namun, tak diketahui besaran nilai transfer yang ditebus oleh Persija Jakarta dari Operário Ferroviário.

Tapi, berdasarkan catatan Transfermarkt, Allano Lima memiliki nilai pasar sebesar Rp 5,21 miliar. Namun, kocek yang dikeluarkan Persija diyakini tak sebesar itu mengingat kontrak sang pemain menyisakan kurang lebih empat bulan lagi.

Meski didatangkan dengan skema transfer, sosok Allano Lima masih terbilang asing di sepak bola nasional. Sebab, sebelumnya dia tak pernah berkarier di Indonesia. Bahkan, Asia Tenggara pun belum dicicipi olehnya sepanjang kariernya.

Lantas, siapa sebenarnya sosok winger baru Persija Jakarta tersebut? Berikut profil Allano Lima.

Allano Lima adalah pemain kelahiran Rio de Janeiro, Brasil pada 24 April 1995. Dia memulai kariernya dengan akademi Corinthians. Tapi kemudian hengkang ke Botafogo.

Bersama Botafogo, Allano mendapatkan debut senior pada 8 Februari 2014. Ia menjadi starter dalam kekalahan kandang 0-1 melawan Friburguense untuk memperebutkan gelar juara Campeonato Carioca.

Kemudian pada 28 Oktober 2014, Allano Lima pindah ke Cruzeiro setelah mengalami masalah indisipliner di Fogão. Tapi dia saat itu kembali ke tim junior.

Awalnya Allano Lima berposisi sebagai bek kiri. Namun dia beralih posisi menjadi gelandang serang di klub barunya tersebut. Allano lalu dipromosikan ke skuad utama pada 2015.

Debut profesional pun kembali didapatkan bersama Botafogo. Ia mencatatkan debut di kompetisi kasta tertinggi Liga Brasil, yakni Série A pada 3 Juni 2015.

Saat itu Allano masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Dia menggantikan Willian dalam kemenangan kandang Botafogo atas Flamengo dengan skor 1-0.

Tapi, kariernya di Botafogo juga hanya sebentar. Pada 2016, Allano Lima pindah ke Cruzeiro. Namun dia banyak dipinjamkan ke sejumlah klub mulai dari Bahia (2016), hingga ke Eropa dengan bergabung dengan klub Portugal, Estoril.

Peminjaman Allano Lima ke Estoril berjalan mulus. Dia dipermanenkan oleh klub kompetisi kasta tertinggi di Portugal tersebut pada 2017/2018.

Nah di musim pertamanya sebagai pemain tetap Estoril, Allano mencatatkan 29 pertandingan dan mencetak lima gol. Total dia memainkan 40 laga dengan enam gol dan enam assist bareng Estoril.

Kemudian pada 2018/2019, Allano dipinjamkan lagi. Kali ini Turki jadi destinasi berikutnya dengan jadi pemain anyar Bursaspor. Dia memainkan 32 pertandingan tapi cuma cetak satu gol dan empat assist.

Allano Lima juga sempat dipinjamkan lagi ke Liga Jepang bersama Ventforet Kofu pada 2019. Dia main 13 laga dengan kontribusi satu gol dan dua assist.

Setelah itu Allano kembali ke Brasil dengan bermain untuk CSA (2020-2021). Meski status pinjaman, dia tampil dalam 20 pertandingan dan menyumbang tiga gol.

Allano baru benar-benar berpisah dengan Estoril pada musim 2021/2022. Dia direkrut Santa Clara (2021-2023), lalu hengkang ke Goias (2023/2024), Criciúma EC (2024), dan terakhir Operário (2025).

Nah saat bersama Goias, Allano bermain di Serie A Brasil lagi. Selama dua musim dia mencatatkan 35 pertandingan dengan torehan tiga gol dan tiga assist.

Salah satu golnya dicetak ke gawang Fluminense, di mana prosesnya terbilang menarik. Allano sempat berduel dengan legenda Real Madrid, Marcelo. Dia coba menggocek Marcelo sebelum akhirnya mencetak gol.

Adapun bersama Operário, Allano tampil dalam 22 pertandingan dan hanya mencetak satu gol serta dua assist. Tapi dia berkontribusi besar dalam keberhasilan klubnya menjuarai Campeonato Paranaense.

EDITOR: Edi Yulianto