← Beranda

Blak-blakan! Paul Munster Bongkar Alasan Gabung ke Persebaya Surabaya dan Berhasil Selamatkan Green Force dari Jurang Degradasi

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 26 Juli 2025 | 17.33 WIB
Paul Munster ungkap alasannya gabung ke Persebaya Surabaya. (Instagram @fabriziorom)

 

JawaPos.com — Paul Munster akhirnya buka suara soal keputusannya menerima tawaran melatih Persebaya Surabaya di tengah situasi sulit musim 2023/2024. Dengan jujur dan blak-blakan, pelatih asal Irlandia Utara ini mengungkap latar belakang kepindahannya dari Brunei ke Indonesia, yang kemudian berhasil menyelamatkan Green Force dari ancaman degradasi.

Awalnya, Munster mengaku sempat menolak tawaran klub Indonesia karena merasa nyaman di Brunei.

Namun, ketika namanya dikaitkan dengan Persebaya Surabaya, ia mulai mempertimbangkan secara serius dan langsung melakukan riset menyeluruh.

“Saya tidak asal memilih klub. Saya harus melihat apa yang terbaik untuk saya secara pribadi dan profesional,” ujarnya dikutip dari kanal YouTube Sport77, Sabtu (26/7/2025).

Kebetulan saat itu ia tengah berlibur di Bali dan langsung terbang ke Surabaya untuk bertemu manajemen Persebaya Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, Munster mempresentasikan visinya, membahas kondisi tim, serta strategi penyelamatan klub dari keterpurukan.

Setelah pertemuan itu, manajemen Persebaya Surabaya butuh waktu dua hingga tiga hari untuk memberi keputusan final. Munster pun kembali ke Bali menunggu kepastian hingga akhirnya resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Green Force.

“Saya lalu kembali ke Brunei, mengemasi barang-barang dan pindah ke Surabaya,” tambahnya.

Saat itu, Persebaya Surabaya sedang terpuruk di posisi ke-13 klasemen sementara Liga 1 (kini bernama Super League) dan belum menang dalam 10 pertandingan terakhir.

Munster mengungkap situasinya kala itu cukup sulit karena ekspektasi besar dari suporter. Persebaya Surabaya adalah klub besar dan tekanan kepada pemain begitu tinggi, apalagi kondisi tim sedang tidak stabil.

Ia mengatakan tidak memulai dari nol, melainkan dari level 10 dari 100. Chemistry antar pemain belum terbentuk dan kualitas skuad dinilainya belum memadai untuk menerapkan gaya main idealnya.

“Saya ingin main dengan intensitas tinggi, formasi 4-3-3, tapi komposisi pemain tidak memungkinkan itu,” ucap Munster. Maka dari itu, ia menyusun strategi yang disesuaikan dengan karakter pemain yang ada.

Berkat pendekatan tersebut, Persebaya Surabaya berhasil bertahan di Super League dan lolos dari ancaman degradasi.

Musim pertamanya di Super League pun berakhir dengan catatan 12 laga, 4 kemenangan, 4 imbang, dan 4 kalah dengan total 16 poin.

Setelah musim 2023/2024 berakhir, Munster langsung melakukan perubahan besar-besaran. Ia mendepak banyak pemain, baik lokal maupun asing, untuk membentuk skuad baru yang kompetitif.

“Saya ingin Persebaya masuk empat besar dan lolos ke kompetisi Asia. Jadi saya harus ubah segalanya, termasuk rekrutmen pemain,” jelas pelatih berlisensi Pro UEFA tersebut.

Manajemen mendukung penuh langkah Munster dengan memberikan anggaran sesuai rencana. Fokus awalnya adalah merekrut pemain asing berkualitas, lalu memperkuat fondasi dengan pemain lokal potensial.

Meski tidak bisa mendapatkan semua pemain incarannya, Munster tetap puas dengan perubahan yang berhasil ia lakukan. Hubungannya yang baik dengan pemain lokal maupun asing di Super League memudahkan proses perekrutan.

Musim 2024/2025 pun dimulai dengan positif, meski di tengah perjalanan Persebaya Surabaya diterpa badai cedera dan sanksi larangan bermain.

Meski skuad tak selalu dalam kondisi ideal, Munster mampu menjaga konsistensi permainan.

Hasilnya, Persebaya Surabaya finis di peringkat keempat klasemen akhir dan memastikan tiket ke kompetisi Asia. Total dari 30 pertandingan, Green Force mencatat 13 kemenangan, 10 imbang, dan 7 kekalahan dengan 49 poin.

Rata-rata poin musim 2024/2025 mencapai 1,63, naik dari musim sebelumnya yang hanya 1,33. Catatan ini menjadi bukti nyata transformasi yang dibangun Munster selama 1,5 tahun menukangi Green Force.

Setelah kontraknya berakhir pada Mei 2025, Munster pun membuka opsi untuk tetap bekerja di Indonesia. Hingga akhirnya Bhayangkara FC menghubungi agennya dan menginginkan jasa sang pelatih.

Munster pun menerima tawaran tersebut dan kini bersiap menghadapi Super League 2025/2026 sebagai pelatih kepala Bhayangkara. Ia kembali ke klub lamanya, membawa pengalaman dan reputasi yang makin diperhitungkan.

Pelatih kelahiran Belfast, Irlandia Utara pada 9 Februari 1982 itu memang dikenal dengan pendekatan taktikalnya yang fleksibel. Formasi favoritnya adalah 4-3-3 dengan gaya menyerang dan tekanan tinggi.

Meski punya kewarganegaraan ganda Irlandia Utara dan Swedia, kiprahnya di Asia Tenggara cukup menonjol, termasuk saat melatih dan jadi direktur teknik Brunei sebelumnya.

Rata-rata masa melatihnya tercatat 1,11 tahun dengan kinerja stabil.

Selama menangani Persebaya Surabaya, ia menorehkan 42 pertandingan dengan rata-rata poin 1,55. Capaian ini cukup impresif mengingat titik awalnya adalah krisis di pertengahan musim.

Kisah sukses Paul Munster bersama Persebaya Surabaya menjadi catatan penting dalam kariernya sebagai pelatih di Liga Indonesia.

Dari titik krisis menuju papan atas, semua bermula dari riset dan keputusan blak-blakan yang ia ambil demi menyelamatkan Green Force.

EDITOR: Banu Adikara