← Beranda
Jadi Pemain Timnas Indonesia Pertama di Bundesliga, Kevin Diks Disambut Hangat Bek Timnas Jepang
Alvin Fahrizal BayyuniKamis, 10 Juli 2025 | 22.32 WIB
Timnas Indonesia Kevin Diks berebut bola dengan para pemain China pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia telah tiba. Kevin Diks resmi menjadi pemain Indonesia pertama yang menginjakkan kaki di panggung bergengsi Bundesliga, dan sambutan hangat datang dari tempat yang tak terduga.

Pemain Timnas Jepang, Ko Itakura, menyambut Kevin Diks di latihan perdana bersama Borussia Monchengladbach dengan candaan atas kekalahan Indonesia dari Jepang di laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga.

"Jepang terlalu bagus. Sulit untuk (siapa pun) main di kandang Jepang," kata Ko Itakura di youtube Borussia Monchengladbach.

Selain candaan, Ko Itakura juga meminta maaf lantaran tidak menemui Kevin Diks seusai laga. Pada laga tersebut Ko Itakura memang berada di tribun dan meninggalkan stadion sebelum laga usai.

"Kamu baik-baik saja? Maaf aku tidak bisa menghubungimu setelah pertandingan di Jepang. Saya ada di tribun. Saya meninggalkan stadion sebelum pertandingan usai," kata Ko Itakura.

Keduanya akan bahu membahu di sektor pertahanan Borussia Monchengladbach musim depan. Ada yang gak sabar lihat debut Kevin Diks di Bundesliga?

Sejarah baru tercipta di sepak bola Indonesia. Kevin Diks kini resmi menjadi pemain Indonesia pertama yang menginjakkan kaki di panggung bergengsi Bundesliga. Pencapaian monumentalnya ini tidak hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga seluruh pecinta sepakbola Indonesia yang mendukungnya.

Prestasi bersejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain di Liga Jerman memberikan kebanggaan tersendiri bagi Diks. Ia menyadari betul betapa bermaknanya pencapaian ini. Tidak hanya untuk karirnya secara personal, namun juga untuk sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

"Itu sangat berarti bagi saya (pemain Indonesia pertama di Bundesliga). Saya mendapatkan banyak sekali dukungan dari Indonesia," ujar Diks dengan penuh kebanggaan.

Pria berdarah Belanda itu terkenal dengan kemampuannya yang versatile, dan berhasil ditunjukkannya dengan apik selama membela FC Copenhagen. Ia menjadi pilar utama dalam mengawal jantung pertahanan tim Denmark tersebut.

Namun, ketika berseragam Timnas Indonesia, Diks justru lebih sering ditempatkan sebagai bek sayap kanan. Mengingat posisi stopper sudah diisi oleh Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner.

"Saya dapat bermain di hampir semua posisi bertahan: bek kanan dan bek kiri, bek tengah, atau bahkan di lini tengah sebagai pemain nomor enam," ungkap Diks dalam wawancara tersebut.

Fleksibilitas yang dimiliki Diks memang menjadi aset berharga. Namun, ia tetap memiliki preferensi pribadi terkait posisi idealnya di lapangan hijau.

"Namun, saat ini saya merasa paling nyaman di posisi bek tengah. Baik itu dalam skema empat bek atau tiga bek, tidak ada masalah -yang terpenting saya bermain. Saya fleksibel dan menempatkan diri saya untuk melayani tim," lanjut Diks.

Dukungan massif dari penggemar Tanah Air tampaknya menjadi motivasi tambahan bagi Diks untuk memberikan yang terbaik di kompetisi tertinggi Jerman. Ia yakin antusiasme fans Indonesia akan segera dirasakan juga oleh klubnya yang baru.

"Para fans (dari Indonesia) bersemangat dan bangga, begitu pula saya bangga bisa mewakili mereka. Saya rasa Borussia (Monchengladbach) akan segera merasakannya juga. Dukungan akan terasa nyata, baik di stadion maupun di media sosial," pungkas Diks.

Langkah besar Diks menuju Bundesliga dimulai ketika ia menandatangani kontrak berdurasi lima tahun hingga 2030 dengan Borussia Monchengladbach. Klub asal Jerman ini berhasil mendapatkan jasanya dengan status bebas transfer setelah kontraknya habis bersama Copenhagen.

Dalam perbincangan eksklusif dengan Fohlen Hautnah, Diks juga mengungkapkan preferensi posisinya di lapangan. Meski dikenal sebagai pemain yang fleksibel, ia mengaku posisi bek tengah adalah yang paling cocok untuknya saat ini.

Kehadiran Diks di Bundesliga bukan hanya membuka jalan bagi pemain Indonesia lainnya, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa mimpi bermain di liga top Eropa bukanlah sesuatu yang mustahil. Dengan dedikasi dan kerja keras, pemain Indonesia mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Pencapaian Kevin Diks ini menjadi bukti nyata bahwa sepak bola Indonesia terus berkembang dan mampu menghasilkan pemain-pemain berkualitas internasional. Kehadirannya di Bundesliga diharapkan dapat membuka mata dunia terhadap potensi besar sepak bola Indonesia di masa depan.

 
EDITOR: Hendra