JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus gigit jari usai gagal mendapatkan tiga pemain yang sempat dikabarkan bakal merapat ke Kota Pahlawan. Ketiganya adalah nama-nama besar yang berlabel Timnas Indonesia, berasal dari klub raksasa BRI Super League, dan memiliki nilai pasar fantastis.
Langkah agresif Green Force untuk membangun skuad kompetitif di BRI Super League 2025/2026 nyatanya tidak berjalan mulus. Meski sempat dihubungkan dengan nama-nama top, semuanya kandas sebelum mencapai kesepakatan.
Salah satu nama yang ramai dikabarkan masuk radar Persebaya Surabaya adalah striker Persib Bandung, Dimas Drajad.
Penyerang berusia 28 tahun itu disebut-sebut menjadi incaran utama Persebaya Surabaya untuk mengisi lini depan.
Dimas Drajad memiliki nilai pasar sebesar Rp 3,48 miliar dan saat ini masih terikat kontrak dengan Persib hingga 30 Juni 2027. Catatan 2 gol dan 3 assist dari 19 laga musim lalu membuatnya tetap jadi opsi menarik di bursa transfer.
Kedekatannya dengan Rachmat Irianto sempat jadi faktor yang menguatkan rumor ini. Namun, kans Persebaya Surabaya untuk memboyongnya kecil karena sang pemain justru masih dipercaya oleh tim Maung Bandung.
Meski opsi peminjaman bisa saja ditempuh, menit bermain Dimas di ajang Piala Presiden 2025 membuat peluang hengkangnya makin mengecil.
Persib tampaknya masih ingin mempertahankan Dimas sebagai bagian dari proyek musim depan.
Selain Dimas Drajad, Persebaya Surabaya juga sempat santer dikaitkan dengan nama penjaga gawang Timnas Indonesia, Syahrul Trisna. Kiper 29 tahun ini diketahui tengah mencari klub baru usai resmi berpisah dengan PSIS Semarang.
Nilai pasarnya berada di angka Rp 2,61 miliar dan statusnya sebagai pemain bebas transfer membuat Persebaya Surabaya sempat unggul dalam perburuan.
Apalagi, Syahrul sudah kepergok dekat dengan super agen langganan Persebaya Surabaya yang dikenal punya relasi kuat dengan manajemen.
Persaingan di posisi kiper memang jadi perhatian Persebaya Surabaya seiring kebutuhan tandem sepadan untuk Ernando Ari.
Sayangnya, peluang besar yang dimiliki Persebaya Surabaya kembali kandas setelah Borneo FC datang menelikung.
Klub asal Kalimantan itu mengumumkan secara resmi kedatangan Syahrul Trisna pada Senin (7/7/2025) melalui akun Instagram resmi mereka. Dengan bergabungnya ke Pesut Etam, satu lagi target Persebaya Surabaya gagal diraih.
Nama ketiga yang juga bikin Persebaya Surabaya gigit jari adalah gelandang bertahan serba bisa Timnas Indonesia, Nathan Tjoe A-On.
Pemain 23 tahun ini sempat memicu harapan besar publik Surabaya setelah kontraknya resmi diputus oleh klub Inggris, Swansea City.
Dilepas secara mengejutkan pada 19 Juni 2025, Nathan yang memiliki nilai pasar Rp 6,08 miliar langsung jadi buruan banyak klub.
Situasi itu membuat Persebaya Surabaya bergerak cepat, terlebih sang pemain pernah secara terbuka menyatakan minatnya bermain untuk Green Force.
Dalam unggahan akun fans Persebaya Surabaya, Nathan pernah mengatakan ia ingin membela Persebaya Surabaya suatu saat nanti karena kagum dengan basis suporternya.
Pernyataan itu membuat harapan publik Surabaya sempat membuncah.
Namun kenyataan kembali tak berpihak pada Persebaya Surabaya. Nama Nathan kini justru dikaitkan dengan klub Inggris lainnya, Oxford United, dan belum ada tanda-tanda ia akan pulang ke Indonesia.
Tiga nama yang gagal mendarat ini membuat total potensi nilai pasar pemain yang meleset dari bidikan Persebaya Surabaya menyentuh angka fantastis.
Jika ditotal, nilai ketiganya mencapai Rp 12,17 miliar — angka besar yang bisa memperkuat fondasi tim.
Kegagalan ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi manajemen Green Force yang sedang berupaya membangun ulang skuad pasca musim kurang memuaskan.
Keterbatasan manuver, kalah bersaing dari klub lain, hingga kontrak berjalan jadi tantangan utama.
Terlepas dari itu, langkah agresif Persebaya Surabaya dalam membidik pemain-pemain Timnas tetap menunjukkan keseriusan klub.
Namun, strategi negosiasi dan eksekusi transfer tampaknya harus dievaluasi agar tak kembali apes di masa depan.
Pasalnya, kompetisi BRI Super League semakin kompetitif dengan banyak klub yang juga berebut pemain-pemain berkualitas. Jika tak sigap, Green Force bisa kembali tertinggal dalam persaingan membentuk skuad juara.
Publik Surabaya tentu berharap agar kegagalan ini jadi pelajaran penting bagi tim kebanggaannya. Dengan skuad yang tepat dan perencanaan matang, mimpi mengangkat trofi bisa lebih dekat dari yang dibayangkan.
Meski ketiga nama bintang itu gagal bergabung, Persebaya Surabaya masih punya waktu untuk berbenah di bursa transfer musim ini.
Bola kini ada di tangan manajemen untuk menambal lubang dan tetap menjaga asa Green Force di kompetisi mendatang.