JawaPos.com — Jendela transfer awal musim Liga 1 Indonesia 2025/2026 menjadi panggung bagi tim-tim Jawa Timur untuk unjuk gigi dengan manuver-manuver "mematikan".
Persebaya Surabaya, Arema FC, Madura United, dan Persik Kediri secara agresif memperkuat skuadnya, bahkan sampai memaksa PSM Makassar dan Semen Padang gigit jari kehilangan pilar penting.
Pergerakan transfer mereka diprediksi akan membuat tim rival merana karena kehilangan target atau kedatangan pemain berkualitas yang meningkatkan kekuatan tim Jawa Timur.
Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya tampil beda dengan langsung mengumumkan kedatangan pilar asing anyar, sementara tim lainnya memilih fokus pada rekrutan lokal.
Gree Force tak hanya berhenti pada nama-nama seperti Koko Ari, Risto Mitrevski, Gali Freitas, dan Rachmat Irianto, tetapi juga santer dikaitkan dengan tiga nama baru yang potensial.
Dua di antaranya berlabel Timnas Indonesia dan Montenegro, menjanjikan kekuatan tambahan yang signifikan bagi Persebaya Surabaya.
Milos Raickovic, gelandang bertahan asal Montenegro, menjadi salah satu target utama yang dikabarkan sudah sepakat bergabung dan tinggal menjalani tes medis.
Pemain berusia 31 tahun ini membawa rekam jejak delapan gelar bergengsi bersama Buducnost Podgorica, termasuk tiga kali juara Liga Montenegro dan lima kali Piala Montenegro.
Kehadiran Milos Raickovic yang bisa didatangkan dengan skema bebas transfer setelah kontraknya habis pada 15 Juni 2025 lalu, juga diperkuat dengan sapaannya kepada Bonek melalui Instagram pribadinya.
Nama Nathan Tjoe-A-On juga santer dikaitkan dengan Persebaya Surabaya setelah resmi didepak dari Swansea City pada Kamis (19/6/2025), meskipun kontraknya baru akan usai pada 30 Juni 2026.
Status bebas transfer pemain serba bisa Timnas Indonesia ini membuka peluang lebar bagi Persebaya Surabaya untuk mengamankannya secara cuma-cuma.
Ketertarikan Persebaya Surabaya juga tak lepas dari pernyataan Nathan di masa lalu yang pernah mengungkapkan keinginannya bermain untuk Green Force karena memiliki banyak suporter.
Selain itu, Persebaya Surabaya juga dikabarkan mengincar Syahrul Trisna, kiper berlabel Timnas Indonesia, untuk memperkuat pos penjaga gawang mereka.
Kiper berusia 29 tahun yang terakhir kali dipanggil Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia pada Maret lalu ini, telah resmi berstatus bebas transfer setelah meninggalkan PSIS Semarang.
Kedekatan Syahrul dengan super agen langganan Persebaya Surabaya, semakin mempermudah negosiasi dan peluang kepindahannya ke Surabaya.
Arema FC
Sementara itu, Arema FC bergerak cepat setelah mengumumkan Dwiki Mardiyanto, kini mereka tengah menjajaki komunikasi dengan empat bintang baru, termasuk satu pemain lokal dan tiga pemain asing.
Salah satu bidikan lokal mereka adalah Victor Dethan, rising star milik PSM Makassar berlabel Timnas Indonesia.
Namun, upaya Arema FC untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 20 tahun ini tidaklah mudah, mengingat Victor masih memiliki sisa kontrak hingga Mei 2026 bersama PSM Makassar yang harus ditebus.
Persaingan sengit terjadi antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dalam perburuan Gustavo Tocantins, mantan striker PSS Sleman.
Namun, berdasarkan informasi terkini, Arema FC dikabarkan berhasil mengamankan tanda tangan pemain asal Brasil ini yang berstatus bebas transfer setelah kontraknya usai.
Kedatangan Tocantins diproyeksikan menggantikan Charles Lokolingoy yang santer akan hengkang ke Korea Selatan, memperkuat lini depan Singo Edan dengan skema "twin tower" yang menjadi ciri khas Ze Gomes.
Murilo Mendes, primadona Barito Putera, juga menjadi incaran Arema FC yang bertekad membajaknya di awal musim 2025/2026.
Terdegradasinya Barito Putera membuka peluang bagi Arema FC untuk mendatangkan pemain asal Brasil ini yang mampu beroperasi di tiga posisi: sayap kiri, kanan, dan penyerang tengah.
Murilo Mendes diharapkan bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Charles Lokolingoy, setelah dua musim membukukan 9 gol dan 8 assist dalam 53 pertandingan bersama Barito Putera.
Target Arema FC pada paruh musim lalu, Aleksa Andrejic, kembali masuk dalam daftar belanja Singo Edan di awal musim ini.
Pemain asal Serbia ini, yang mencetak 10 gol dan 3 assist dari 21 pertandingan bersama Adhyaksa FC di Liga 2, memiliki peluang besar untuk didatangkan Arema FC karena kontraknya disinyalir berakhir pada akhir musim 2024/2025.
Kedatangan Andrejic juga erat kaitannya dengan rumor kepergian Charles Lokolingoy ke Liga Korea, menjadikannya pilihan yang menarik untuk mengisi lini serang Arema.
Madura United
Madura United tidak kalah agresif dalam pergerakan transfernya, serupa dengan Persik Kediri, mereka memilih mengumumkan rekrutan pemain lokal terlebih dahulu.
Eks pemain Arema FC, Ahmad Nufiandani dari Dewa United, menjadi rekrutan anyar pertama yang diumumkan pada 12 Juni 2025.
Selanjutnya, Madura United juga berhasil mendatangkan kiper sarat pengalaman, Dicky Indrayana, empat hari berselang, dan kiper muda berlabel Timnas U-17 Indonesia, Rendy Rozzaqu.
Tim berjuluk Laskar Sappe Kerrab ini juga sukses mendatangkan bintang Timnas Indonesia lainnya, Paulo Sitanggang, dari PSS Sleman, yang diumumkan resmi pada 21 Juni 2025.
Tak berhenti di situ, bintang muda Persis Solo, Fransiskus Alesandro, juga diumumkan sebagai rekrutan terkini pada 22 Juni 2025, menambah kedalaman skuad mereka.
Terakhir, Madura United berhasil menggaet mantan penyerang Persija Jakarta, Aji Kusuma, dari Persita Tangerang, melengkapi gebrakan transfer lokal mereka.
Persik Kediri
Persik Kediri memilih pendekatan berbeda dengan fokus mengumumkan kedatangan beberapa pemain lokal berlabel bintang. Hingga Senin (23/6/2025), sudah ada lima pemain lokal yang secara resmi diumumkan oleh Macan Putih.
Novri Setiawan menjadi rekrutan pertama yang diluncurkan pada 21 Juni 2025, disusul beberapa jam kemudian oleh Gavin Kwan yang sukses didatangkan dari Borneo FC.
Tak hanya itu, Persik Kediri juga sukses mengumumkan kedatangan winger lincah dari Semen Padang, Irkham Mila, pada 22 Juni 2025.
Meskipun tampil apik bersama Semen Padang, Irkham Mila tidak dipertahankan dan kini menjadi bagian dari skuad Persik Kediri.
Di hari yang sama, dua pemain muda, Wigi Pratama dari Deltras FC, dan penyerang berpengalaman Yandi Sofyan yang musim lalu dipinjamkan Malut United ke Persija Jakarta, juga berhasil didaratkan oleh Persik Kediri.
Geliat transfer tim-tim Jawa Timur ini menunjukkan ambisi besar mereka untuk bersaing di Liga 1 musim depan.
Akankah gebrakan ini benar-benar membuat tim rival menangis dan membawa kesuksesan bagi Persebaya Surabaya, Arema, Madura United, dan Persik? Hanya waktu yang akan menjawabnya.