← Beranda

Awas Degradasi! 5 Klub Ini Terancam Turun Kasta ke Liga 1, Ada Rival Persebaya Surabaya Era Perserikatan

Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 14 Mei 2025 | 21.26 WIB
Pemain PSIS Semarang, Gali Freitas (tengah) ketika dikawal Bruno Moreira dalam lanjutan Liga 1. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Persaingan di papan bawah klasemen Liga 1 Indonesia 2024/2025 makin memanas menjelang akhir musim. Hanya tersisa dua pekan lagi, dan lima tim sedang berjibaku menghindari jurang degradasi.

Persis Solo, Madura United, Semen Padang, Barito Putera, dan PSS Sleman jadi lima tim yang paling terancam turun kasta. Menariknya, dua dari lima klub ini merupakan rival klasik Persebaya Surabaya di era perserikatan.

Persis Solo dan PSIS Semarang adalah dua tim legendaris yang punya histori panjang melawan Persebaya Surabaya. Sayangnya, PSIS Semarang sudah dipastikan terdegradasi lebih dulu dari Liga 1 musim ini.

Kini tinggal menunggu siapa dua tim lagi yang akan menyusul PSIS Semarang ke Liga 2 musim depan. Persaingan di papan bawah pun makin brutal karena rata-rata harus menghadapi tim kuat di sisa laga.

Laga pekan ke-33 akan jadi penentu nasib bagi lima tim tersebut. Akhir pekan ini bakal jadi momen menegangkan yang sangat menentukan masa depan mereka.

Barito Putera akan menjamu PSM Makassar di Stadion Demang Lehman, Sabtu (17/5/2025) pukul 15.30 WIB. Laga ini bakal jadi ujian berat bagi Barito yang wajib menang demi menjaga peluang bertahan.

Barito saat ini masih berada di zona aman, tapi posisi mereka belum sepenuhnya aman dari kejaran tim lain. PSM Makassar sendiri bukan lawan mudah karena punya kualitas pemain dan pengalaman yang lebih unggul.

Di laga lain, Madura United akan menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Bali United. Pertandingan akan digelar Sabtu (17/5/2025) pukul 15.30 WIB di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Bali United tentu tak akan melepas laga ini begitu saja karena masih punya ambisi di papan atas. Madura United harus tampil total demi menjaga kans tetap bertahan di Liga 1.

Pada malam harinya, PSS Sleman akan menjamu Persija Jakarta di Stadion Maguwoharjo. Kick-off dijadwalkan Sabtu (17/5/2025) pukul 19.00 WIB.

PSS harus tampil habis-habisan karena Persija bukan lawan sembarangan dengan materi pemain bertabur bintang. Jika gagal menang di kandang, posisi PSS akan makin terancam masuk zona merah.

Di jam yang sama, Persis Solo akan menjamu Dewa United di Stadion Manahan, Solo. Pertandingan ini bisa jadi penentu masa depan Persis di Liga 1 musim depan.

Baca Juga: Heboh Rachmat Irianto Dirumorkan Kembali ke Persebaya Surabaya, Bonek Janji Tak Lakukan Kesalahan yang Sama

Sebagai rival Persebaya Surabaya di era perserikatan, Persis tentu tak ingin mengikuti jejak PSIS yang sudah lebih dulu terdegradasi.

Mereka harus memaksimalkan keuntungan bermain di kandang untuk mengamankan tiga poin.

Keesokan harinya, giliran Semen Padang yang akan menjalani laga krusial melawan Persik Kediri. Laga ini akan digelar Minggu (18/5/2025) pukul 15.30 WIB.

Semen Padang tampil cukup konsisten dalam beberapa pekan terakhir dan belum terkalahkan di empat laga terakhir. Namun lawan mereka, Persik, sedang dalam kepercayaan diri tinggi usai menaklukkan Arema FC di Kanjuruhan.

Kelima tim yang kini berada di bawah tekanan degradasi rata-rata menghadapi lawan berat. Tidak ada yang bisa bersantai karena satu kesalahan bisa berakibat fatal dan berujung degradasi.

Kompetisi Liga 1 musim ini memang sangat ketat, terutama di papan bawah. Selisih poin antar tim juga sangat tipis, sehingga semua kemungkinan masih bisa terjadi hingga laga terakhir.

Para pendukung masing-masing tim pun dipastikan harap-harap cemas menantikan hasil akhir laga pekan ke-33. Atmosfer panas dan tekanan tinggi diprediksi akan mewarnai laga-laga akhir pekan ini.

Jika salah satu dari lima tim gagal meraih hasil maksimal, bisa saja langsung terlempar ke zona degradasi. Ini bukan hanya soal permainan di lapangan, tapi juga mental dan semangat bertarung hingga peluit akhir.

Para pelatih pun dituntut jeli dalam strategi serta cerdas membaca permainan lawan. Satu keputusan salah bisa jadi bencana besar yang menggagalkan usaha menyelamatkan klub.

Liga 1 Indonesia 2024/2025 tinggal menyisakan dua laga yang sangat krusial. Tak ada ruang untuk lengah jika tak ingin turun ke Liga 2 musim depan.

Dua tim dari lima yang terancam akan bernasib sama seperti PSIS Semarang yang sudah lebih dulu terjerembab. Siapa dua tim berikutnya yang akan terdegradasi akan sangat ditentukan hasil akhir pekan ini.

Bisa jadi, penentuan degradasi baru akan benar-benar diketahui hingga pekan ke-34. Namun pekan ke-33 ini bisa menjadi kunci awal yang membuka jalan selamat bagi tim-tim yang bisa mencuri poin.

Baca Juga: Heboh Rachmat Irianto Dirumorkan Kembali ke Persebaya Surabaya, Bonek Janji Tak Lakukan Kesalahan yang Sama

Bagi Persis Solo dan PSIS Semarang, rivalitas mereka dengan Persebaya Surabaya kini harus ditelan dalam bentuk pahit. Dari kenangan perserikatan yang membanggakan, kini harus rela menghadapi kenyataan pahit turun kasta.

Degradasi tentu bukan akhir segalanya, tapi juga bukan jalan mudah untuk kembali bangkit. Liga 2 bukan tempat yang nyaman dan butuh perjuangan ekstra untuk bisa kembali ke papan atas.

Semua akan ditentukan di lapangan, bukan dari nama besar atau sejarah masa lalu. Siapapun yang mampu menjaga konsistensi dan mental, dialah yang akan selamat dari neraka degradasi.

EDITOR: Hendra