← Beranda
Persaingan Ketat Menuju Zona Asia di Liga 1 Indonesia 2025: 4 Tim Berjuang Hingga Pekan Terakhir
Richardo RillyanugrahaSelasa, 13 Mei 2025 | 18.08 WIB
Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Semen Padang pekan 32 Liga 1 musim 2024/2025 dengan hasil imbang 1-1. (Media Persebaya)
 

JawaPos.com - Menjelang berakhirnya Liga 1 musim 2024/2025, persaingan untuk merebut satu tempat di kompetisi Asia musim depan semakin ketat. Hingga pekan ke-32, tercatat ada empat tim yang masih berpeluang besar mengisi posisi runner-up klasemen, posisi yang diyakini menjadi jalur terakhir menuju kancah kontinental setelah Persib Bandung memastikan diri menjadi juara.

Empat tim tersebut adalah Dewa United, Persebaya Surabaya, Malut United, dan Borneo FC. Persaingan makin sengit karena selisih poin mereka yang tipis dan jadwal pertandingan yang krusial.

Dewa United di Posisi Terdepan

Saat ini, Dewa United berada di posisi kedua dengan 57 poin dari 32 laga. Klub berjuluk Tangsel Warriors ini tinggal membutuhkan lima poin lagi dari dua pertandingan tersisa untuk mengamankan tiket Asia. Mereka akan bertandang ke markas Persis Solo (17 Mei) sebelum menjamu PSBS Biak (25 Mei). Melihat performa stabil mereka sepanjang musim dan kualitas individu seperti Ricky Kambuaya dan Majed Osman, kans mereka untuk lolos cukup besar.

Persebaya dan Malut United Masih Menempel

Di bawah Dewa, Persebaya Surabaya membuntuti di posisi ketiga dengan 55 poin. Klub legendaris asal Kota Pahlawan ini wajib menyapu bersih dua laga terakhir kontra Borneo FC (18 Mei) dan Bali United (25 Mei), sambil berharap Dewa terpeleset. Misi mereka tak mudah karena lawan-lawan yang dihadapi adalah tim papan atas.

Malut United, tim kejutan musim ini, juga belum menyerah. Mereka kini mengoleksi 53 poin dan akan menghadapi PSIS Semarang dan Persija Jakarta di dua laga penutup. Sama seperti Persebaya, mereka harus menang dua kali dan berharap hasil buruk menimpa tim-tim di atas mereka. Kehadiran pemain seperti Guy Junior dan kiper tangguh Fajar Riyanto bisa jadi pembeda.

Borneo FC Masih Menjaga Asa

Di posisi kelima, Borneo FC memiliki 52 poin dan menjadi tim dengan peluang paling tipis. Mereka tidak hanya harus menang atas Persebaya dan Persik Kediri, tapi juga berharap tiga tim di atas mereka kehilangan poin. Namun, performa Pesut Etam cenderung inkonsisten sejak pertengahan musim, terutama setelah pergantian pelatih di bulan Maret.

Persaingan Ketat hingga Pekan Terakhir

Liga 1 musim ini menunjukkan karakter kompetisi yang semakin matang. Tidak hanya juara yang ditentukan lewat persaingan panjang, tetapi zona Asia juga menyajikan drama hingga pekan terakhir. AFC Champions League 2 dan AFC Cup 2 diperkirakan akan kembali jadi dua ajang utama yang diincar klub Indonesia, tergantung dari slot yang diberikan AFC berdasarkan ranking kompetisi nasional.

Berdasarkan peraturan AFC terkini, posisi runner-up di liga bisa menjadi penentu untuk tampil di level Asia, tergantung pada hasil evaluasi lisensi klub dan kesiapan infrastruktur. Oleh karena itu, selain harus mengejar poin, klub-klub ini juga dituntut memenuhi syarat profesional dan administratif seperti lisensi AFC, laporan keuangan transparan, dan bebas dari tunggakan gaji pemain.

Menariknya, di saat klub seperti Persib Bandung sudah dipastikan tampil, kompetisi untuk slot Asia lainnya justru menunjukkan sisi positif dari liga yang semakin kompetitif. Peluang tetap terbuka bagi siapa saja hingga peluit terakhir musim dibunyikan.

Jadwal Sisa Empat Tim Perebut Zona Asia

Dewa United

17 Mei vs Persis Solo (Tandang)
25 Mei vs PSBS Biak (Kandang)

Persebaya Surabaya

18 Mei vs Borneo FC (Tandang)
25 Mei vs Bali United (Kandang)

Malut United

16 Mei vs PSIS Semarang (Kandang)
25 Mei vs Persija Jakarta (Tandang)

Borneo FC

18 Mei vs Persebaya (Kandang)
25 Mei vs Persik Kediri (Tandang)

EDITOR: Edi Yulianto