← Beranda
Ketum PSSI Erick Thohir Minta Yuran Fernandes Jangan Main di Indonesia jika Mengejek Liga 1, Ingin PT LIB Tindak Tegas Kapten PSM Makassar
Dimas Ramadhan WicaksanaRabu, 7 Mei 2025 | 14.19 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (6/5).

JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir buka suara soal pernyataan bek PSM Makassar Yuran Fernandes yang mengejek sepak bola Indonesia sebagai candaan. Dia meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator menindak tegas dan pemain yang bersangkutan tak main di Indonesia jika masih mengejek.

Nama Yuran Fernandes mendadak ramai diperbincangkan dalam beberapa terakhir. Penyebabnya, dia meluapkan emosinya melalui media sosial Instagram gara-gara golnya ke gawang PSS Sleman dianulir.

Dalam unggahannya, Yuran Fernandes menyatakan bahwa sepak bola Indonesia merupakan sebuah candaan. Dia juga menyebut Indonesia tak cocok untuk menjadi tempat untuk berkarier sepak bola bagi pemain.  

"Sepak bola di Indonesia hanya candaan. Makanya level dan korupsinya akan tetap sama," tulis Yuran Fernandes dalam InstaStory-nya beberapa waktu lalu.

"Jika anda ingin menghasilkan uang, anda bisa datang ke Indonesia. Jika anda ingin bermain sepak bola serius, menjauhlah dari Indonesia,” imbuhnya.

Kapten Juku Eja itu kemudian meminta maaf. Dia menyebut pernyataannya sebatas luapan emosi saja, tak ada niat dan maksud untuk menjelek-jelekan dan menyinggung Indonesia sebagai sebuah negara.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf dan meminta untuk tidak menyalah artikan unggahan saya ke dalam konteks yang lebih luas. Itu hanya murni merupakan bentuk kekecewaan pribadi saya terhadap situasi di lapangan," kata Yuran.

"Sekaligus cerminan dari rasa peduli dan harapan saya kepada PSSI dan LIB, bahwa sepak bola Indonesia bisa berkembang dan menjadi lebih baik dari hari ini," ucapnya menambahkan.

Erick Thohir sebagai orang nomor satu di sepak bola Indonesia, angkat bicara. Dia meminta Yuran untuk tak lagi main di Indonesia jika memang menyesal dan menjelek-jelekan Liga Indonesia. 

"(Yuran) sudah minta maaf ya? Dia sudah minta maaf cuman. Kalau dia menyesali ya jangan main di Indonesia. Main aja di luar lain. Kalau dia menyesal main di Indonesia, jangan main di Indonesia. Main di tempat lain aja," ucap Erick Thohir di kawasan Tangerang Selatan, Selasa (6/5).

"Jangan gini loh. Cari makan disini, berkarya disini, ngejelek-jelekin liga kita. Kecuali dia ada bukti. Kalau ada bukti, dia bilang oh wasit ini dibayar. Pemain ini dibayar. Oh ini dibayar. Ya kita tangkap gitu," tambahnya dengan tegas.

Tapi berhubung Yuran sudah meminta maaf, Erick Thohir memahaminya. Namun dia tetap ingin pemain yang bersangkutan ditindak tegas oleh PT LIB selaku operator kompetisi Liga 1 Indonesia.

"Tapi dia udah minta maaf. Tapi saya minta liga juga bertindak keras kepada liga dan pemainnya. Atau saya tindak ligany," pungkas Erick Thohir.

EDITOR: Edy Pramana