JawaPos.com - Nama Rizky Ridho kembali jadi perbincangan hangat jelang laga besar antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya. Bek muda andalan timnas Indonesia itu kerap dikaitkan dengan kemungkinan pulang ke Persebaya, klub yang membesarkan namanya.
Selain isu pulang kampung, kabar Ridho bakal melanjutkan karier ke luar negeri juga terus mengemuka. Bahkan rekan-rekannya di timnas seperti Jay Idzes dan Thom Haye turut menyuarakan dukungan agar eks Persebaya Surabaya menjajal kompetisi luar negeri.
Namun hingga kini, belum ada kabar lebih lanjut mengenai Rizky Ridho untuk keluar dari Persija. Berikut tiga alasan kuat yang membuat Ridho bertahan bersama Macan Kemayoran.
1. Masih Terikat Kontrak Jangka Panjang
Salah satu alasan paling jelas adalah Ridho masih memiliki kontrak aktif bersama Persija hingga akhir musim 2025/2026. Artinya, klub manapun yang berminat harus bersedia menebusnya lewat skema transfer. Nilai transfernya pun diprediksi tak murah, mengingat statusnya sebagai pemain kunci Persija dan reguler di skuad timnas Garuda.
2. Dipercaya Menjadi Kapten Tim
Musim ini, Rizky Ridho menunjukkan kematangan luar biasa dengan dipercaya sebagai kapten Persija bersama Muhammad Ferarri. Duet bek muda ini menggantikan sosok senior seperti Andritany Ardhiyasa. Status kapten tak hanya menunjukkan kepemimpinan Ridho, tetapi juga kepercayaan besar manajemen dan pelatih terhadapnya.
3. Daya Tarik Komersial dan Endorsement
Penampilan stabil Ridho di Persija dan timnas turut mengangkat namanya di luar lapangan. Ia kini menjadi salah satu pesepakbola Indonesia dengan jumlah endorsement terbanyak. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, hampir seluruh perlengkapannya ditempeli brand sponsor: sepatu bola, jam tangan, air mineral, produk kosmetik, hingga semen.
Kemungkinan besar, alasan mengapa banyak merek tertarik menggandeng Ridho adalah karena ia bermain di ibu kota, tampil konsisten di lapangan, dan punya citra positif di luar lapangan. Keberadaannya di Jakarta memudahkan dalam urusan sesi foto dan shooting komersial. Sosok Ridho bahkan disebut-sebut sebagai penerus wajah sepak bola Indonesia setelah era Bambang Pamungkas.
Bakal Hadapi Mantan Tim
Di tengah sorotan soal masa depannya, Ridho bersiap memimpin Persija Jakarta menghadapi Persebaya Surabaya dalam pekan ke-28 BRI Liga 1 2024/2025, yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (12/4/2025) pukul 19.00 WIB.
Persija datang ke laga ini dengan tekad kuat untuk bangkit usai kalah tipis 0-1 dari Madura United. Pelatih Carlos Pena menegaskan bahwa timnya harus menjadikan kekecewaan sebagai bahan bakar untuk meraih kemenangan.
“Kami memiliki kesempatan yang bagus melawan Persebaya di kandang. Akhirnya bisa disaksikan suporter akhir pekan nanti,” kata Carlos Pena seperti dikutip dari laman Liga Indonesia Baru.
“Kami harus mengonversi kekecewaan, frustrasi, amarah menjadi energi untuk pertandingan melawan Persebaya,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa Persija tak boleh terpeleset lagi jika ingin terus bersaing di papan atas.
“Target di musim ini adalah empat besar, meski begitu, tentu kami harus tetap memenangkan pertandingan demi pertandingan. Kami harus melakukan itu,” ujarnya.
Di sisi lain, Persebaya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tak terkalahkan di tiga pertandingan terakhir selama bulan Maret.
”Dalam beberapa hari terakhir, latihan lebih fokus pada fisik. Tapi hari ini, kami mulai fokus fisik dan taktik,” ujar pelatih Paul Munster seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.
Munster menyampaikan bahwa seluruh pemainnya dalam kondisi prima, termasuk Ernando Ari dan Mohammed Rashid yang baru kembali dari timnas.
"Mereka dalam kondisi bagus secara fisik dan mental. Seluruh pemain akan bersaing secara sehat untuk memperebutkan posisi di line-up," kata Munster.
Ia juga menambahkan bahwa para pemain menunjukkan semangat luar biasa baik saat latihan maupun uji tanding internal.
"Situasinya bagus, semua berjuang untuk posisi. Mereka semua akan dapat kesempatan, baik saat latihan maupun dalam game internal,” pungkasnya.
Saat ini, Persebaya menempati peringkat ketiga klasemen dengan 48 poin, sementara Persija berada di posisi kelima dengan 43 poin. Duel antara dua tim besar ini sekaligus jadi ajang pembuktian bagi Ridho — bahwa meski tak kembali ke Surabaya, ia tetap jadi magnet utama di lapangan maupun di luar lapangan.