← Beranda
Persebaya Surabaya Bocorkan Alasan Bikin Jersey Kuning di Liga 1 Indonesia 2024/2025, Ternyata Sudah Digodok Sejak 1 Tahun Lalu
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 8 Maret 2025 | 21.21 WIB
Desain jersey kuning Persebaya Surabaya sebenarnya telah dikonsep sejak lama. (Media Persebaya)
 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya baru saja mengungkap alasan di balik pembuatan jersey kuning mereka di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Ternyata, ide ini sudah dimatangkan sejak satu tahun lalu dengan riset mendalam dan melibatkan legenda klub.

Lewat unggahan di akun Instagram resminya, Persebaya Surabaya menjelaskan sejarah panjang di balik jersey berwarna kuning tersebut. Warna ini bukan sekadar estetika, tapi juga punya makna historis yang mendalam.

Gagasan membuat jersey kuning ini pertama kali dimatangkan pada 6 Maret 2024 di Surabaya Town Square (Sutos). Pada momen itu, Persebaya Surabaya mengundang dua legenda mereka, Maura Hally dan Yongki Kastanya.

Kehadiran dua legenda ini bukan tanpa alasan. Mereka adalah saksi sejarah yang pernah mengenakan jersey kuning Persebaya Surabaya di masa lalu.

Yongki Kastanya bahkan masih menyimpan jersey kuning matchworn miliknya. Jersey bernomor 17 itu dominan kuning dengan aksen merah dan biru di bagian pundak.

Dalam wawancara bersama Persebaya Surabaya, Om Yongki mengingat jelas momen bersejarah saat mengenakan jersey tersebut. Ia menyebut tahun 1993 sebagai kali pertama Persebaya Surabaya memakai jersey kuning itu dalam pertandingan resmi.

Saat itu, aturan soal warna jersey belum seketat sekarang. Sebuah tim bisa memilih warna jersey tertentu bahkan menjelang hari pertandingan.

Manajer Persebaya Surabaya saat itu, almarhum H. Agil Haji Ali, diam-diam sudah menyiapkan jersey kuning tersebut. Keputusan mendadak ini terbukti membawa keberuntungan.

”Saya ingat waktu itu 1993, ketika itu aturan jersey belum seketat sekarang, satu tim bisa saja memilih warna jersey tertentu menjelang hari H pertandingan. Manajer Persebaya saat itu, Almarhum H. Agil Haji Ali tanpa kami ketahui sudah menyiapkan jersey kuning ini, kami pun memakainya. Ternyata kami berhasil menang di Makassar melawan PSM,” kenang Yongki.

Persebaya Surabaya berhasil menang di Makassar melawan PSM saat itu. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah yang tak terlupakan bagi Bonek.

Sejak ide itu dimatangkan, tim Persebaya Store mulai mengembangkan desain jersey kuning dengan sentuhan modern. Jersey tersebut hadir dengan warna kuning keemasan dan aksen merah serta hijau.

Jersey ini menjadi jersey keempat yang digunakan Persebaya Surabaya di musim 2024/2025. Kehadirannya langsung mendapat pujian dari pecinta dan kolektor jersey.

Puncaknya, jersey ini dikenakan Persebaya Surabaya saat mengalahkan PSM Makassar di kandangnya di Parepare. Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Persebaya Surabaya di tanah Sulawesi Selatan sejak 1993.

Hampir 32 tahun lamanya Persebaya Surabaya menunggu momen ini. Jersey kuning menjadi saksi bisu kebangkitan Persebaya Surabaya di Liga 1 musim ini.

Kemenangan ini juga menjadi kemenangan perdana Persebaya Surabaya musim ini saat mengenakan jersey kuning. Sebelumnya, mereka sempat kalah saat memakai jersey ini melawan Malut United.

Momen ini semakin mengukuhkan jersey kuning sebagai simbol keberuntungan. Sejarah pun seperti memilih momen terbaik untuk kembali terulang.

Banyak Bonek yang turut memberikan komentar terkait sejarah jersey ini. Mereka mengapresiasi riset serius yang dilakukan Persebaya Surabaya dalam menggali sejarah klub.

Salah satu Bonek mengingat kebiasaan Persebaya Surabaya di era Perserikatan yang selalu menang di awal kompetisi. Kemenangan melawan PSM saat itu menjadi salah satu momen emas Persebaya Surabaya.

“Dulu seingatku jaman kompetisi perserikatan sekitar akhir 80'an sampai awal 90'an, ada kebiasaan setiap mengawali kompetisi Persebaya selalu menang baik home atau away, termasuk ketika mengalahkan PSM yg waktu itu masih bernama Ujung Pandang,” ujar salah satu Bonek.

“Keren. Riset serius soal jersey kuning, bahkan menggali langsung ke legenda yang pernah memakainya, lalu eksekusi dengan desain ciamik. Sejarah pun berpihak: dengan jersey kuning, mengulang kemenangan bersejarah hampir 32 tahun silam!,” ujar salah satu Bonek.

Ada juga yang mengusulkan agar jersey kuning tahun 1993 diproduksi ulang. Desain klasik dengan sentuhan modern disebut-sebut akan sangat diminati.

“Keren jersey kuningnya th 93..bisa diproduksi ulang nih,” ujar salah satu Bonek.

Jersey kuning Persebaya Surabaya musim ini juga mendapat pujian karena desainnya yang ciamik. Kombinasi warna kuning keemasan dengan aksen merah dan hijau dianggap sangat elegan.

“Jersey yang menurutku paling TOP di th 2024/2025. Teruskan warna kuning sebagai Jersey 3rd untuk musim berikutnya dengan design yang lebih bagus. MENYALA WANII,” ujar salah satu Bonek.

Bonek berharap jersey kuning tetap menjadi bagian dari identitas Persebaya Surabaya di musim-musim mendatang. Mereka menginginkan jersey ini menjadi jersey ketiga dengan desain yang semakin menawan.

Dengan sejarah dan desain yang kuat, jersey kuning ini menjadi lebih dari sekadar atribut pertandingan. Jersey ini menjadi simbol kebangkitan dan semangat juang Persebaya Surabaya.

Antusiasme Bonek terhadap jersey ini menjadi bukti Persebaya Surabaya berhasil menghadirkan sesuatu yang berarti. Jersey ini menghubungkan masa lalu, masa kini, dan harapan di masa depan.

Persebaya Surabaya sekali lagi membuktikan mereka tak hanya kuat di lapangan, tapi juga dalam menjaga tradisi dan sejarah klub. Jersey kuning ini menjadi bukti sejarah bisa menjadi sumber inspirasi.

Dengan riset mendalam dan eksekusi yang ciamik, Persebaya Surabaya menghadirkan jersey yang bukan hanya indah, tapi juga penuh makna. Tak heran jika jersey ini mendapat tempat spesial di hati para Bonek.

Melihat antusiasme ini, besar kemungkinan jersey kuning akan tetap hadir di musim mendatang. Persebaya Surabaya telah berhasil menghidupkan kembali memori indah dari masa lalu ke dalam bentuk yang modern dan berkelas.

EDITOR: Edi Yulianto