← Beranda
Jakmania Bongkar Kronologi Lengkap Video Viral Dugaan Pemerasan saat Persija Jakarta vs Persib Bandung, Ternyata Begini Fakta Sebenarnya!
Dimas Ramadhan WicaksanaRabu, 19 Februari 2025 | 16.36 WIB
Momen gelandang Persib Bandung, Adam Alis (tengah), saat berlaga melawan Persija Jakarta. (Dok. Persib)

JawaPos.com - Pengurus Pusat (PP) The Jakmania akhirnya buka suara soal viral video dugaan pemalakan dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum suporter Persija Jakarta saat melawan Persib Bandung. Kronologi sesungguhnya dari kejadian itu kini akhirnya terungkap.

Viral di media sosial video dugaan pemerasan dan pemalakan oleh orang yang diduga Jakmania terhadap sepasang penonton di tribune Barat Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (16/2) sore.

Dalam video yang beredar, terlihat sepasang kekasih dihampiri dan dirangkul oleh seseorang. Kemudian keterangan yang ditambahkan dalam video tersebut menyebut bahwa mereka tengah dipalak dan diminta untuk melakukan transfer sejumlah uang.

Kemudian terungkap bahwa seseorang yang diduga melakukan pemerasan tersebut adalah salah satu anggota suporter Persija. PP The Jakmania pun langsung bergerak cepat untuk melakukan pendalaman terkait viralnya video tersebut.

Melalui akun Instagram resmi Infokom Jakmania, Diky Soemarno selaku Ketua Umum PP the Jakmania memberikan klarifikasi. Pihaknya telah menemui dan mendatangi langsung sosok yang diduga melakukan pemerasan.

Diky menjelaskan, sosok tersebut bernama Faisal Hadi. Ia telah terbukti seorang Jakmania dan memiliki kartu tanda anggota (KTA). Dia memang menyaksikan laga Persija vs Persib di tribun barat Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi karena tak kebagian tiket wilayah khusus Jakmania, yakni Timur, Selatan, dan Utara.

"Yang bersangkutan sudah kami investigasi, sudah kami cari Informasi selama dua hari ini dan akhirnya ketemu sama yang bersangkutan bahwa yang bersangkutan adalah anggota The Jakmania dari Kebagusan," kata Diky dalam video klarifikasi Jakmania, dipetik Rabu (19/2).

"Dan dia memiliki kartu tanda anggota. Dan yang bersangkutan nonton di tribune barat karena kehabisan tiket di tribun The Jakmania atau tribune utara, timur, dan selatan," tambahnya.

Diky Soemarno kemudian mempersilakan Faisal Hadi untuk memberikan penjelasan soal video yang viral. Faisal kemudian memberikan kronologi lengkap dugaan pemalakan. Dia dengan tegas membantah telah melakukan pemerasan, seperti narasi yang ada dalam video yang beredar.

"Jadi saya Dapet tiket di VIP Barat kira-kira di atas dan di belakang pemain Persib. Nah, di situ pas lagi babak kedua itu saya melihat dari dua orang itu refleks pas gol pertama Persib itu, habis refleks itu, gak sengaja nih orang, ke dia semua fokusnya," terang Faisal. 

"Jadi saya, saya duluan yang rangkul dia, di situ langsung saya deketin dia, saya tanya, dari mana? Dia bilang dari Tegal, dia bilang dia supporter Persekat Tegal," tambahnya.

Mengetahui hal itu, Faisal Hadi terkejut dan mempertanyakan bagaimana kedua orang itu bisa dapat tiket Persija vs Persib. Wanita yang dalam video kemudian menunjukkan dari mana mereka dapat tiketnya.

"Jadi itu bukan ngasih tau kalau itu transferan, salah. Kalau itu dia ngasih tau kalau dia dapet tiket tuh dari sini. Ada akun apa gitu dari Instagram, di DM gitu. Akhirnya, yaudah diem aja," ucap Faisal Hadi.

Namun, situasi mulai panas setelah Persib kembali mencetak gol dan kedudukan jadi 2-2. Sejumlah the Jakmania yang memenuhi tribune barat semakin panas. Faisal Hadi kemudian meminta kedua orang itu untuk meninggalkan tribun Stadion Patriot Candrabhaga agar tak ada hal-hal yang tak diinginkan.

"Yang dari sebelah kanan udah mau ancang-ancang pada semuanya. Saya suruh, 'Udah mendingan, lu cabut, kabur daripada lu kenapa-napa di sini.'. Akhirnya dia kabur, udah cabut," terangnya lagi.

Faisal Hadi kemudian merasa dirinya direkam oleh seseorang. Perasaannya benar dan ternyata malah jadi viral karena video tersebut ditambahkan narasi yang tak sesuai. "Jadi pas saya udah selesai kok kayak ada yang ngerekam-rekam dan jadi dibikin isu," katanya.

"Pas saya keluar, sampai depan titik anak-anak kumpul, ada yang dari wilayah lain ngasih video ke saya kalau 'Nih kok lu pemerasan kayak gini?' Saya jawab 'Waduh gila, kagak, itu gua nyelamatin dia daripada (diserang) massa duluan gitu ceritanya," jelas Faisal Hadi menutup ceritanya.

Diky Soemarno yang mendengarkan itu, kemudian mengonfirmasi dan menegaskan lagi ke Faisal Hadi bahwa kronologi itu bisa dipertanggungjawabkan. Yang bersangkutan pun meyakininya.

Diky kemudian menyampaikan jika ada pihak yang keberatan dentan video klarifikasi dan penjelasan Faisal Hadi karena tak sesuai, dia meminta untuk langsung melaporkannyq kepada PP the Jakmania.

"Kami akan kooperatif dan kami akan kerjasama untuk menyelesaikan segala bentuk upaya-upaya melalui berbagai cara sehingga semua proses dan kebenaran itu bisa terjadi dan bisa disampaikan ke masyarakat sepak bola khususnya," kata Diky.

"Jadi untuk teman-teman semua semoga ini menjadi pembelajaran buat kita semua bahwa sampai pengakuan detik ini tidak ada upaya pemalakan dan pemerasan oleh yang bersangkutan saudara Faisal Hadi ini kepada dua orang tersebut," imbuhnya.

Diky kemudian menyampaikan sedikit fakta perihal situasi dan kondisi saat di Stadion Patriot Candrabhaga. Dia menjelaskan bahwa sinyal sangat sulit di stasion sehingga kecil kemungkinan ada kegiatan transaksi yang membutuhkan internet.

"Jadi kalau ada isu bahwa ada yang transfer uang itu mungkin bisa diperdebatkan karena mungkin satu banding sekian ada usaha untuk melakukan transaksional melalui internet yang dapat berhasil," kata Diky.

"Kami pun berharap isu-isu seperti ini tidak mudah dapat dipercaya tanpa melalui proses investigasi dan kami juga berharap pihak yang menyebarkan berita ini bahwa ada upaya pemerasan dan pemalakan oleh saudara Faisal Hadi dapat berkomunikasi dengan pengurus pusat Jakmania agar kita bisa saling berkomunikasi dan menyelesaikan persoalan-persoalan seperti ini," pungkasnya.

EDITOR: Banu Adikara