JawaPos.com — Persebaya Surabaya dan Arema FC tengah berada dalam sorotan tajam di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Dua tim besar Jawa Timur itu mengalami tekanan besar setelah melewati serangkaian hasil buruk yang membuat suporter geram.
Persebaya Surabaya sempat mengalami empat kekalahan beruntun sebelum menghadapi Persita Tangerang. Hasil buruk ini membuat posisi Paul Munster semakin disorot. Bonek mulai kehilangan kesabaran.
Pada pertandingan melawan Persita Tangerang yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada 31 Januari 2025, Persebaya Surabaya akhirnya memutus tren kekalahan. Namun, hasil yang diperoleh tetap belum memuaskan karena mereka hanya mampu bermain imbang 1-1.
Sempat tertinggal lebih dulu, Persebaya Surabaya berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan. Namun, permainan yang kurang efektif membuat mereka gagal meraih tiga poin penuh di kandang sendiri.
Hasil imbang ini memicu reaksi keras dari para suporter yang menginginkan perubahan segera. Mereka menilai tim seharusnya mampu tampil lebih baik mengingat kualitas skuat yang ada.
Paul Munster menjadi sasaran utama kritik Bonek yang kecewa dengan performa tim. Bahkan, desakan agar pelatih asal Irlandia Utara itu mundur semakin kencang terdengar di media sosial.
Namun, Munster menunjukkan sikap berani dengan menghadapi suporter secara langsung setelah pertandingan. Langkah ini membuat beberapa Bonek mulai meredam emosi. Mereka kembali memberikan dukungan kepada tim.
Meskipun masih ada suara ketidakpuasan, Bonek kini kembali memberikan semangat agar Persebaya Surabaya bisa bangkit di laga-laga selanjutnya. Mereka berharap tim bisa segera meraih kemenangan dan kembali bersaing di papan atas.
Di sisi lain, Arema FC juga mengalami nasib serupa meskipun dengan jalan cerita yang sedikit berbeda. Tim berjuluk Singo Edan juga mengalami tren buruk sebelum akhirnya mampu meraih kemenangan di pekan ke-21.
Sebelumnya, Arema FC menelan tiga kekalahan beruntun yang membuat posisi Ze Gomes sebagai pelatih semakin terancam. Kekalahan itu membuat Aremania mulai mempertanyakan kualitas kepelatihan Gomes.
Namun, Arema akhirnya berhasil bangkit dengan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Bali United. Laga yang digelar di Stadion Gelora Soeprijadi, Blitar, pada 3 Februari 2025 itu menjadi titik balik bagi tim Singo Edan.
Gol tunggal kemenangan Arema dicetak oleh Salim Tuharea setelah menerima umpan matang dari sang kapten, Johan Alfarizie. Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Arema setelah rentetan hasil buruk yang mereka alami.
Namun, meskipun berhasil menang, tekanan terhadap Ze Gomes tetap belum mereda. Aremania masih terus menyuarakan desakan agar pelatih asal Brasil itu segera meninggalkan kursi kepelatihan.
Di media sosial, terutama di Instagram resmi Arema FC, seruan "Ze Gomes Out" menggema. Banyak komentar pedas dari Aremania yang menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap kinerja tim.
Bahkan, banyak yang menyindir kemenangan tersebut tidak mengubah fakta Gomes dianggap tidak cocok melatih Arema. Mereka tetap menginginkan perubahan agar tim bisa tampil lebih konsisten di sisa musim ini.
Tekanan terhadap Ze Gomes semakin kuat karena Aremania belum bisa menerima pemecatan Joel Cornelli. Mereka menilai keputusan manajemen Arema yang mendepak Cornelli adalah sebuah kesalahan besar.
Joel Cornelli sebelumnya membawa Arema FC bersaing di papan atas Liga 1 dan sempat menempati posisi empat besar. Namun, rentetan hasil buruk di pekan ke-13 hingga 15 membuatnya harus dipecat oleh manajemen.
Saat itu, Arema hanya mampu meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan, yang dianggap cukup untuk menggantinya. Namun, keputusan ini justru membuat Aremania semakin marah karena Ze Gomes yang menggantikan Cornelli tak kunjung membawa perubahan positif.
Kekecewaan Aremania semakin memuncak ketika melihat permainan Arema yang kurang meyakinkan di bawah asuhan Ze Gomes. Mereka merasa tim kesayangan mereka tidak berkembang dan sulit bersaing dengan tim-tim papan atas.
Di sisi lain, Paul Munster kini memiliki peluang untuk memperbaiki keadaan di Persebaya Surabaya. Dengan dukungan Bonek yang kembali mengalir, Munster harus segera menemukan solusi agar timnya kembali ke jalur kemenangan.
Persaingan di Liga 1 semakin ketat, dan kedua tim harus segera bangkit sebelum terlambat. Baik Persebaya Surabaya maupun Arema tak bisa terus-menerus terpuruk jika ingin tetap bersaing di papan atas.
Manajemen kedua tim kini berada dalam posisi sulit untuk mengambil keputusan. Mereka harus mempertimbangkan apakah akan tetap memberikan kesempatan kepada Munster dan Gomes atau melakukan perubahan drastis.
Dalam dunia sepak bola, dukungan suporter adalah hal yang krusial. Bonek dan Aremania adalah kekuatan besar yang bisa menjadi pendukung setia atau justru tekanan bagi tim jika hasil tak kunjung membaik.
Setiap pertandingan yang akan datang menjadi ujian berat bagi Persebaya Surabaya dan Arema. Jika tak segera menunjukkan perbaikan, bukan tidak mungkin kedua pelatih ini akan kehilangan jabatannya.
Liga 1 Indonesia 2024/2025 masih menyisakan banyak laga, dan setiap pertandingan akan menjadi pertaruhan bagi Munster dan Gomes. Keduanya harus membuktikan mereka masih layak untuk menangani dua tim besar ini.
Badai yang menerpa Persebaya Surabaya dan Arema masih jauh dari reda. Perjalanan mereka di musim ini akan menjadi salah satu yang paling menarik untuk diikuti oleh para pecinta sepak bola Indonesia.