JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali gagal meraih kemenangan di pekan ke-21 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Tim asuhan Paul Munster hanya bermain imbang 1-1 saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (31/1/2025) pukul 19.00 WIB.
Hasil ini membuat The Green Force semakin sulit bersaing di papan atas klasemen. Saat ini mereka tertahan di posisi ketiga dengan koleksi 38 poin dari 21 pertandingan yang telah dimainkan.
Sementara itu, Persita Tangerang mampu mencuri satu poin berharga di kandang Persebaya Surabaya. Pendekar Cisadane kini bertengger di peringkat ketujuh dengan raihan 32 poin dari jumlah laga yang sama.
Persebaya Surabaya sejatinya tampil agresif dalam pertandingan ini. Namun, justru tim tamu yang lebih dulu mencetak gol melalui skema bola mati.
Muhammad Badrian Ilham sukses memanfaatkan sepak pojok untuk menjebol gawang Ernando Ari pada menit ke-14. Kiper andalan Persebaya Surabaya itu tak kuasa menahan derasnya arus serangan dari lini depan Persita.
Gol tersebut sempat membuat mental para pemain Persebaya Surabaya goyah. Butuh waktu cukup lama bagi mereka untuk bisa kembali menemukan ritme permainan terbaiknya.
Setelah terus menekan sepanjang babak kedua, Persebaya Surabaya akhirnya mendapat gol penyama kedudukan. Ironisnya, gol tersebut lahir dari kesalahan pemain lawan.
Javlon Guseynov mencetak gol bunuh diri pada menit ke-76. Bek Persita itu gagal mengantisipasi bola dengan sempurna hingga justru mengarah ke gawang sendiri.
Persebaya Surabaya berusaha mencari gol kemenangan di sisa waktu yang ada. Namun, Persita mampu bertahan dengan sangat disiplin dan tak memberikan celah bagi para pemain Green Force.
Hasil imbang ini menjadi catatan buruk bagi Persebaya Surabaya yang gagal menang dalam beberapa laga terakhir. Paul Munster pun mulai mendapat sorotan tajam dari para pendukung setia Bonek dan Bonita.
Tak hanya soal hasil pertandingan, kabar buruk lainnya datang dari lini pertahanan Persebaya Surabaya. Kiper utama mereka, Ernando Ari, harus ditarik keluar menjelang akhir laga karena mengalami cedera.
Ernando ditarik keluar pada menit ke-87 dan digantikan oleh Andhika Ramadhani. Keputusan ini membuat banyak pihak khawatir mengingat peran penting Ernando di bawah mistar gawang.
Paul Munster pun akhirnya buka suara soal kondisi kiper andalannya. Ia mengaku masih harus menunggu kepastian dari tim medis terkait seberapa serius cedera yang dialami Ernando.
“Ernando Ari, saya harus bicara ke dokter. Saya butuh kepastian 100 persen dan butuh 2 atau 3 hari untuk melihat kondisinya,” ujar Munster dalam sesi konferensi pers usai laga.
Pernyataan ini tentu membuat cemas para suporter Persebaya Surabaya. Sebab, Ernando merupakan sosok tak tergantikan di posisi penjaga gawang Green Force.
Musim ini, Ernando telah tampil dalam 13 pertandingan Liga 1 bersama Persebaya Surabaya. Ia mencatatkan total 1.167 menit bermain dan hampir selalu menjadi starter di setiap laga yang ia jalani.
Performa Ernando di bawah mistar gawang terbilang cukup solid. Ia telah melakukan 45 penyelamatan penting yang membantu tim menghindari kebobolan lebih banyak.
Selain itu, Ernando juga aktif dalam membantu permainan dari lini belakang. Ia mencatatkan 294 umpan dengan tingkat akurasi sebesar 76 persen.
Keunggulan lain yang dimiliki Ernando adalah keberaniannya dalam duel udara. Ia telah melakukan 20 sapuan serta 14 intersep sepanjang musim ini.
Sayangnya, cedera yang dialaminya kali ini bisa menjadi pukulan berat bagi Persebaya Surabaya. Jika harus menepi dalam waktu lama, posisi Persebaya Surabaya di klasemen bisa semakin terancam.
Andhika Ramadhani memang menjadi pengganti yang tersedia, namun performanya masih jauh dari stabil. Munster tentu berharap kondisi Ernando tidak terlalu parah dan bisa segera kembali merumput.
Jika Ernando absen dalam beberapa laga ke depan, Persebaya Surabaya bisa mengalami kesulitan besar. Terutama mengingat mereka sedang dalam misi bangkit setelah serangkaian hasil mengecewakan.
Saat ini, persaingan di papan atas Liga 1 semakin ketat. Setiap poin sangat berharga, dan kehilangan kiper utama bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh Paul Munster.
Cedera Ernando juga berpotensi mempengaruhi mental para pemain lainnya. Mereka harus bisa mengatasi situasi ini dengan lebih solid agar tidak semakin terpuruk.
Selain masalah cedera, Paul Munster juga harus segera menemukan solusi bagi lini serangnya. Sebab, efektivitas penyelesaian akhir menjadi salah satu kelemahan Persebaya Surabaya musim ini.
Mereka terlalu banyak membuang peluang di depan gawang lawan. Jika hal ini tidak segera diperbaiki, maka peluang Persebaya Surabaya untuk bersaing dalam perebutan gelar bisa semakin menipis.
Hasil imbang melawan Persita harus dijadikan sebagai bahan evaluasi. Munster perlu melakukan perombakan taktik agar timnya bisa kembali ke jalur kemenangan.
Dengan atau tanpa Ernando, Persebaya Surabaya harus tetap berjuang keras dalam setiap pertandingan. Liga 1 masih panjang, namun kehilangan poin secara terus-menerus bukanlah pilihan yang bisa diterima.
Bonek dan Bonita tentu berharap kabar baik segera datang terkait kondisi Ernando Ari. Sebab, tanpa kiper utama mereka, nasib Persebaya Surabaya di sisa musim ini bisa semakin tragis.