← Beranda

Persebaya Surabaya Tak Butuh Pratama Arhan! Arief Catur Pamungkas Punya Skill Lemparan Jauh Seperti Tendangan Bebas

Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 5 Januari 2025 | 18.33 WIB
Arief Catur Pamungkas. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Bek muda Persebaya Surabaya, Arief Catur Pamungkas, mencuri perhatian dengan kemampuan lemparan jarak jauhnya yang memukau.

Aksi ini mengingatkan publik pada lemparan khas Pratama Arhan yang sempat dirumorkan merapat ke Persebaya Surabaya, namun Paul Munster menegaskan Green Force akan menjadikan skema ini sebagai senjata rahasia yang dibutuhkan saat momen krusial.

Pada laga melawan Persija Jakarta di pekan ke-11 Liga 1 Indonesia 2024/2025, Jumat (22/11/2024), Catur menunjukkan senjata rahasianya. Beberapa kali lemparan jauhnya diarahkan langsung ke area penalti lawan, meski belum menghasilkan gol untuk Persebaya Surabaya.

Paul Munster, pelatih asal Irlandia Utara, menilai lemparan jarak jauh adalah salah satu bentuk umpan sederhana dalam sepak bola. Meski begitu, ia tetap memberikan apresiasi terhadap kemampuan unik Catur yang dianggapnya sebagai potensi tambahan bagi tim.

“Kami tahu dia (Catur Pamungkas) punya lemparan jauh, tapi itu bukan prioritas utama,” ungkap Munster saat konferensi pers usai pertandingan. Menurutnya, para pemain Persebaya Surabaya cukup paham bagaimana memanfaatkan situasi dengan baik ketika kesempatan tersebut muncul.

“Kita tahu Catur punya lemparan yang bagus, para pemain tahu itu. Jadi saya tidak perlu terlalu banyak melatihnya,” imbuhnya.

"Bagi saya, lemparan ke dalam adalah umpan termudah dalam sepak bola. Itu seharusnya menjadi umpan termudah untuk membuat peluang," tegas pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.

Munster juga menjelaskan lemparan jauh bisa menjadi senjata mematikan jika dimaksimalkan dengan benar. Namun, ia tetap fokus pada strategi permainan lain yang dianggap lebih relevan untuk filosofi Green Force.

Statistik Arief Catur musim ini menunjukkan kontribusinya yang luar biasa di berbagai aspek. Ia sudah tampil sebanyak 11 kali dengan 881 menit bermain, termasuk 10 kali sebagai starter.

Dalam hal distribusi bola, Catur mencatatkan 391 umpan dengan tingkat akurasi 79 persen. Selain itu, ia juga berhasil mencatatkan 4 umpan kunci, 30 umpan silang, dan 6 umpan terobosan.

Di sektor pertahanan, Catur menunjukkan performa solid dengan 55 tekel, 33 di antaranya sukses. Tak hanya itu, ia juga berhasil melakukan 38 intersep, 15 sapuan, dan 2 blok tembakan.

Kemampuan menyerangnya juga patut diacungi jempol meskipun bukan menjadi tugas utamanya. Dari 3 tembakan yang ia lepaskan, satu di antaranya mengarah ke gawang dengan tingkat akurasi tembakan 34 persen.

Dalam hal disiplin, ia menerima 4 kartu kuning sejauh ini. Namun, jumlah pelanggarannya yang hanya 14 menunjukkan ia tetap bermain cukup bersih di lini belakang.

Penampilan impresif ini membuktikan Persebaya Surabaya tak perlu bergantung pada nama besar seperti Pratama Arhan. Dengan adanya Catur, tim asuhan Paul Munster sudah memiliki senjata rahasia di situasi bola mati atau lemparan ke dalam.

Lemparan jauh Catur Pamungkas menjadi sorotan bukan hanya karena jaraknya, tetapi juga karena presisi yang ia miliki. Beberapa kali, bola yang dilemparnya nyaris menjadi peluang emas bagi para penyerang Persebaya Surabaya.

Paul Munster juga mengungkapkan dirinya tak perlu melatih khusus kemampuan ini. Menurutnya, lemparan jauh Catur sudah cukup baik secara alami dan hanya perlu dipoles sedikit dalam latihan rutin.

“Para pemain tahu apa yang harus dilakukan saat situasi seperti itu. Jadi, saya lebih fokus pada taktik keseluruhan ketimbang detail kecil seperti lemparan jauh,” tambah Munster.

Selanjutnya, Persebaya Surabaya akan menghadapi PSS Sleman di pekan ke-18 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Laga yang akan digelar pada Sabtu (2/12/2024) ini menjadi pembuka putaran kedua dan ujian baru bagi Green Force.

Catur diharapkan kembali menunjukkan kualitasnya di laga tersebut, terutama dengan kemampuan lemparan jauhnya. Meski begitu, Paul Munster menekankan seluruh tim harus bekerja sama untuk mencapai hasil maksimal.

Laga melawan PSS Sleman juga akan menjadi ajang pembuktian bagi Catur untuk memperkuat posisinya di skuad utama. Peran bek muda ini semakin penting mengingat performa solidnya sepanjang musim ini.

Dengan statistik mentereng seperti 33 tekel sukses dan 38 intersep, Catur menjadi salah satu bek yang paling konsisten di Liga 1. Kemampuannya membaca permainan dan melakukan tekel bersih membuatnya menjadi andalan di lini belakang.

Namun, bukan hanya soal bertahan, kontribusi Catur dalam menyerang juga patut diacungi jempol. Umpan-umpannya yang akurat kerap menjadi awal dari serangan balik cepat Persebaya Surabaya.

Di sisi lain, Paul Munster tetap berhati-hati dalam mengeksploitasi kemampuan Catur secara berlebihan. Ia menilai pemain muda perlu diberi ruang untuk berkembang tanpa terlalu banyak tekanan.

Para Bonek dan Bonita, suporter setia Persebaya Surabaya, tentu berharap Catur terus tampil konsisten di sisa musim ini. Dengan kemampuannya, ia bisa menjadi salah satu kunci kesuksesan Green Force dalam meraih target juara Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Lemparan jauh bak tendangan bebas ini menjadi bukti Catur punya potensi besar untuk berkembang lebih jauh. Dengan arahan Paul Munster, ia bisa menjadi salah satu bek terbaik di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Semangat dan kerja keras Catur mencerminkan filosofi Persebaya Surabaya yang selalu memberikan kesempatan kepada talenta muda. Green Force kini memiliki aset berharga yang siap menjadi tulang punggung tim di masa depan.

Dalam laga-laga mendatang, kemampuan unik Catur mungkin akan kembali menjadi perhatian lawan. Namun, hal ini justru membuka peluang bagi Persebaya Surabaya untuk mengejutkan lawan dengan strategi berbeda.

Melawan PSS Sleman, publik menantikan bagaimana Paul Munster memanfaatkan potensi Catur. Apakah lemparan jauh itu akan menjadi senjata utama atau hanya opsi tambahan bagi Green Force?

Satu hal yang jelas, Arief Catur Pamungkas sudah membuktikan dirinya sebagai pemain yang layak diperhitungkan. Lemparan jauhnya yang spektakuler kini menjadi salah satu warna baru dalam permainan Persebaya Surabaya.

EDITOR: Banu Adikara