← Beranda
Timnas Indonesia Gagal Lolos ke Semifinal Piala AFF 2024, Sumardji Blak-blakan: Salahkan STY Itu Tidak Tepat!
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 25 Desember 2024 | 01.18 WIB
Shin Tae-yong harus segera fokus menyiapkan taktik untuk tahun depan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Dok. PSSI)
 

JawaPos.com — Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Piala AFF 2024. Kekalahan tipis 0-1 dari Filipina di laga terakhir Grup B membuat skuad Garuda gagal melaju ke semifinal.

Hasil ini menempatkan Indonesia hanya di peringkat ketiga grup dengan raihan empat poin. Posisi tersebut tidak cukup untuk melanjutkan langkah mereka di turnamen yang menjadi harapan besar para pendukung.

Kegagalan ini memicu kekecewaan besar di kalangan masyarakat. Di media sosial, tagar #STYOut bahkan sempat menjadi trending, menandakan banyaknya tuntutan agar Shin Tae-yong mundur.

Tidak hanya itu, muncul pula dugaan adanya pergerakan buzzer yang menggiring opini negatif terhadap pelatih asal Korea Selatan tersebut. Mereka menganggap Shin Tae-yong tidak lagi layak memimpin Timnas Indonesia.

Namun, manajer Timnas Indonesia, Sumardji, dengan tegas membela Shin Tae-yong dari kritik tersebut. Menurutnya, menyalahkan pelatih adalah langkah yang salah dan tidak adil dalam situasi ini.

Dalam wawancaranya di kanal YouTube Nusantara TV, Sumardji mengungkapkan  tidak ada target tinggi yang dibebankan kepada Timnas di Piala AFF 2024. Ia menjelaskan  fokus utama tim adalah pada kaderisasi pemain muda untuk jangka menengah dan panjang.

“Kita harus memahami. Pertama, kalau mau menyalahkan STY, meminta pertanggungjawaban STY, ada kontra yang mengatakan STY out. Saya yang ada di tim jujur mengatakan tidak tepat, salah sasaran,” tegas Sumardji di kanal Youtube Nusantara TV.

Menurutnya, masyarakat perlu menyadari  Piala AFF 2024 hanyalah bagian dari proses pembentukan tim yang lebih kuat di masa depan. Tujuan utama adalah mempersiapkan skuad muda yang siap bersaing di level internasional.

“Karena kita harus tahu dari awal memang tidak ada target. Target kita kaderisasi untuk program jangka menengah dan panjang. Itu yang harus diketahui masyarakat dan sebenarnya pun saya sudah berulang kali ditanya, saya konsisten dalam menjawab,” lanjutnya.

Sumardji juga menegaskan  kritik terhadap Shin Tae-yong harus didasarkan pada capaian di kompetisi yang memang menjadi target utama. Ia menyebut kualifikasi Piala Dunia sebagai salah satu tolak ukur yang lebih relevan untuk mengevaluasi kinerja pelatih.

“Saya sampaikan apa adanya, sehingga terbelah menghendaki STY out salah alamat. Terkecuali STY ketika saat kualifikasi berikutnya Piala Dunia tidak berhasil, ok silahkan. Kalau sekarang ini, AFF dijadikan sasaran antara supaya STY Out itu salah sasaran, sangat salah,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia menambahkan  kegagalan di Piala AFF 2024 tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Shin Tae-yong. Banyak faktor lain yang memengaruhi performa tim di turnamen ini.

Sumardji juga mengungkapkan banyak pemain muda diberikan kesempatan bermain di turnamen ini. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman bertanding kepada mereka di level internasional.

Menurutnya, Shin Tae-yong telah melakukan tugasnya dengan baik dalam mempersiapkan tim di tengah keterbatasan. Ia meminta masyarakat untuk lebih sabar dan mendukung proses pembangunan skuad Garuda.

Kritik terhadap Shin Tae-yong memang bukan hal baru sejak ia menangani Timnas Indonesia. Namun, pelatih asal Korea Selatan itu juga telah membawa sejumlah perubahan positif, termasuk peningkatan disiplin dan performa tim.

Sumardji mengingatkan Piala AFF bukanlah satu-satunya indikator kesuksesan Timnas Indonesia. Ia mengajak semua pihak untuk melihat gambaran besar dari program jangka panjang yang telah dirancang.

Ia juga menyoroti pentingnya kesabaran dalam mendukung perkembangan sepak bola Indonesia. Menurutnya, hasil instan tidak akan membawa dampak yang berkelanjutan bagi timnas.

Meskipun gagal di Piala AFF 2024, Sumardji optimistis dengan masa depan Timnas Indonesia. Ia percaya  program yang dijalankan saat ini akan memberikan hasil yang memuaskan di masa mendatang.

Sumardji juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk suporter dan media. Ia meminta semua pihak untuk bersatu dan memberikan kepercayaan penuh kepada Shin Tae-yong.

Kegagalan di Piala AFF 2024 memang menjadi pukulan berat bagi Timnas Indonesia dan para pendukungnya. Namun, Sumardji mengingatkan perjalanan timnas masih panjang dan membutuhkan dukungan penuh.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terlalu larut dalam kekecewaan dan terus mendukung skuad Garuda. Menurutnya, dukungan moral sangat penting untuk menjaga semangat tim dalam menghadapi tantangan berikutnya.

Shin Tae-yong sendiri belum memberikan komentar resmi terkait kegagalan ini. Namun, ia dipastikan akan terus memimpin Timnas Indonesia untuk menghadapi kompetisi internasional lainnya.

Dengan fokus pada kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia diharapkan dapat bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya. Shin Tae-yong memiliki tugas besar untuk membuktikan kualitasnya sebagai pelatih.

Dalam waktu dekat, Timnas Indonesia akan menghadapi sejumlah pertandingan penting di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Momen ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Shin Tae-yong dan para pemain.

Sumardji berharap masyarakat bisa memberikan kesempatan kepada Shin Tae-yong untuk menyelesaikan tugasnya. Ia percaya  dengan waktu dan dukungan yang cukup, Timnas Indonesia bisa mencapai prestasi yang diharapkan.

Kegagalan di Piala AFF 2024 bukan akhir segalanya bagi Timnas Indonesia. Sebaliknya, ini harus menjadi pelajaran berharga untuk terus memperbaiki diri dan bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar.

Sumardji menegaskan  kesalahan dalam menilai situasi hanya akan merugikan perkembangan sepak bola Indonesia. Ia mengajak semua pihak untuk bersikap bijak dan mendukung proses yang telah berjalan.

Dengan program jangka panjang yang telah dirancang, Timnas Indonesia diharapkan dapat membangun skuad yang lebih kuat dan kompetitif. Perjalanan menuju kesuksesan memang tidak mudah, tetapi dengan kerja keras dan dukungan penuh, impian itu bisa terwujud.

EDITOR: Edi Yulianto