← Beranda

Moncernya Song Ui-young: Mantan Bintang Persebaya Surabaya Jadi Mimpi Buruk Persib Bandung di ACL 2

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 7 Desember 2024 | 16.26 WIB
Song Ui-yong tampil ganas di AFC Champions League 2 usai didepak Persebaya Surabaya. (Media Lion City Sailors)
 
 

JawaPos.com — Didepak Persebaya Surabaya, Song Ui-young justru tampil bersinar di pentas internasional bersama Lion City Sailors (LCS). Pemain berdarah Korea Selatan itu mencetak hattrick yang menggagalkan mimpi Persib Bandung lolos fase grup AFC Champions League 2 (ACL 2) 2024/2025.

Nama Song Ui-young memang sempat melekat di hati para pendukung Persebaya Surabaya. Ia menjadi bagian dari skuad Green Force pada musim 2023/2024 sebelum harus pergi karena cedera menjelang akhir musim.

Cedera tersebut memaksa Persebaya Surabaya melepas Song, meski saat itu kontribusinya di lini tengah cukup menjanjikan. Setelah berpisah, Song memilih pulang ke klub lamanya, Lion City Sailors, di Singapura.

Keputusan Song untuk kembali ke LCS terbukti sangat tepat. Ia mampu memulihkan kebugarannya dan kembali ke performa terbaik, menunjukkan cedera tak pernah menjadi akhir perjalanan seorang pemain hebat.

Penampilan gemilangnya di ACL 2 menjadi bukti nyata kebangkitannya. Dalam pertandingan terakhir fase grup melawan Port FC dari Thailand, Song menjadi aktor utama kemenangan telak LCS dengan skor 5-2.

Hattrick yang dicetak Song Ui-young di Stadion Jalan Besar Sports Centre, Kamis (5/12), menjadi sorotan utama. Gol-gol tersebut tidak hanya membawa kemenangan bagi timnya, tetapi juga memastikan kehancuran harapan Persib Bandung untuk melaju ke babak berikutnya.

Persib sebenarnya masih memiliki peluang tipis untuk lolos jika menang melawan Zhejiang FC dan LCS kalah dari Port FC. Namun, skenario ideal itu buyar setelah LCS justru tampil perkasa berkat magis Song Ui-young.

Kekalahan Persib dari Zhejiang FC dengan skor 4-3 di Stadion Si Jalak Harupat semakin melengkapi malam kelam bagi tim asuhan Bojan Hodak tersebut. Dengan hasil ini, Persib harus puas finis di posisi juru kunci Grup F.

Persib hanya mampu mengoleksi lima poin dari enam laga, hasil satu kali menang, dua imbang, dan tiga kekalahan. Di sisi lain, Zhejiang berada di posisi ketiga dengan sembilan poin, sementara LCS lolos sebagai juara grup dengan unggul head-to-head atas Port FC.

Bagi Song, kemenangan ini adalah pembuktian dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Persebaya Surabaya. Meski tidak lagi bermain di Liga 1, ia terus menunjukkan kualitasnya di kancah Asia.

Sebaliknya, bagi Persib Bandung, hasil ini menjadi pelajaran berharga. Tim berjuluk Maung Bandung itu terlihat gugup dan kurang pengalaman saat bermain di level kompetisi internasional seperti ACL 2.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengaku kecewa dengan performa timnya, terutama di sektor pertahanan. Menurutnya, cara bertahan yang buruk menjadi penyebab utama kekalahan dari Zhejiang dan gagalnya mereka memanfaatkan peluang untuk lolos.

Marc Klok dan kolega tampak kesulitan menghadapi tekanan besar di turnamen ini. Padahal, peluang mereka untuk lolos sebenarnya cukup terbuka sebelum laga terakhir melawan Zhejiang.

Hodak menyebut faktor minimnya pengalaman di kancah Asia menjadi salah satu penyebab kegugupan tim. Persib terakhir kali bermain di turnamen ini satu dekade lalu, sehingga ada perbedaan besar dalam kualitas dan mentalitas.

Sementara itu, Zhejiang FC juga merasa kecewa meski mampu mengalahkan Persib di laga terakhir. Mereka gagal melaju ke babak berikutnya karena kalah bersaing dengan LCS dan Port FC di klasemen akhir.

Bintang Zhejiang, Jean Kouassi, mengungkapkan rasa frustrasinya atas hasil ini. Meski menang di Bandung, hasil pertandingan lain tidak berpihak kepada mereka untuk lolos ke fase selanjutnya.

Kouassi menegaskan kemenangan melawan Persib tetap penting untuk menjaga rasa percaya diri tim. Ia berharap hasil ini menjadi motivasi bagi Zhejiang dalam melanjutkan perjuangan mereka di Liga Tiongkok.

Kembali ke Song Ui-young, pemain 31 tahun ini menunjukkan kelasnya sebagai gelandang serang yang mampu menciptakan perbedaan di laga besar. Hattrick melawan Port FC semakin menegaskan perannya sebagai pemain kunci di skuad LCS.

Ketiga gol Song tercipta dengan gaya yang berbeda, menunjukkan kelengkapan kemampuannya sebagai pemain. Mulai dari finishing klinis di dalam kotak penalti hingga tendangan jarak jauh yang memukau.

Penampilannya di laga tersebut membuat namanya kembali menjadi perbincangan, termasuk di kalangan suporter Persebaya Surabaya. Banyak yang merasa kepergian Song dari Green Force adalah kehilangan besar bagi tim asal Surabaya tersebut.

Meski begitu, keputusan melepas Song tetap dianggap rasional mengingat kondisi cederanya saat itu. Kini, ia membuktikan perjuangannya untuk kembali ke performa terbaik tidak sia-sia.

Bagi Lion City Sailors, keberadaan Song menjadi keuntungan besar dalam mengarungi kompetisi Asia. Pengalamannya bermain di berbagai liga memberikan dimensi tambahan bagi tim asal Singapura ini.

Sementara itu, kegagalan Persib di ACL 2 membuka banyak evaluasi untuk tim kebanggaan Jawa Barat tersebut. Selain masalah di lini belakang, mereka juga perlu meningkatkan mentalitas dan pengalaman pemain dalam kompetisi besar.

Turnamen ini seharusnya menjadi momen untuk menunjukkan kekuatan sepak bola Indonesia di kancah Asia. Namun, hasil buruk Persib justru menjadi pengingat masih banyak yang perlu diperbaiki untuk bersaing di level ini.

Kisah Song Ui-young menjadi ironi bagi Persib dan mungkin juga bagi Persebaya Surabaya. Dari pemain yang sempat diragukan, ia kini menjadi bintang yang mengubur harapan tim-tim besar di Asia Tenggara.

Bagi Song, perjalanan ini belum selesai. Kemenangan melawan Port FC hanya awal dari misinya membawa LCS melangkah lebih jauh di ACL 2 musim ini.

Pendukung Lion City Sailors tentu berharap banyak dari Song untuk terus menjadi pembeda di laga-laga berikutnya. Dengan performa seperti ini, ia bisa menjadi salah satu pemain terbaik di turnamen tersebut.

Moncernya Song Ui-young memberikan pelajaran berharga konsistensi dan kerja keras akan selalu membuahkan hasil. Ia adalah contoh nyata setiap pemain memiliki peluang untuk bangkit, bahkan setelah menghadapi masa sulit.

Kini, tinggal bagaimana Persib dan tim-tim Indonesia lainnya belajar dari pengalaman ini. Kompetisi Asia adalah level yang membutuhkan persiapan matang, baik dari segi teknis maupun mental.

Bagi suporter Persebaya Surabaya, Song tetap menjadi bagian dari sejarah klub meski kini bersinar di tempat lain. Namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu pemain berbakat yang pernah menghiasi Liga 1 Indonesia.

Dengan semangat juang tinggi, Song Ui-young terus menunjukkan dirinya belum habis. Ia kembali menjadi pemain yang ditakuti, bahkan oleh tim-tim besar seperti Persib Bandung.

Mimpi buruk Persib di ACL 2 mungkin menjadi luka yang sulit dilupakan. Namun, bagi Song Ui-young, ini adalah cerita kebangkitan yang akan terus dikenang di dunia sepak bola.

EDITOR: Edi Yulianto