← Beranda

Andhika Ramadhani Semakin Percaya Diri, Ernando Ari Berpotensi Kehilangan Status Kiper Utama Persebaya Surabaya

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 28 November 2024 | 15.13 WIB
Andhika Ramadhani tampil perkasa jaga gawang Persebaya Surabaya saat hadapi PSIS Semarang. (Media Persebaya)

JawaPos.com - Penampilan solid Andhika Ramadhani di bawah mistar gawang Persebaya Surabaya menjadi sorotan belakangan ini. Ketika Ernando Ari masih fokus pada pemulihan cederanya, Andhika memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan kualitas.

Dalam dua laga terakhir, Andhika tampil impresif dan membantu Green Force meraih kemenangan. Persebaya Surabaya sukses menang 1-0 atas PSIS Semarang dan 2-1 melawan Persija Jakarta, meski Andhika sempat kebobolan di laga kedua.

Kiper berusia 25 tahun itu menunjukkan statistik yang cukup menjanjikan sepanjang Liga 1 2024-2025. Total 17 penyelamatan berhasil dicatatkan dari enam laga yang dimainkan musim ini.

Andhika menyadari persaingan untuk posisi utama tidak akan mudah, terutama jika Ernando kembali dalam kondisi prima. Meski begitu, dia tetap berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik dalam setiap sesi latihan.

"Tetap, jadi nomor 1, kiper utama (Persebaya). Tetapi, kalau memang saya belum ditunjuk sebagai starting eleven ya harus siap. Tetap support siapa pun yang diturunkan Coach Paul Munster," ungkap Andhika kepada media resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster dikenal cukup selektif dalam memilih pemain yang akan diturunkan. Keputusan akhir tentu akan bergantung pada performa pemain selama latihan dan kesiapan mental di lapangan.

Andhika menegaskan motivasi terbesar dalam karier sepak bolanya adalah keluarga. Dia menyebut istri dan anak-anaknya sebagai sumber semangat untuk terus bekerja keras.

"Kami akan berlatih untuk kesempatan itu. Saya akan bertarung untuk posisi nomor satu. Saya akan berlatih, bekerja keras dan untuk keputusan selanjutnya siapa yang akan menjadi starter selanjutnya tergantung Coach PM (Paul Munster)," tambahnya.

Perjalanan karier Andhika bersama Persebaya Surabaya memang tidak selalu mulus. Namun, pengalaman pernah diproyeksikan ke Timnas Indonesia untuk SEA Games 2022 memberinya pelajaran berharga.

Dia kini semakin matang dalam membaca situasi dan mengambil keputusan di bawah tekanan. Hal itu terlihat dari cara ia mengantisipasi serangan lawan dan memimpin lini pertahanan Persebaya Surabaya.

Di sisi lain, Ernando Ari menghadapi tantangan berat untuk kembali mengamankan posisinya di tim utama. Cedera yang belum sepenuhnya pulih membuatnya harus bersabar sebelum bisa kembali bersaing.

Kondisi itu membuka peluang emas bagi Andhika untuk terus menunjukkan konsistensinya. Jika performanya tetap stabil, bukan tidak mungkin dia akan semakin sulit digeser dari posisi utama.

Sikap rendah hati dan kerja keras Andhika mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk para suporter. Dukungan Bonek dan Bonita juga menjadi energi tambahan bagi kiper kelahiran Surabaya ini.

Keberhasilan Andhika menjaga gawang Persebaya Surabaya dari kebobolan melawan PSIS menjadi salah satu penampilan terbaiknya musim ini. Ia tampil tenang dan mampu menggagalkan sejumlah peluang emas lawan.

Namun, laga melawan Persija membuktikan masih ada beberapa aspek yang perlu ia tingkatkan. Kebobolan satu gol dari situasi bola mati menunjukkan komunikasi dengan lini belakang perlu lebih diperkuat.

Paul Munster diperkirakan akan kembali mengandalkan Andhika dalam laga selanjutnya melawan Madura United. Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi Persebaya Surabaya mengingat Madura United memiliki lini serang yang tajam.

Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan pada 2 Desember 2024. Jika Andhika mampu tampil gemilang lagi, posisinya sebagai kiper utama akan semakin kokoh.

Bagi Ernando Ari, kembali ke lapangan hijau harus disertai performa maksimal. Persaingan di posisi kiper semakin ketat dan setiap kesalahan bisa berakibat fatal.

Ernando sebenarnya sudah menjadi andalan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Namun, cedera dan penurunan performa membuatnya mulai kehilangan tempat, baik di level klub maupun timnas.

Di sisi lain, Andhika menunjukkan siap mengisi kekosongan yang ditinggalkan Ernando. Penampilannya yang konsisten membuktikan Persebaya Surabaya tetap memiliki penjaga gawang berkualitas.

Paul Munster memiliki tugas berat untuk menentukan siapa yang akan menjadi kiper utama dalam jangka panjang. Pilihan ini tidak hanya soal performa di lapangan, tetapi juga faktor mental dan kebugaran pemain.

Para suporter Persebaya Surabaya tentu berharap siapa pun yang bermain bisa memberikan kontribusi maksimal. Target utama tetap membawa Green Force bersaing di papan atas Liga 1 2024-2025.

Andhika menyatakan tidak ingin hanya sekadar menjadi pelapis. Dia ingin membuktikan dirinya layak menjadi pilihan utama di tim sebesar Persebaya Surabaya.

"Dhika bekerja keras untuk istri dan keluarga. Jadi, jika belum starting (eleven), ya pasti sedih. Tetapi, sebagai pemain profesional, meskipun kita tidak (jadi) starting eleven ya harus legawa," ujarnya.

Persebaya Surabaya saat ini berada dalam tren positif setelah serangkaian hasil bagus di Liga 1. Keberadaan kiper yang tangguh seperti Andhika menjadi salah satu faktor penting di balik performa impresif tim.

Namun, perjalanan liga masih panjang, dan konsistensi adalah kunci untuk tetap berada di jalur juara. Andhika harus terus menjaga performanya agar tetap menjadi andalan di bawah mistar gawang.

Keputusan akhir tetap ada di tangan Paul Munster, yang dikenal sebagai pelatih dengan filosofi bermain yang tegas. Siapa pun yang lebih siap secara fisik dan mental akan mendapatkan kepercayaan penuh darinya.

Untuk saat ini, posisi kiper utama Persebaya Surabaya tampaknya menjadi milik Andhika. Tetapi, persaingan dengan Ernando Ari akan tetap menjadi salah satu hal yang menarik untuk disaksikan.

Laga melawan Madura United bisa menjadi momen pembuktian lain bagi Andhika. Jika ia kembali tampil gemilang, Persebaya Surabaya mungkin telah menemukan pengganti Ernando Ari yang sepadan.

EDITOR: Ilham Safutra