← Beranda
Strategi Baru Paul Munster di Persebaya Surabaya, Meniru Aksi Pratama Arhan Melalui Tangan Arief Catur Pamungkas
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 24 November 2024 | 18.13 WIB
Lemparan ke dalam Arief Catur Pamungkas jadi strategi baru Paul Munster di Persebaya Surabaya. (Lensa Persebaya/Instagram @ariefcaturp)

JawaPos.com — Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, mulai memanfaatkan kemampuan unik Arief Catur Pamungkas untuk menghadirkan dimensi baru dalam strategi timnya. Gaya lemparan panjang yang khas dari Arief Catur kini menjadi senjata tambahan di lapangan, mirip dengan apa yang sering dilakukan Pratama Arhan bersama Timnas Indonesia.

Dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2024/2025 melawan Persija Jakarta, Arief Catur beberapa kali melakukan lemparan jauh yang memecah konsentrasi lawan. Meski bukan fokus utama dalam skema Munster, kemampuan ini memberikan variasi serangan yang membahayakan bagi pertahanan lawan.

“Mungkin (strategi lemparan jauh Arief Catur Pamungkas). Kami tahu dia punya lemparan jauh, tetapi itu bukan prioritas utama,” ujar Paul Munster usai sesi latihan di lapangan THOR, Sabtu (23/11).

Menurut Munster, lemparan jauh Arief Catur adalah kelebihan alami yang dimiliki pemain tersebut dan tidak perlu dilatih secara intensif. Meski demikian, tim tetap melakukan simulasi situasi tertentu dalam latihan untuk memaksimalkan potensi ini saat diperlukan.

“Kami, para pemain, tahu kami melatih beberapa hal dalam latihan untuk hal-hal seperti ini. Tetapi itu bukan strategi yang sangat besar, tetapi penting karena kami tahu Arief Catur punya lemparan yang bagus,” tambah Munster.

Dalam pandangan Munster, lemparan ke dalam seharusnya menjadi salah satu aspek paling sederhana dalam sepak bola. Namun, kualitas lemparan Arief Catur memberikan keuntungan tambahan yang tidak semua tim miliki.

“Bagi saya, lemparan ke dalam adalah umpan termudah dalam sepak bola. Itu seharusnya menjadi umpan termudah,” kata pelatih asal Irlandia Utara itu.

Statistik Arief Catur dalam laga melawan Persija menunjukkan kontribusinya yang signifikan di luar lemparan jauh tersebut. Ia mencatatkan 52 sentuhan, 26 operan akurat dari total 34 percobaan (76%), serta 4 umpan silang dengan 1 yang berhasil.

Selain itu, Arief Catur juga mencatatkan 9 umpan panjang dengan 5 di antaranya akurat. Angka-angka ini menunjukkan perannya yang vital dalam membangun serangan dari lini belakang maupun tengah.

Lemparan jauh seperti yang dilakukan Arief Catur sebenarnya tidak asing di dunia sepak bola. Pratama Arhan, bintang Timnas Indonesia, telah lebih dulu populer dengan teknik ini di bawah arahan Shin Tae-yong. Kini, Paul Munster mencoba mengadaptasi gaya serupa di Persebaya Surabaya dengan sentuhan Arief Catur Pamungkas.

Strategi ini tentu memberikan keunggulan taktik dalam situasi bola mati seperti lemparan ke dalam di area berbahaya. Dengan kemampuan Arief Catur untuk mengarahkan bola langsung ke kotak penalti, peluang mencetak gol dari situasi semacam ini menjadi lebih besar.

Meski begitu, Munster tetap realistis dan menegaskan strategi ini tidak akan digunakan secara berlebihan. Fokus utama tetap pada permainan normal, di mana tim memanfaatkan kekuatan kolektif mereka.

“Kami harus siap. Tidak setiap latihan (lemparan jauh dari Arief Catur Pamungkas). Tidak. Kami tidak perlu melakukannya (lemparan jauh dari Arief Catur Pamungkas),” jelas Munster.

Dalam laga melawan Persija, Persebaya Surabaya sempat tertinggal lebih dulu lewat penalti Gustavo Almeida di menit ke-43. Namun, Paul Munster berhasil membalikkan keadaan dengan melakukan perubahan strategi yang tepat di babak kedua.

Gol Flavio Silva di menit ke-67 dan Mohammed Rashid di menit ke-72 memastikan kemenangan 2-1 untuk Green Force. Kemenangan ini menjadi bukti Persebaya Surabaya memiliki fleksibilitas taktik yang mampu merespons situasi sulit di lapangan.

Lemparan panjang Arief Catur menjadi salah satu elemen yang membantu menciptakan tekanan tambahan bagi pertahanan Persija. Meski tidak langsung menghasilkan gol, kehadirannya membuat lini belakang lawan harus bekerja ekstra keras.

Pertandingan melawan Persija juga menjadi ujian penting bagi Persebaya Surabaya sebelum menghadapi jadwal padat pada Desember. Tiga dari enam laga yang akan mereka jalani adalah Derby Jawa Timur, melawan Madura United, Arema FC, dan Persik Kediri.

Paul Munster menyadari pentingnya memiliki variasi strategi untuk menghadapi lawan-lawan berat ini. Lemparan jauh Arief Catur bisa menjadi senjata rahasia yang digunakan pada momen-momen tertentu untuk mengejutkan lawan.

“Kami tahu kualitas lemparan,” ujar Munster. Namun, ia menegaskan keberhasilan tim tetap bergantung pada kerja sama kolektif, bukan hanya mengandalkan satu elemen saja.

Dalam beberapa pekan terakhir, Munster terus mencoba memaksimalkan potensi setiap pemainnya. Langkah ini terbukti efektif dalam menjaga konsistensi Persebaya Surabaya di papan atas klasemen Liga 1.

Lemparan panjang seperti yang dilakukan Arief Catur memang membutuhkan koordinasi yang baik antara pemain. Selain akurasi lemparan, para pemain di lini serang juga harus bisa membaca pergerakan bola dan memanfaatkan peluang yang tercipta.

Bonek dan Bonita, pendukung setia Persebaya Surabaya, tentu berharap strategi baru ini bisa membawa hasil positif di laga-laga berikutnya. Dengan kombinasi taktik yang inovatif dan semangat juang yang tinggi, Persebaya Surabaya berpeluang besar untuk terus bersaing di jalur juara.

Apakah lemparan jauh Arief Catur Pamungkas akan menjadi kunci kemenangan Persebaya Surabaya di laga-laga penting mendatang? Semua mata akan tertuju pada Green Force untuk melihat bagaimana strategi ini berkembang di bawah arahan Paul Munster.

EDITOR: Edi Yulianto