← Beranda
Kisah Heroik Jacob Sihasale, Legenda Persebaya Surabaya yang Cetak Brace saat Timnas Indonesia Hancurkan Jepang 7-0
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 9 November 2024 | 18.53 WIB
Pele bertukar jersey dengan legenda Persebaya Surabaya Jacob Sihasale selepas laga Timnas Indonesia vs Santos. (Istimewa/ X @sedanganonim)
 

JawaPos.com — Timnas Indonesia pernah meraih kemenangan bersejarah atas Jepang dalam ajang Merdeka Tournament pada 11 Agustus 1968. Timnas Garuda yang saat itu diperkuat para legenda Persebaya Surabaya, seperti Jacob Sihasale dan Abdul Kadir, tampil garang dan menaklukkan Samurai Biru dengan skor telak 7-0.

Jacob Sihasale, pemain Persebaya Surabaya, menjadi bintang dengan mencetak dua gol atau brace dalam laga tersebut. Bersama rekannya Sutjipto Suntoro yang mencetak hattrick, ia sukses membuat Jepang terbungkam dan mengukir momen manis bagi sepak bola Indonesia.

Nama Jacob Sihasale, yang kala itu diandalkan Persebaya Surabaya di lini depan, semakin berkibar usai mencetak brace dalam kemenangan epik ini. Sosoknya tak hanya dikenal di Surabaya, namun juga di kancah nasional, terutama karena prestasi gemilangnya di ajang internasional.

Jacob, bersama legenda Persebaya Surabaya lainnya seperti Abdul Kadir, membawa kebanggaan bagi masyarakat Surabaya dan seluruh penggemar Timnas Indonesia. Gol-gol mereka tak hanya menjadi penghibur, namun simbol dominasi Indonesia di lapangan pada era tersebut.

Kemenangan 7-0 atas Jepang menjadi salah satu catatan manis dalam sejarah panjang perseteruan Indonesia dan Jepang di sepak bola. Dalam 16 pertemuan, Indonesia meraih lima kemenangan, sementara dua laga berakhir imbang, dan sembilan kali dimenangkan oleh Jepang.

Jacob Sihasale, yang juga dikenal sebagai sosok yang karismatik, mampu menjaga keunggulan tim dan menguasai lini serang dengan apik. Ketajaman serta instingnya di depan gawang membawa Timnas Indonesia mencetak gol demi gol dalam laga tersebut.

Selain Jacob dan Abdul Kadir, nama lain yang ikut mencetak gol di pertandingan itu adalah Surya Lesmana. Dengan kontribusi dari semua pemain, Indonesia mampu menunjukkan performa gemilang yang membuat Jepang tak berdaya di lapangan.

Prestasi ini menjadi inspirasi bagi banyak pemain sepak bola Indonesia generasi berikutnya. Mereka melihat Jacob sebagai ikon sepak bola yang pantang menyerah dan penuh semangat membela negara di lapangan.

Selain kontribusinya untuk Timnas, Jacob juga tercatat sebagai salah satu pemain andalan Persebaya Surabaya di liga domestik. Kiprahnya di klub Surabaya tersebut semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu legenda besar di dunia sepak bola Indonesia.

Di luar lapangan, Jacob dikenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan para penggemarnya. Ia juga sering memberi motivasi kepada para pemain muda agar tetap semangat dan berlatih keras untuk mencapai kesuksesan di dunia sepak bola.

Setelah mengakhiri kariernya di sepak bola, nama Jacob tetap dikenang oleh suporter Persebaya Surabaya, khususnya Bonek. Sayangnya, Jacob meninggal dunia pada 1983, namun warisannya di dunia sepak bola Indonesia tetap abadi.

Kisah heroik Jacob kembali mengemuka menjelang laga antara Indonesia dan Jepang dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertemuan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk kembali menorehkan hasil positif melawan Samurai Biru.

Timnas Indonesia yang sekarang diasuh Shin Tae-yong telah menunjukkan perkembangan pesat dengan menahan imbang lawan kuat seperti Arab Saudi dan Australia. Meski kalah tipis dari Tiongkok, performa Timnas tetap dianggap menjanjikan dalam usaha lolos ke putaran Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Jepang tetap menjadi tim tangguh yang belum terkalahkan di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Mereka mengalahkan Tiongkok 7-0, Bahrain 5-0, Arab Saudi 2-0, dan imbang 1-1 melawan Australia.

Meskipun Indonesia lebih diunggulkan untuk posisi tengah klasemen, Ketua Umum PSSI Erick Thohir optimistis bahwa Timnas bisa memberikan kejutan. Target menempati empat besar grup diharapkan bisa tercapai agar kesempatan lolos ke Piala Dunia tetap terbuka.

Dalam beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia memang telah memperlihatkan performa yang konsisten di laga internasional. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan Bonek, skuad Garuda siap melanjutkan perjuangan dengan penuh percaya diri.

Semangat yang dulu ditunjukkan Jacob Sihasale dalam membela Indonesia tetap membara di hati para pemain saat ini. Sebuah kebanggaan bagi Bonek melihat mantan bintang mereka dulu melambungkan nama Indonesia dengan kemenangan besar melawan Jepang.

Laga ini akan menjadi uji coba bagi Timnas untuk melihat apakah mereka bisa mengimbangi kekuatan Jepang, seperti yang pernah dilakukan oleh Jacob Sihasale dan rekan-rekannya pada 1968. Pertandingan ini bukan hanya soal taktik, tetapi juga tentang menunjukkan kebanggaan sebagai bangsa.

Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, yang akan menjadi saksi laga 15 November mendatang, telah menjadi arena pertandingan bersejarah. Sama seperti puluhan tahun lalu, ketika puluhan ribu penonton menyaksikan aksi Jacob di lapangan, kali ini ribuan penggemar siap mendukung langsung dari tribun stadion.

Jacob mungkin sudah tiada, tetapi kenangannya tetap hidup di hati para pencinta sepak bola Indonesia. Setiap tendangan dan lari cepatnya di lapangan adalah bukti dari dedikasi tanpa pamrih seorang legenda bagi negara yang ia cintai.

EDITOR: Edi Yulianto