JawaPos.com — Flavio Silva masih kesulitan menunjukkan ketajamannya bersama Persebaya Surabaya musim ini. Dalam sembilan pertandingan, pemain asal Portugal itu hanya mampu mencetak satu gol, jauh dari ekspektasi besar yang diharapkan publik, Bonek, dan manajemen Persebaya Surabaya.
Pada musim lalu saat membela Persik Kediri, Flavio tampil sangat impresif. Dia mencetak lima gol dalam satu pertandingan melawan Persikabo Bogor, sebuah pencapaian yang menempatkannya dalam daftar pencetak gol terbanyak sementara.
"Tentu saya sangat senang, tetapi sekali lagi ini bukan soal Flavio semata. Ada peran pelatih dan seluruh pemain yang mensupport saya di lapangan,” ungkap Flavio Silva kala itu dikutip dari laman resmi Persik Kediri.
“Soal 5 gol, saya bersyukur bisa melakukannya, tetapi tujuan terpenting saat ini adalah bagaimana Persik Kediri nantinya bisa lolos ke championship series atau 4 besar, saya tidak terlalu memikirkan catatan pribadi," imbuhnya.
Catatan impresifnya bersama Persik tersebut tampaknya belum berlanjut di Persebaya Surabaya, meskipun dia selalu tampil penuh selama delapan pertandingan.
Statistik menunjukkan Flavio hanya mencetak gol dengan frekuensi 853 menit per gol, sebuah capaian yang mengkhawatirkan bagi seorang penyerang utama.
Salah satu faktor penyebab minimnya gol Flavio di Persebaya Surabaya adalah ketiadaan 'pelayan' yang dapat mendukungnya seperti saat dia bermain di Persik. Di Persik Kediri, Flavio mendapat dukungan penuh dari Kelly Sroyer yang sering memberikan assist matang dan memudahkan Flavio untuk mencetak gol.
Flavio juga menyebutkan bahwa permainan kolektif dengan rekan-rekan di Persik Kediri turut membantu dirinya mencetak banyak gol. Dalam satu musim, dia bahkan mampu merangsek ke peringkat kedua pencetak gol terbanyak hanya terpaut tiga gol dari pemuncak klasemen, David da Silva, dengan 26 gol.
Bersama Persebaya Surabaya, situasinya berbeda, di mana Flavio Silva tampaknya kehilangan chemistry yang dia miliki bersama Sroyer di Persik. Kini, Flavio terlihat kesulitan mendapatkan umpan-umpan matang dari Francisco Rivera yang dapat dimaksimalkan menjadi gol di Persebaya Surabaya.
"Kalau ditanya soal gol mana yang saya senang, hampir semuanya saya suka. Tetapi, jika bisa memilih, maka saya suka gol kedua yang merupakan hasil latihan atau skema tim yang selalu kami coba saat sesi latihan,” jelas Flavio Silva kala itu.
“Ada peran Kelly Sroyer juga yang mengirimkan 2 assist yang sangat memudahkan saya mencetak gol," pungkasnya.
Lini tengah Persebaya Surabaya musim ini memang tengah dalam sorotan, karena produktivitas gol yang belum memadai. Dari sembilan pertandingan yang sudah dimainkan, Persebaya Surabaya hanya mampu mencetak delapan gol secara total, sebuah angka yang mengecewakan bagi tim sebesar Green Force.
Dalam tiga pertandingan terakhir, Persebaya Surabaya hanya mampu meraih dua poin, termasuk dua pertandingan di kandang. Hal ini menjadi perhatian serius dari manajemen, yang berencana untuk mengambil langkah tegas agar Persebaya Surabaya kembali ke jalur kemenangan.
Manajemen menilai bahwa permainan Persebaya Surabaya harus segera bangkit untuk mengakhiri tren buruk dalam tiga laga terakhir ini. Tim pelatih dan pemain ditegaskan untuk memperbaiki performa di sisa delapan pertandingan menuju akhir putaran pertama.
Jika tren buruk ini berlanjut, manajemen Persebaya Surabaya siap melakukan evaluasi di jendela transfer paruh musim. Tidak hanya pemain, pelatih pun disebut akan dievaluasi jika hasil di lapangan tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Posisi Persebaya Surabaya memang masih di papan atas klasemen Liga 1, namun mereka berisiko tergusur jika tidak segera memperbaiki performa. Raihan 18 poin dari sembilan pertandingan sebenarnya cukup positif, namun untuk mengunci posisi puncak, Persebaya Surabaya harus tampil lebih konsisten.
Kondisi ini membuat seluruh jajaran tim Persebaya Surabaya berkomitmen untuk memberikan performa terbaik di sisa laga putaran pertama. Flavio sendiri diharapkan mampu menemukan kembali ketajamannya, apalagi dengan dukungan penuh suporter Green Force yang selalu setia mendukung.
Statistik Flavio yang hanya mencatatkan 0,1 gol per pertandingan di Persebaya Surabaya tentu kontras dengan performanya di Persik. Ketika bersama Persik, Flavio begitu mematikan di depan gawang dan tidak jarang menjadi sosok penentu kemenangan bagi Macan Putih.
Pada pertandingan melawan Persikabo Bogor, misalnya, Flavio sukses mencetak quintrick alias lima gol dalam satu laga. Prestasi itu menjadikannya pemain ketiga dalam sejarah Persik yang berhasil mencapai capaian serupa, setelah Frank Bob Manuel pada 2003 dan Christian Gonzales pada 2006.
Flavio merasa sukses di Persik bukanlah hasil individual semata, melainkan karena dukungan penuh dari pelatih dan rekan-rekan satu timnya. Khususnya, Kelly Sroyer, yang disebut Flavio memberikan dua assist penting yang memudahkan terciptanya gol-gol tersebut.
Kini, di Persebaya Surabaya, Flavio tampak rindu sosok 'pelayan' seperti Kelly yang bisa membantunya memaksimalkan peluang menjadi gol. Lini tengah Persebaya Surabaya sejauh ini memang dinilai kurang optimal dalam mengalirkan bola dan menciptakan peluang matang bagi lini serang.
Flavio yang biasa diandalkan sebagai target man tampak kesulitan karena minimnya suplai bola di area berbahaya. Kondisi ini membuat pemain asal Portugal itu sering kali harus turun lebih jauh ke belakang untuk mendapatkan bola, yang tentunya mengurangi efektivitasnya di depan gawang lawan.
Manajemen Persebaya Surabaya juga mengakui perlunya peningkatan di sektor penyerangan. Lini tengah yang kurang produktif dan minimnya suplai bola ke depan dinilai menjadi salah satu faktor mandeknya produktivitas gol Persebaya Surabaya musim ini.
Selain Flavio, para pemain lain di lini serang pun diharapkan dapat lebih aktif mencari peluang dan membuka ruang. Perubahan strategi di lini tengah mungkin bisa menjadi solusi agar suplai bola ke depan lebih lancar dan dapat membantu Flavio menunjukkan ketajamannya.
Pihak Persebaya Surabaya pun menyampaikan terima kasih kepada para suporter atas kritik dan dukungan positif mereka. Posisi Persebaya Surabaya yang masih cukup baik di papan atas tentu patut disyukuri, namun manajemen berjanji untuk terus berjuang memperbaiki performa tim agar kembali ke jalur kemenangan.
Dukungan suporter yang tiada henti menjadi motivasi bagi Flavio dan seluruh tim untuk bangkit dan menunjukkan performa terbaik. Flavio berharap ke depannya, kerja sama yang lebih baik bisa dibangun di lini tengah agar produktivitas golnya bisa kembali meningkat seperti saat bersama Persik.
Perjuangan menuju puncak klasemen masih panjang, dan seluruh pemain menyadari pentingnya kontribusi individu maupun tim untuk meraih poin maksimal. Flavio yang pernah mencetak sejarah di Persik Kediri kini membawa harapan besar agar dapat mengulangi kesuksesan tersebut di Persebaya Surabaya.
Jika tidak ada peningkatan performa di delapan laga tersisa sebelum paruh musim, evaluasi besar kemungkinan akan dilakukan oleh manajemen. Jendela transfer paruh musim bisa menjadi kesempatan bagi Persebaya Surabaya untuk mendatangkan sosok-sosok baru yang dapat memperkuat lini tengah dan mendukung Flavio.
Kekalahan atau hasil imbang yang berlarut-larut tentu akan menjadi ancaman bagi posisi Persebaya Surabaya di papan atas. Untuk itu, Flavio dan tim harus berjuang ekstra keras untuk mengembalikan ketajaman lini serang dan menjaga peluang dalam perburuan gelar juara Liga 1 musim ini.
Kekompakan tim, strategi yang matang, dan dukungan suporter akan menjadi kunci kebangkitan Persebaya Surabaya. Harapan pun kini tertuju pada Flavio Silva, sosok penyerang yang diharapkan dapat segera mencatatkan lebih banyak gol bagi Green Force.