← Beranda

Paul Munster di Ujung Tanduk: Persebaya Surabaya Butuh Solusi Serangan

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 19 Oktober 2024 | 23.18 WIB
Persebaya Surabaya belum berhasil mengonversi peluang menjadi gol saat menghadapi Persib Bandung. (Media Persebaya)
 
 

JawaPos.com — Kekalahan 2-0 Persebaya Surabaya dari Persib Bandung pekan lalu masih menjadi perbincangan hangat di kalangan Bonek. Tim asuhan Paul Munster harus pulang dengan tangan hampa setelah gagal menembus pertahanan solid Maung Bandung di Stadion Si Jalak Harupat.

Salah satu masalah utama yang dihadapi Persebaya Surabaya di bawah Munster adalah minimnya peluang yang diciptakan dan kesulitan dalam mengonversi peluang menjadi gol. Meskipun memiliki pemain-pemain berkualitas di lini depan seperti Flavio Silva dan Bruno Moreira, Green Force tampak kesulitan memaksimalkan potensi menyerangnya.

Dalam delapan pertandingan Liga 1 2024-2025, Persebaya Surabaya memang berhasil meraih beberapa kemenangan penting. Namun, data menunjukkan bahwa dalam banyak kesempatan, tim ini kurang tajam dalam menyerang meskipun sering menguasai bola, seperti yang terlihat dalam pertandingan melawan Barito Putera dan PSS Sleman.

GRAFIS xG
GRAFIS xG

Kemenangan atas PSS Sleman pada pekan pertama dengan skor 1-0 misalnya, menunjukkan Persebaya Surabaya mampu mendominasi penguasaan bola dengan 57%. Namun, dari segi eksekusi peluang, mereka hanya mampu mencetak satu gol dari expected goals (xG) sebesar 1.87, yang seharusnya bisa menghasilkan lebih banyak gol.

Hal serupa terjadi pada laga melawan Barito Putera, di mana Persebaya Surabaya mencatatkan penguasaan bola sebesar 58% dan xG yang tinggi, yakni 3.51. Namun, lagi-lagi, hanya dua gol yang berhasil dicetak dari berbagai peluang yang mereka ciptakan.

Pola ini terus berulang di beberapa pertandingan lainnya, seperti saat menghadapi Malut United dan Persis Solo. Meskipun penguasaan bola lebih dominan, Persebaya Surabaya gagal menembus pertahanan lawan secara efektif dan sering kali harus puas dengan hasil yang tipis atau bahkan imbang.

Paul Munster memang dikenal sebagai pelatih yang cerdas secara taktik. Ia mampu merancang strategi bertahan yang solid dan serangan balik yang cepat. Namun, tampaknya ada masalah dalam fase final dari serangan Persebaya Surabaya, terutama dalam hal eksekusi peluang menjadi gol.

Contoh nyata dari permasalahan ini terlihat jelas saat Persebaya Surabaya kalah 0-2 dari Persib Bandung. Di babak kedua, setelah tertinggal 1-0, Persebaya Surabaya mulai menekan pertahanan Persib dan menciptakan beberapa peluang emas melalui Flavio Silva dan Francisco Rivera. Sayangnya, peluang-peluang tersebut tidak ada yang berbuah gol.

Flavio Silva sempat memiliki dua peluang berbahaya di babak kedua. Salah satunya datang delapan menit setelah jeda, ketika ia melakukan akselerasi di dekat kotak penalti, namun tendangannya melebar tipis dari sisi gawang Kevin Mendoza. Sepuluh menit kemudian, Flavio kembali mengancam dengan sundulannya yang juga berhasil diamankan oleh Mendoza.

Keasyikan menyerang, Persebaya Surabaya malah kebobolan gol kedua melalui serangan balik Persib yang dimotori Ciro Alves. Gol di menit ke-71 itu membuat usaha Persebaya Surabaya semakin berat dan pada akhirnya gagal membalikkan keadaan meski Munster mencoba melakukan pergantian pemain untuk menyegarkan serangan.

Pekerjaan rumah terbesar bagi Munster saat ini adalah bagaimana meningkatkan efektivitas lini serangnya. Jika dilihat dari statistik xG di beberapa laga, Persebaya Surabaya sering kali gagal mencetak gol sesuai dengan jumlah peluang yang mereka ciptakan.

Sebagai contoh, pada laga melawan PSBS Biak, meskipun Persebaya Surabaya berhasil mencetak satu gol, xG mereka hanya 0.65, yang menunjukkan mereka tidak banyak menciptakan peluang berkualitas dalam pertandingan tersebut. Namun, di sisi lain, PSBS Biak mencatatkan xG yang lebih tinggi, yaitu 0.99, meskipun gagal mencetak gol.

Masalah eksekusi peluang ini mungkin juga dipengaruhi oleh minimnya kreativitas di lini tengah. Meski Francisco Rivera dan Mohammed Rashid sering berperan penting dalam membangun serangan, Persebaya Surabaya tampaknya masih kesulitan menciptakan peluang-peluang matang untuk para penyerang mereka.

Hal ini tercermin dalam pertandingan melawan Dewa United pada pekan ke-7. Meskipun berhasil menang 2-1, Persebaya Surabaya hanya menguasai 40% bola dan harus banyak bertahan sepanjang pertandingan. Meskipun begitu, xG mereka dalam laga tersebut cukup tinggi, yakni 2.92, yang menandakan mereka bisa menciptakan beberapa peluang berbahaya, meskipun sering kali dari situasi serangan balik.

Paul Munster tampaknya perlu segera mencari solusi untuk meningkatkan agresivitas serangan timnya. Jika terus bergantung pada strategi bertahan dan serangan balik, Persebaya Surabaya mungkin akan kesulitan mempertahankan konsistensi di papan atas Liga 1.

Di tengah persaingan ketat musim ini, terutama melawan tim-tim besar seperti Persib Bandung dan Bali United, Persebaya Surabaya tidak bisa hanya mengandalkan pertahanan yang solid. Mereka butuh lebih banyak variasi serangan dan kejelian dalam memanfaatkan peluang di depan gawang.

Flavio Silva dan Bruno Moreira memang punya kualitas individu yang mumpuni, namun tanpa dukungan yang cukup dari lini tengah dan eksekusi yang lebih tajam, mereka akan kesulitan mencetak gol secara konsisten. Hal ini harus menjadi perhatian utama Munster jika ingin membawa Persebaya Surabaya bersaing di papan atas.

Dengan jeda internasional yang sudah selesai, Paul Munster punya waktu untuk menganalisis kekurangan timnya dan mencari cara untuk memperbaikinya. Persebaya Surabaya punya potensi besar, namun tanpa perbaikan dalam hal penciptaan dan eksekusi peluang, perjalanan mereka musim ini bisa saja tersendat.

Bonek tentu berharap tim kesayangan mereka bisa tampil lebih ofensif dan berani mengambil inisiatif permainan di sisa musim ini. Mereka ingin melihat Persebaya Surabaya yang tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga tajam di lini depan.

Satu hal yang pasti, Paul Munster punya pekerjaan rumah yang berat untuk meningkatkan performa Persebaya Surabaya dalam mencetak gol. Jika tidak segera ditemukan solusinya, bukan tidak mungkin Persebaya Surabaya akan terus kesulitan menghadapi lawan-lawan kuat di Liga 1.

Pada akhirnya, sepak bola adalah soal mencetak gol, dan saat ini, itulah yang masih menjadi tantangan terbesar bagi Persebaya Surabaya di bawah asuhan Paul Munster.

EDITOR: Edi Yulianto