← Beranda
Terungkap Krusial Persib Bandung Batal Gunakan GBLA untuk Laga Panas Lawan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 12 Oktober 2024 | 18.04 WIB
Persib Bandung batal gunakan GBLA untuk jamu Persebaya Surabaya di pekan kedelapan Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@persib)

JawaPos.com — Persib Bandung akhirnya resmi memutuskan untuk menggelar pertandingan pekan kedelapan Liga 1 musim 2024/2025 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Laga tersebut akan berlangsung pada Jumat, 18 Oktober 2024, pukul 15.30 WIB. Keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan matang, meskipun awalnya pertandingan tersebut dijadwalkan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Vice President Operations PT Persib Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat, menjelaskan alasan utama pembatalan penggunaan GBLA adalah kondisi stadion yang masih belum siap untuk digunakan sebagai venue pertandingan.

Setelah dilakukan pengecekan langsung ke GBLA, pihak Persib akhirnya memutuskan untuk memilih Si Jalak Harupat (SJH) sebagai alternatif.

"Setelah melakukan pengecekan dan mempertimbangkan sejumlah hal, kami memutuskan pertandingan PERSIB vs Persebaya tetap digelar di Stadion Si Jalak Harupat," kata Andang dikutip dari laman resmi Persib Bandung.

Stadion GBLA, yang masih dalam tahap renovasi, dianggap belum layak untuk menjadi tempat laga krusial antara dua tim besar di Indonesia tersebut.

"Kita masih harus bersabar menunggu rampungnya proses renovasi Stadion Gelora Bandung Lautan Api sampai benar-benar bisa digunakan pertandingan kandang Persib," katanya.

Proses pengambilan keputusan ini melibatkan sejumlah pihak penting di Persib. Selain tim manajemen, pelatih kepala Bojan Hodak, beberapa staf pelatih, dan ofisial juga diajak untuk meninjau langsung kondisi terkini dari GBLA.

Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, manajemen Persib menilai GBLA masih belum memenuhi standar untuk menggelar pertandingan besar seperti melawan Persebaya Surabaya, sehingga mereka harus bersabar menunggu renovasi GBLA rampung.

Dengan perpindahan venue ini, laga klasik antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya akan tetap berlangsung tanpa hambatan di Stadion Si Jalak Harupat.

Meski demikian, ada satu faktor lain yang perlu diperhatikan dalam pertandingan ini, yaitu larangan pertandingan dengan penonton yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Larangan ini berlaku bagi Persib setelah panitia pelaksana pertandingan (Panpel) Persib mendapatkan sanksi dari PSSI.

Andang Ruhiat juga menegaskan bahwa meskipun Bobotoh, suporter fanatik Persib, dan suporter Persebaya Surabaya tidak bisa hadir langsung di stadion untuk mendukung tim kesayangan mereka, dia berharap dukungan tetap diberikan dari rumah atau tempat lain melalui layar kaca.

Dukungan dari suporter, meskipun tidak langsung di stadion, tetap menjadi elemen penting bagi Persib dalam pertandingan ini.

Kondisi tanpa penonton tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kedua tim, namun diharapkan semangat dari Bobotoh dan Bonek tetap membara meski hanya dari kejauhan.

Pertandingan antara Persib dan Persebaya Surabaya selalu menjadi salah satu laga yang dinantikan oleh para penggemar sepak bola Indonesia.

Kedua tim memiliki sejarah panjang dan rivalitas yang kuat, sehingga setiap pertemuan selalu dipenuhi dengan tensi tinggi.

Meski kali ini pertandingan akan digelar tanpa penonton di stadion, antusiasme para pendukung kedua tim diprediksi tetap tinggi. Apalagi, laga ini menjadi ajang penting bagi kedua tim dalam perebutan posisi papan atas klasemen Liga 1.

Bagi Persib, keputusan untuk memilih Si Jalak Harupat bukan hanya karena alasan teknis semata. Stadion yang terletak di Kabupaten Bandung ini memang sering kali menjadi alternatif bagi Maung Bandung ketika GBLA tidak bisa digunakan.

SJH juga memiliki sejarah tersendiri bagi Persib, di mana mereka kerap meraih hasil positif saat bermain di stadion tersebut.

Hal ini tentunya menjadi pertimbangan penting bagi manajemen Persib, terutama dalam menjaga momentum tim yang sedang berjuang di papan atas klasemen.

Selain itu, pemindahan venue ke Si Jalak Harupat juga memberikan keuntungan dari sisi kenyamanan tim.

SJH merupakan stadion yang sudah sering digunakan Persib, sehingga para pemain tidak perlu beradaptasi terlalu lama dengan kondisi lapangan.

Hal ini diharapkan bisa membantu Persib tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya, tim yang juga sedang dalam performa terbaik di Liga 1 musim ini.

Namun, tanpa dukungan langsung dari suporter, atmosfer pertandingan tentu akan berbeda dibandingkan laga-laga sebelumnya.

Kendala renovasi stadion memang kerap menjadi masalah bagi tim-tim Liga 1. GBLA, yang sempat menjadi salah satu stadion terbaik di Indonesia, kini harus menjalani proses renovasi untuk meningkatkan kualitasnya.

Sayangnya, proses tersebut belum selesai tepat waktu sehingga memaksa Persib untuk mencari opsi lain.

Stadion Si Jalak Harupat, meski kapasitasnya lebih kecil dibandingkan GBLA, tetap menjadi pilihan yang tepat bagi Persib untuk menjaga performa mereka di laga kandang.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya tentu tidak akan tinggal diam. Tim berjuluk Green Force ini juga sedang dalam performa apik dan siap memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah.

Meski bermain tanpa dukungan langsung dari Bonek, Persebaya Surabaya dipastikan akan tampil all-out demi membawa pulang tiga poin.

Dengan kualitas pemain seperti Francisco Rivera dan Bruno Moreira, Persebaya memiliki potensi besar untuk memberikan kejutan di SJH.

Sementara itu, larangan pertandingan dengan penonton menjadi pukulan bagi Bobotoh yang selalu setia mendukung Persib di setiap laga.

Meski demikian, Andang Ruhiat berharap Bobotoh tetap memberikan dukungan penuh kepada tim, meski hanya bisa menonton dari rumah atau tempat lain.

Semangat Bobotoh selalu menjadi bagian penting dari perjalanan Persib, dan diharapkan meski tanpa kehadiran fisik, doa dan dukungan mereka tetap tersampaikan kepada para pemain.

Ke depannya, Persib tentu berharap agar proses renovasi GBLA bisa segera rampung, sehingga mereka bisa kembali menggunakan stadion kebanggaan mereka untuk pertandingan kandang.

Hingga saat itu tiba, Si Jalak Harupat akan tetap menjadi markas sementara bagi Maung Bandung.

Para pemain harus tetap fokus dan memberikan yang terbaik di setiap laga, termasuk saat menjamu Persebaya Surabaya yang selalu menjadi lawan tangguh.

Secara keseluruhan, keputusan untuk memindahkan laga ke Stadion Si Jalak Harupat menjadi langkah strategis yang diambil oleh manajemen Persib.

Meskipun ada kendala teknis di GBLA dan sanksi dari Komdis PSSI yang membuat pertandingan digelar tanpa penonton, Persib tetap optimistis bisa meraih hasil maksimal.

Laga melawan Persebaya Surabaya akan menjadi ujian berat, namun dengan persiapan matang, Maung Bandung siap memberikan perlawanan sengit kepada Green Force.

Dengan demikian, meskipun GBLA belum siap digunakan, Persib Bandung tetap menunjukkan kesiapan mereka untuk menghadapi tantangan besar.

Stadion Si Jalak Harupat akan menjadi saksi dari pertandingan klasik antara dua tim besar Liga 1 Indonesia.

Kini, semuanya tergantung pada performa kedua tim di atas lapangan, apakah Persib mampu memanfaatkan kondisi ini untuk meraih kemenangan, atau justru Persebaya Surabaya yang berhasil mencuri poin di laga tandang mereka. 

EDITOR: Edi Yulianto