← Beranda
Mengenang Kiprah Skuad Hindia Belanda di Piala Dunia 1938, Jadi Negara Asia Pertama yang Tampil di Piala Dunia
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 4 Oktober 2024 | 17.26 WIB
Hindia Belanda jadi negara pertama Asia yang bermain di Piala Dunia. (FIFA)

JawaPos.com — Sejarah sepak bola Indonesia pernah mencatatkan sebuah prestasi tak terlupakan. Pada 1938, Indonesia yang kala itu masih bernama Hindia Belanda berhasil tampil di Piala Dunia.

Hindia Belanda menjadi negara Asia pertama yang berhasil melangkah ke turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Namun, keikutsertaan mereka di Piala Dunia 1938 tidak datang dengan mudah.

Ketika itu, Benua Asia hanya mendapatkan jatah satu tiket untuk tampil di Piala Dunia. Tiket tersebut sejatinya sudah menjadi milik Jepang yang berhasil lolos kualifikasi.

Namun, karena alasan politik, Jepang akhirnya memilih mundur dari Piala Dunia 1938. Hindia Belanda yang saat itu menjadi runner-up kualifikasi, akhirnya ditunjuk menggantikan Jepang.

Meskipun perjalanan mereka terhenti di laga pertama, ini tetap menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia. Pada 5 Juni 1938, Hindia Belanda menghadapi Timnas Hungaria di babak pertama.

Sayangnya, pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan telak. Hindia Belanda harus mengakui keunggulan Hungaria dengan skor 0-6.

Meski begitu, keberanian skuad Hindia Belanda untuk tampil di panggung dunia patut diapresiasi. Ini adalah sejarah yang membanggakan, terutama karena ada lima pemain asli Indonesia dalam tim tersebut.

Pemain pertama yang layak dikenang adalah Achmad Nawir, sang kapten tim. Achmad Nawir dikenal sebagai seorang mahasiswa kedokteran di NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School) sejak 1929.

Kiprah Achmad Nawir di lapangan sangat dihormati. Sebagai kapten, dia memimpin timnas Hindia Belanda dengan penuh kebanggaan meski harus menerima kenyataan pahit di Piala Dunia.

Selain Achmad Nawir, ada juga Sutan Anwar yang menempati posisi gelandang. Sutan Anwar adalah pesepak bola kelahiran Sumatera Barat yang lahir pada 21 Maret 1914.

Sutan Anwar tercatat sebagai pemain klub VIOS Batavia. Peran Sutan di lini tengah cukup penting, meskipun timnya harus takluk dari Hungaria.

Pemain berikutnya yang juga patut dikenang adalah Suvarte Soedamardji. Di Piala Dunia 1938, Suvarte menempati posisi sebagai penyerang.

Suvarte Soedamardji memang tidak berhasil mencetak gol dalam laga tersebut, tetapi keberadaannya di lini depan menjadi salah satu andalan Hindia Belanda. Kiprahnya di Piala Dunia tetap menjadi kebanggaan tersendiri.

Selain Suvarte, ada juga Isaac Pattiwael yang berperan penting dalam skuad Hindia Belanda. Isaac Pattiwael adalah pesepak bola asal Maluku yang tampil sebagai bagian dari timnas Hindia Belanda di Piala Dunia 1938.

Isaac Pattiwael bahkan sempat menjebol gawang Hungaria sebelum akhirnya gol tersebut dianulir oleh wasit. Meskipun gol itu tidak disahkan, momen tersebut tetap membekas dalam sejarah.

Pemain terakhir dalam daftar ini adalah Frans Alfred Meeng. Frans Meeng berposisi sebagai kiper dan tercatat sebagai pemain dari klub SVVB Batavia.

Frans Alfred Meeng harus menghadapi tekanan berat dari Hungaria yang merupakan salah satu tim terkuat di dunia saat itu. Meski harus kebobolan enam gol, keberanian Frans untuk tampil di bawah mistar tetap patut diapresiasi.

Keikutsertaan Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 memang menjadi kisah yang menarik. Meskipun langkah mereka terhenti di babak pertama, pengalaman ini tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi sepak bola Tanah Air.

Dalam konteks sejarah, perjalanan ini memperlihatkan bagaimana sepak bola Indonesia sudah memiliki jejak di panggung dunia sejak lama. Meskipun kala itu Hindia Belanda bukanlah negara merdeka, tetapi para pemain yang berlaga sebagian besar adalah putra asli Indonesia.

Ini juga menunjukkan bahwa sepak bola sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak zaman kolonial. Para pemain seperti Achmad Nawir, Sutan Anwar, dan Isaac Pattiwael adalah bukti nyata bagaimana anak bangsa sudah berjuang di level tertinggi.

Piala Dunia 1938 juga menjadi saksi bagaimana sepak bola Asia mulai menempatkan dirinya di peta sepak bola dunia. Meski Asia hanya mendapatkan satu jatah tiket, Hindia Belanda mampu mengisi slot tersebut dengan baik.

Kisah ini juga memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia saat ini. Meskipun perjuangan tidak selalu berakhir dengan kemenangan, keikutsertaan dan keberanian untuk tampil di panggung dunia sudah merupakan prestasi tersendiri.

Kini, sepak bola Indonesia terus berkembang dan bermimpi untuk bisa kembali berlaga di Piala Dunia. Kenangan tentang skuad Hindia Belanda pada 1938 tetap menjadi motivasi dan sumber kebanggaan bagi sepak bola nasional.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari pengalaman ini, mulai dari semangat juang hingga pentingnya persiapan yang matang di level internasional. Hindia Belanda mungkin hanya satu kali tampil di Piala Dunia, tetapi kisah mereka akan selalu dikenang dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Momen bersejarah ini adalah bukti bahwa Indonesia sudah memiliki warisan sepak bola yang panjang. Meski tantangan di masa depan semakin berat, perjalanan ini membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di level dunia.

Kisah tentang lima pemain asli Indonesia yang berlaga di Piala Dunia 1938 juga memberikan kebanggaan tersendiri. Mereka adalah pahlawan sepak bola yang membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk bermimpi tampil di turnamen terbesar dunia.

Dengan semangat yang sama, Indonesia terus berupaya membangun sepak bola yang lebih baik. Mimpi untuk kembali ke Piala Dunia tidaklah mustahil, asalkan terus diiringi dengan kerja keras dan tekad yang kuat.

Mengenang kembali kiprah Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 adalah cara kita untuk terus menghargai sejarah. Sejarah inilah yang menjadi pondasi bagi masa depan sepak bola Indonesia, menuju pencapaian yang lebih gemilang di masa depan. 

EDITOR: Edi Yulianto