← Beranda
Kisah Unik Taisei Marukawa di Persebaya Surabaya: Pilih Nomor 10 karena Kapten Tsubasa, Kini Bela Dewa United
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 27 September 2024 | 17.10 WIB
Taisei Marukawa punya momen indah bersama Persebaya Surabaya, kini dia akan mati-matian mencetak gol ke gawang Green Force. (Instagram/@taiseimarukawa)

JawaPos.com — Taisei Marukawa dikenal sebagai sosok yang memiliki perjalanan unik selama membela Persebaya Surabaya. Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika dia memilih nomor punggung 10. Nomor ini bukan sembarang nomor, terutama di Persebaya Surabaya.

Nomor 10 sering kali identik dengan pemain-pemain kunci yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Sebelumnya, nomor ini pernah dikenakan oleh Makan Konate dan musim ini nomer tersebut dipakai oleh top skor Persebaya Surabaya Bruno Moreira.

Kala itu, ketika Marukawa memilih nomor 10 pada Juni 2021, hal itu menjadi sebuah keputusan besar. Pemain asal Jepang ini dituntut untuk membuktikan bahwa dirinya layak mengenakan nomor keramat tersebut.

Namun, Marukawa tidak ragu sedikit pun. Dia justru merasa tertantang untuk memberikan yang terbaik bagi Persebaya Surabaya. "Saya sempat ditanya oleh agen, yakin tidak pakai nomor 10, saya bilang yakin," ungkap Marukawa dikutip dari koran Jawa Pos edisi 2 Juni 2021.

Inspirasi di balik pemilihan nomor ini ternyata berasal dari dua tokoh yang sangat berpengaruh bagi Marukawa. Pertama, Lionel Messi, sosok bintang Barcelona yang telah menginspirasi banyak pemain muda.

Marukawa pun mengaku sangat mengidolakan Messi, terutama karena keduanya memiliki kesamaan dalam cara bermain. "Saya ingin seperti dia, kebetulan kami mirip, cara main saya hampir sama, kaki kiri juga," kata Marukawa.

Selain Messi, Marukawa juga terinspirasi dari tokoh anime legendaris, Captain Tsubasa. Tsubasa merupakan karakter yang menjadi inspirasi bagi banyak pemain sepak bola di Jepang, bahkan di seluruh dunia.

Bagi Marukawa, Tsubasa adalah salah satu tokoh yang membuatnya bermimpi untuk menjadi pesepak bola profesional. Sosok Tsubasa lah yang membakar semangatnya untuk terus bermain sepak bola sejak kecil.

Selama proses adaptasi di Indonesia, Marukawa tidak merasa sendiri. Dia merasa beruntung karena ada sesama pemain Jepang yang membantunya dalam menyesuaikan diri.

Takuya Matsunaga, pemain Persipura Jayapura kala itu, menjadi rekan sekaligus mentor baginya. Takuya yang lebih dulu bermain di Indonesia memberikan banyak pelajaran berharga bagi Marukawa, mulai dari budaya sepak bola hingga kebiasaan masyarakat Indonesia.

Bukan hanya tentang sepak bola, Marukawa juga mulai menikmati kuliner lokal. Dia mengaku telah mencoba beberapa hidangan khas Indonesia, seperti nasi goreng dan kari. "Saya juga sudah mencoba makan makanan Indonesia, nasi goreng dan beberapa kari. Tidak ada masalah, saya suka," ujarnya sambil tersenyum.

Dengan dukungan dari Takuya dan pengalaman barunya di Surabaya, Marukawa semakin mantap menjalani kariernya di Persebaya Surabaya.

Sebagai tambahan, Marukawa juga mengetahui bahwa Persebaya Surabaya pernah memiliki pemain Jepang sebelumnya, yakni Takatoshi Uchida.

Meski tidak sempat mengenalnya secara langsung, Marukawa mengaku pernah melihat aksi Uchida melalui video di YouTube. "Saya melihatnya di YouTube. Ya saya tahu dia, tapi tidak kenal," ungkapnya dengan rendah hati.

Kini, Marukawa kembali ke Gelora Bung Tomo, namun bukan sebagai pemain Persebaya Surabaya. Pada pertandingan yang akan berlangsung Jumat, 27 September 2024, pukul 19.00 WIB, Marukawa datang sebagai pemain Dewa United.

Meski tidak lagi berseragam hijau kebanggaan Persebaya Surabaya, kenangan tentang gol-gol indah yang pernah dia cetak untuk Green Force akan selalu terpatri dalam sejarah klub.

Saat masih membela Persebaya Surabaya, Marukawa mencatatkan statistik yang impresif. Dalam 32 penampilannya, dia berhasil mencetak 17 gol dan memberikan 10 assist.

Statistik tersebut menunjukkan betapa besar kontribusi Marukawa selama berseragam Green Force. Tak heran jika kehadirannya di lapangan selalu ditunggu-tunggu oleh para suporter Persebaya Surabaya, Bonek.

Namun, pertandingan kali ini akan terasa berbeda. Taisei Marukawa bukan lagi bagian dari Persebaya Surabaya, melainkan pemain yang kini membela Dewa United.

Meski demikian, pertandingan ini tetap akan menjadi momen emosional, terutama bagi para pendukung yang masih mengingat kejayaan Marukawa bersama Green Force.

Dengan Dewa United, Marukawa akan berusaha menunjukkan bahwa dia masih menjadi ancaman bagi lini belakang Persebaya Surabaya. Tentunya, laga ini juga menjadi kesempatan bagi Marukawa untuk membuktikan bahwa dia bisa sukses di klub barunya.

Namun, di sisi lain, Persebaya Surabaya pastinya tidak akan tinggal diam. Mereka ingin membalaskan kekalahan musim lalu dari Dewa United, di mana Marukawa juga akan menjadi salah satu pemain kunci.

Pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Dewa United diprediksi akan berlangsung seru. Marukawa akan berusaha menunjukkan bahwa meski kini dia berseragam Dewa United, semangat dan ketajamannya di depan gawang tidak akan pernah pudar. Sementara itu, bagi Persebaya Surabaya, ini adalah momen penting untuk mempertahankan posisi puncak klasemen.

Dengan sejarah yang pernah dia torehkan bersama Persebaya Surabaya, tidak diragukan lagi bahwa Marukawa akan menjadi sorotan dalam laga ini.

Kehadirannya di lapangan akan mengingatkan para suporter tentang masa-masa gemilangnya saat membela Green Force. Namun, kini dia akan berjuang untuk mengalahkan mantan timnya demi kejayaan Dewa United.

Bagi pencinta sepak bola Tanah Air, pertandingan ini tidak hanya tentang rivalitas antara Persebaya Surabaya dan Dewa United. Lebih dari itu, ini adalah tentang kisah seorang pemain yang pernah menjadi pahlawan bagi satu klub, namun kini datang sebagai lawan.

Kisah Taisei Marukawa dengan nomor punggung 10-nya, yang terinspirasi dari Captain Tsubasa dan Lionel Messi, akan terus menjadi bagian dari sejarah sepak bola Indonesia.

EDITOR: Edi Yulianto