JawaPos.com — Sejak bergulirnya era Liga 1 Indonesia, Persebaya Surabaya menjadi salah satu tim yang selalu menjadi sorotan. Klub yang memiliki ciri khas permainan “ngeyel, ngosek, dan wani” ini kerap kali menampilkan pertandingan sengit dan penuh aksi di setiap laganya.
Bagi para penggemar sepak bola Tanah Air, laga-laga Persebaya Surabaya selalu dinantikan baik itu oleh pendukung setianya, Bonek, maupun oleh penikmat sepak bola dari klub lain. Namun, di balik aksi-aksi memukau dan kemenangan gemilang yang sering didapat, Persebaya Surabaya juga kerap terlibat dalam pertandingan yang penuh dengan ketegangan, terutama dari sisi pelanggaran.
Kini, di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, Persebaya Surabaya dalam tren positif dengan lima pertandingan tanpa kekalahan. Mereka mengoleksi empat kemenangan dan satu hasil imbang, menunjukkan performa impresif di awal musim.
Dengan gaya permainan agresif dan berani, tak heran jika animo penonton untuk hadir di stadion semakin meningkat. Namun, di balik performa gemilang, ada satu sisi lain yang tak bisa diabaikan: jumlah pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan-pertandingan sengit yang melibatkan Persebaya Surabaya.
Bukan hal baru jika pertandingan sepak bola berujung pada ketegangan yang membuat wasit harus sering mengeluarkan kartu pelanggaran, baik kartu kuning maupun merah. Pada laga Persebaya Surabaya, momen-momen panas di lapangan seringkali berujung pada keluarnya sejumlah kartu, terutama dalam pertandingan yang sangat kompetitif.
Salah satu contoh nyata adalah laga antara Persebaya Surabaya dan PSS Sleman pada Liga 1 Indonesia musim 2023/2024 yang dipimpin oleh wasit Ginanjar Rahman Latief. Laga tersebut berlangsung sangat panas dengan total 11 kartu kuning dikeluarkan oleh wasit. Ketegangan yang terjadi di lapangan antara dua tim ini membuat wasit harus bekerja ekstra keras untuk menjaga kendali pertandingan.
Namun, meski pertandingan diwarnai dengan banyak pelanggaran, Persebaya Surabaya berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-1. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa meskipun laga dipenuhi ketegangan, Green Force mampu menjaga fokus dan memetik tiga poin.
Ginanjar Rahman Latief bukanlah nama asing dalam dunia sepak bola Indonesia, terutama dalam hal pertandingan yang diwarnai hujan kartu pelanggaran. Berdasarkan data Transfermarkt, Ginanjar tercatat memimpin tiga laga dengan jumlah kartu pelanggaran terbanyak di era Liga 1 Indonesia. Hal ini termasuk pertandingan Persebaya Surabaya vs PSS Sleman pada 3 Maret 2024 yang menyumbang total 11 kartu kuning, serta dua laga lainnya yang juga dipenuhi dengan ketegangan.
Wasit yang berasal dari Bandung ini memang dikenal sebagai sosok yang tegas di lapangan. Dalam pertandingan yang dipimpinnya, Ginanjar tidak ragu untuk mengeluarkan kartu bagi pemain yang melakukan pelanggaran, baik itu kartu kuning untuk pelanggaran ringan, maupun kartu merah langsung untuk pelanggaran berat. Kedisiplinan dan ketegasan yang ditunjukkan Ginanjar di lapangan membuatnya menjadi salah satu wasit yang sering ditunjuk untuk memimpin laga-laga besar dan panas di Liga 1 Indonesia.
Tak hanya Persebaya Surabaya, beberapa pertandingan lain di Liga 1 Indonesia juga tercatat sebagai laga dengan jumlah kartu pelanggaran terbanyak.
Berikut adalah daftar pertandingan dengan jumlah kartu tertinggi berdasarkan data Transfermarkt:
21 Desember 2022 – Persikabo 1973 vs Persik Kediri
Hasil: 0-0
Jumlah Kartu: 13 (12 kartu kuning, 1 kartu merah)
Wasit: Sigit Budiyanto
15 Juli 2023 – Bali United vs Madura United
Hasil: 2-1
Jumlah Kartu: 13 (10 kartu kuning, 2 kartu kuning kedua, 1 kartu merah)
Wasit: Ginanjar Rahman Latief
30 September 2023 – Arema FC vs PSS Sleman
Hasil: 2-1
Jumlah Kartu: 13 (12 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua)
Wasit: Bangkit Sanjaya
31 Maret 2023 – Persija Jakarta vs Persib Bandung
Hasil: 2-0
Jumlah Kartu: 12 (12 kartu kuning)
Wasit: Iwan Sukoco
8 Agustus 2023 – Persis Solo vs Persib Bandung
Hasil: 2-1
Jumlah Kartu: 11 (10 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua)
Wasit: Erfan Efendi
15 Maret 2020 – PSM Makassar vs Barito Putera
Hasil: 1-1
Jumlah Kartu: 11 (11 kartu kuning)
Wasit: Hamim Tohari
20 April 2024 – Persik Kediri vs Persita Tangerang
Hasil: 1-1
Jumlah Kartu: 11 (10 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua)
Wasit: Ginanjar Rahman Latief
30 September 2023 – Persis Solo vs Persija Jakarta
Hasil: 2-2
Jumlah Kartu: 11 (10 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua)
Wasit: Nendi Rohaendi
24 April 2024 – Persik Kediri vs PSS Sleman
Hasil: 4-4
Jumlah Kartu: 11 (10 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua)
Wasit: Tommi Manggopa
3 Maret 2024 – Persebaya Surabaya vs PSS Sleman
Hasil: 2-1
Jumlah Kartu: 11 (11 kartu kuning)
Wasit: Ginanjar Rahman Latief
Dari daftar di atas, terlihat bahwa laga yang melibatkan Persebaya Surabaya berhasil masuk dalam daftar pertandingan dengan jumlah kartu terbanyak di Liga 1 Indonesia. Ini membuktikan bahwa pertandingan Persebaya Surabaya kerap kali diwarnai dengan ketegangan tinggi, yang tentunya tak jarang memancing pelanggaran di lapangan.
Gaya permainan Persebaya Surabaya yang dikenal dengan karakter "ngeyel, ngosek, dan wani" seringkali membuat tim lawan harus bermain keras untuk menghentikan aliran serangan mereka. Tak jarang, agresivitas ini memicu terjadinya pelanggaran yang berujung pada keluarnya kartu dari saku wasit. Namun, ini juga menjadi bukti bahwa Persebaya Surabaya merupakan tim yang tak mudah untuk ditundukkan. Di tengah ketegangan di lapangan, Green Force selalu berusaha untuk bermain dengan determinasi tinggi.
Tak hanya tim lawan, para pemain Persebaya Surabaya juga sering kali terlibat dalam pelanggaran, mengingat mereka bermain dengan gaya yang penuh semangat dan tak kenal takut. Namun, di balik semua itu, semangat ini yang menjadi salah satu kunci kesuksesan Persebaya Surabaya dalam meraih hasil positif di Liga 1 Indonesia.
Meski ketegangan di lapangan kerap memicu keluarnya kartu pelanggaran, para penggemar sepak bola berharap bahwa pertandingan di masa depan bisa berlangsung lebih fair dan terkendali. Wasit tentu diharapkan bisa lebih bijak dalam memimpin pertandingan, sementara para pemain diharapkan tetap menjaga sportivitas di tengah persaingan yang ketat.
Dengan tren positif yang tengah dijalani oleh Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, diharapkan pertandingan-pertandingan mendatang bisa berjalan lebih lancar, meski tensi tinggi di lapangan pasti akan selalu ada. Yang jelas, aksi-aksi Green Force selalu dinantikan, baik itu dalam pertandingan yang penuh tensi maupun di laga-laga yang lebih tenang. Para penikmat sepak bola Indonesia akan terus menunggu setiap aksinya di lapangan, dengan harapan bahwa sepak bola tetap menjadi ajang hiburan yang menyenangkan.